Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gelombang Penolakan PPN 12% Merebak di Tengah Sulitnya Ekonomi

Berbagai kalangan, mulai dari figur publik hingga komunitas, kritik kebijakan kenaikan pajak pemerintah.
AssyifaAssyifa23 Desember 2024 Ekonomi
Penolakan kenaikan PPN 12%
Gelombang penolakan terhadap PPN 12% semakin meluas di tengah kesulitan ekonomi.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Rencana pemerintah menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% pada 1 Januari 2025 memicu gelombang protes dari berbagai kalangan. Kebijakan ini dinilai akan memberatkan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah, di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.

Penolakan pertama disampaikan oleh komika Bintang Emon melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyoroti komunikasi pemerintah yang dinilai tidak transparan. Menurutnya, banyak masyarakat yang salah paham karena informasi kenaikan PPN tidak dijelaskan dengan jelas.

“Kalau pemerintahnya gentle, kasih rilis resmi soal batasan PPN. Ternyata? Tidak, masih simpang siur,” ujar Bintang pada Senin (23/12/2024).

Bintang Emon menambahkan, pemerintah seolah bertentangan dengan kampanye anti-hoaks karena menyampaikan informasi yang tidak lengkap dan membingungkan.

Hal senada diungkapkan oleh Yenny Wahid, putri Presiden ke-4 Gus Dur, dalam acara Haul ke-15 Gus Dur pada Sabtu (21/12/2024). Ia menegaskan bahwa kebijakan pemerintah harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat.

Baca Juga:
  • Bapanas Catat Kenaikan Harga Telur dan Cabai, Beras dan Minyak Turun
  • Pertamina Turunkan Harga BBM Non Subsidi, Cek Daftarnya!
  • Pemerintah Tegaskan Integrasi Tokopedia-TikTok Shop Tak Boleh Rugikan UMKM
  • Prabowo Alokasikan Rp48,8 Triliun untuk Fasilitas IKN

“Rakyat hidup dalam kesulitan. Harga kebutuhan pokok melonjak, daya beli menurun, dan kelas menengah turun kelas sebanyak sembilan juta orang. Kebijakan seperti ini bukannya membantu, malah memperburuk situasi,” ungkap Yenny.

Yenny juga menyoroti bahwa negara-negara lain mengambil langkah berbeda dalam menghadapi tantangan ekonomi.

“Singapura memberikan bantuan tunai kepada rakyatnya, Vietnam menurunkan pajak. Namun, Indonesia justru menaikkan PPN di tengah situasi sulit,” katanya.

Gelombang penolakan juga merebak di media sosial, terutama dari komunitas pecinta K-Pop. Akun @sahisunib di platform X menilai kenaikan PPN akan berdampak pada berbagai biaya, seperti langganan aplikasi streaming hingga tiket pesawat. “As a kpopers, ini saja bakal ngaruh banget. 12% itu gede banget,” tulisnya dengan tagar #TolakPPN12Persen.

Komunitas NCTzen Humanity juga ikut bersuara dengan menggalang dana untuk mendukung aksi demo penolakan PPN 12% di depan Istana Presiden pada Kamis (19/12/2024).

Artikel Terkait:
  • Target 8 Persen, Airlangga Optimistis Ekonomi Indonesia Melonjak
  • Pemerintah Atur Harga LPG 3 Kg di Pengecer Agar Tak Mahal
  • Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026
  • Batalnya Diskon Listrik, DPR Nilai Pemerintah Beri Harapan Palsu

“Ini berdampak pada semua orang, tidak hanya komunitas tertentu. Kami harus bersuara,” tulis mereka.

Menurut para ekonom, kebijakan ini berpotensi memukul daya beli masyarakat dan melemahkan konsumsi domestik, yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi Indonesia. Konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 50% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sehingga penurunan daya beli dapat berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi.

“Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali dampak kebijakan ini bagi kelompok rentan. Jika tidak, kebijakan ini justru akan memperlambat pemulihan ekonomi nasional,” kata Arief Maulana, seorang ekonom dari Universitas Indonesia.

Gelombang penolakan ini diprediksi akan terus meningkat menjelang penerapan kebijakan PPN 12% pada awal tahun depan. Publik berharap pemerintah dapat meninjau ulang kebijakan ini demi meringankan beban masyarakat.

Jangan Lewatkan:
  • Kemendag Optimistis Harga MinyaKita Stabil Sebelum Ramadan
  • Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS
  • PPN Indonesia Tertinggi di ASEAN, Kenaikan Gaji Tertinggal dari Malaysia
  • Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

Bintang Emon Ekonomi Indonesia Kenaikan PPN Penolakan Pajak PPN 12 % Yenny Wahid
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKalau Mau Selamat, Jadilah Koruptor di Indonesia
Next Article Menunda Beban, Mengutamakan Rakyat

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

5 Peran Penting Dalam Tim yang Solid

Daily Tips Assyifa

Di Balik Pagar yang Menyandera Laut

Editorial Udex Mundzir

PKS dan Strategi Politik yang Memukul Balik

Editorial Udex Mundzir

Jangan Mencari Tumbal demi Kemenangan Pilkada di Sampang

Editorial Udex Mundzir

Halal Kulture District Ajak Muslim Muda Sambut Ramadan Lebih Mindful

Happy Assyifa
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi