Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 26 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ramal Akan ada Bencana Global Gegara AS

Mengenai plafon utang, pertama-tama, penting untuk diperhatikan bahwa diskusi di AS ini berlangsung pada saat yang sangat sulit bagi ekonomi global.
Dexpert CorpDexpert Corp13 Mei 2023 Ekonomi
imf
(Yuri Gripas/Reuters)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Washington – Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut Amerika Serikat (AS) dapat menimbulkan bencana ekonomi global. Pasalnya AS saat ini tengah dihantui potensi gagal bayar dan parlemen negara itu belum menyepakati usul pemerintah untuk menaikan plafon batas utang.

Mengenai plafon utang, pertama-tama, penting untuk diperhatikan bahwa diskusi di AS ini berlangsung pada saat yang sangat sulit bagi ekonomi global. Dan penilaian kami adalah akan ada dampak yang sangat serius, tidak hanya untuk AS tetapi juga untuk ekonomi global jika terjadi gagal bayar utang AS,” ujar Direktur Komunikasi IMF, Julie Kozack pada Kamis (11/5/2023).Melihat dampak serius dari hal tersebut, IMF pun meminta agar semua pihak mau berkompromi untuk segera mengatasi masalah ini.

“Mengenai plafon utang, pertama-tama, penting untuk diperhatikan bahwa diskusi di AS ini berlangsung pada saat yang sangat sulit bagi ekonomi global. Dan penilaian kami adalah akan ada dampak yang sangat serius, tidak hanya untuk AS tetapi juga untuk ekonomi global jika terjadi gagal bayar utang AS,” ujar Direktur Komunikasi IMF, Julie Kozack pada Kamis (11/5/2023).

Baca Juga:
  • Hadi Poernomo Desak PPN 12% Dibatalkan, Usul Kembali ke 10%
  • Indonesia Resmi Gabung BRICS, Siap Perluas Kerja Sama Ekonomi
  • Perdagangan Saham BEI Moncer, IHSG Tembus 7.100
  • Ekonom Kritik Pemangkasan Anggaran di Era Prabowo

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, IMF juga menyebut bahwa langkah The Fed untuk menaikan suku bunga dengan cepat telah mengungkap beberapa kerentanan di beberapa bank AS. Mereka juga meminta masalah ini agar diselesaikan lebih lanjut.

Artikel Terkait:
  • Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik
  • Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi Nasional
  • THR dan Gaji ke-13 ASN 2025, Kapan Cair?
  • Premi Asuransi Syariah Tembus Rp9,84 Triliun per April 2025

“Tetapi sangat penting bagi pembuat kebijakan untuk tetap waspada karena kerentanan yang lebih tersembunyi dapat muncul di lingkungan suku bunga baru yang tinggi ini,” tambahnya.

Tidak seperti kebanyakan negara maju lainnya, AS membatasi jumlah yang dapat dipinjam. Karena pemerintah membelanjakan lebih dari yang dibutuhkan, pembuat undang-undang harus menaikkan plafon utang secara berkala.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menyuarakan peringatan terkait ancaman gagal bayar yang dapat dialami negara itu pada 1 Juni mendatang. Menurutnya, kegagalan Kongres untuk menaikkan plafon utang sebesar US$31,4 triliun dapat memicu ‘krisis konstitusional’.

Yellen, ekonom dan analis lain telah berulang kali memperingatkan bahwa default utang AS akan mengakibatkan jutaan kehilangan pekerjaan. Selain itu, situasi ini akan mendorong pembayaran rumah tangga untuk hipotek, pinjaman mobil, dan kartu kredit lebih tinggi.

Jangan Lewatkan:
  • Ratusan Ekraf, Kuliner, dan UMKM Lokal Bakal Ramaikan Majafest 2023
  • Bapanas Tegaskan Beras Medium dan Premium Tak Kena PPN
  • Banggar: Prabowo Tak Bisa Serta Merta Turunkan PPN
  • 10 Juta Keluarga Indonesia Tak Punya Rumah, Backlog Meningkat

AS default IMF
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJK: 50% Ekonomi Indonesia Dikuasai Etnis China
Next Article ASEAN Menguatkan Konektivitas Pembayaran Regional dan Dedolarisasi

Informasi lainnya

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

Bahlil Memang Tidak Punya Urat Malu

Editorial Udex Mundzir

Insentif MBG: Jangan Alihkan Beban

Editorial Udex Mundzir

Kamu Menjadi Korban Penipuan Online? Begini Cara Melapornya

Bisnis Assyifa

Persiapan Ramadhan

Islami Assyifa

Tarif Ojol Naik: Siapa Diuntungkan?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi