Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ai Sri Mulyani, Ketelitian yang Berbuah Terang

Ketika ketekunan bertemu keberanian mencoba, hasilnya bukan sekadar gelar—melainkan bukti bahwa vokasi bisa melahirkan profesional sejati.
Adit MusthofaAdit Musthofa29 Oktober 2025 Profil
Ai Sri Mulyani, Lulusan Terbaik Program Komputerisasi Akuntansi Politeknik Triguna Tasikmalaya, meraih IPK 3,85 dengan predikat Dengan Pujian pada Wisuda ke-XVI tahun 2025.
Ai Sri Mulyani, Lulusan Terbaik Program Komputerisasi Akuntansi Politeknik Triguna Tasikmalaya, meraih IPK 3,85 dengan predikat Dengan Pujian pada Wisuda ke-XVI tahun 2025.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Wisuda ke-XVI Politeknik Triguna Tasikmalaya menjadi terasa lengkap dengan hadirnya Ai Sri Mulyani, sebagai Lulusan Terbaik Program Komputerisasi Akuntansi. 

Putri asal Salawu ini menutup studi dengan IPK 3,85 (Dengan Pujian)—buah dari disiplin belajar yang tenang, lingkungan kampus yang suportif, dan kemauan untuk terus mencoba meski situasi tidak selalu ideal.

Pilihan studi bukan kebetulan. Komputerisasi Akuntansi mempertemukan ketelitian angka dengan logika sistem; dua hal yang sejak awal menarik minat Ai. 

Satu momen kampus yang ia kenang adalah atmosfer “saling dorong” antar teman dan dosen: ruang belajar yang tak membiarkan mahasiswanya nyaman berlama-lama dalam zona aman. “Lingkungan kampus dan magang mendukung banget. Dikasih kesempatan dan arahan yang baik, hasilnya juga alhamdulillah baik,” tuturnya.

Titik kulminasi capaian akademiknya tercermin pada Tugas Akhir berjudul “Sistem Monitoring Kolektibilitas Kredit di UPK DAPM Kecamatan Salawu.” 

Ai membangun aplikasi untuk mengefisienkan penagihan dan memantau nasabah agar penunggak tidak menumpuk serta perputaran dana di lembaga berjalan lancar. 

Baca Juga:
  • Gen Z dan Tantangan Tanpa Ponsel
  • B.J. Habibie: Arsitek Kebebasan Pers Indonesia
  • Ibnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia
  • Tifanil Oktafira, Dedikasikan Ilmu untuk Umat

Ia menggarapnya dengan Microsoft C# (.NET Framework) dan Microsoft Access sebagai basis data—pilihan yang realistis untuk kebutuhan operasional harian di unit layanan kredit tingkat kecamatan.

Dari sisi manfaat, sistem yang ia rancang menutup celah yang sering terjadi pada pengelolaan kredit skala kecil: data yang tercecer, pemantauan yang reaktif, dan tindak lanjut yang terlambat. 

Dengan dashboard sederhana, petugas bisa melihat status kolektibilitas tiap nasabah, membuat prioritas kunjungan, serta mendokumentasikan tindak lanjut. Dampak yang diincar: waktu penagihan lebih singkat, akurasi catatan meningkat, dan keputusan lebih cepat.

Perjalanannya tidak tanpa hambatan. Di tengah penyusunan TA, dosen pembimbing sempat sakit sehingga bimbingan tidak bisa berjalan rutin. Ai memilih memusatkan bimbingan pada satu pembimbing agar pekerjaan tetap bergerak. 

“Dengan begitu, waktu pengerjaan TA tetap relatif singkat,” ujarnya. Sikap adaptif ini—memetakan kendala lalu menyederhanakan jalur—menjadi pola pikir yang terus ia bawa.

Sesudah sidang, jalan Ai berlanjut cepat. Sekitar dua minggu pasca-ujian, ia diterima bekerja sebagai admin di sebuah perusahaan kayu. Pilihan ini bukan “menyimpang” dari akuntansi, melainkan jembatan mengasah ketertiban data, ketelitian dokumen, dan disiplin proses—komponen penting sebelum melangkah ke tanggung jawab yang lebih besar. 

Artikel Terkait:
  • Nick Woodman dan Kisah Sukses GoPro
  • Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan
  • Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah
  • Generasi Tua dan Muda Berkolaborasi untuk Indonesia Emas 2045

Di sela kesibukan kerja, Ai menatap rencana melanjutkan S1 ketika waktu dan rezeki memungkinkan: belajar sambil bekerja sebagai pola naik kelas yang realistis.

Di balik rapihnya angka, Ai menyimpan modal komunikasi yang tumbuh dari kebiasaan tampil—membaca puisi, berpidato—sejak sekolah. Keterampilan berbicara dan menyusun pikiran membuat presentasi TA, koordinasi tim, hingga interaksi kerja terasa lebih mulus. “Pokoknya ketika menghadapi sesuatu jangan menyerah,” ucapnya. 

“Ada satu kata yang selalu saya pegang: Apa pun yang terjadi, itulah yang terbaik menurut takdir,” lanjutnya.

Pesan untuk adik tingkat terdengar sederhana, tapi tajam: jaga konsistensi belajar, pelajari ulang materi setelah kelas, berani membangun solusi nyata (bukan sekadar laporan), dan rawat komunikasi sebagai pembeda. 

Di situ, Ai Sri Mulyani menunjukkan bahwa keunggulan vokasi lahir dari gabungan keterampilan teknis yang relevan, sikap kerja yang tangguh, dan kemampuan menjelaskan gagasan dengan terang.

Jangan Lewatkan:
  • Dalam Diam, Tumbuh Arah
  • Rhenald Kasali: Merantau, Sekolah Kehidupan yang Sesungguhnya
  • Juara dari Kebiasaan Kecil 
  • Dida Nurhayati: Membangun Pramuka Cisayong yang Berprestasi

Akuntansi Digital Inovasi Teknologi Lulusan Terbaik Pendidikan vokasi Politeknik Triguna Tasikmalaya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleYusril: Sastra Gunung Bintan Wadah Diplomasi Budaya
Next Article Nikita Mirzani Divonis 4 Tahun Penjara, Tak Terbukti TPPU

Informasi lainnya

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

27 April 2026

Tidur Nanti Saja

21 April 2026

Dalam Diam, Tumbuh Arah

21 April 2026

Jejak Muda, Prestasi Nyata

21 April 2026

Dari Dapur ke Ruang Strategis

21 April 2026

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

31 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Makanan Indonesia Memukau Arab Saudi dengan Bakso dan Rendang

Islami Alfi Salamah

B.J. Habibie: Arsitek Kebebasan Pers Indonesia

Profil Ericka

Nafkah dalam Islam: Penjelasan, Pelanggaran, dan Kewajiban terhadap Anak Yatim

Islami Udex Mundzir

Menunda Beban, Mengutamakan Rakyat

Gagasan Assyifa

Hoax Surat Pemanggilan Tes Pegawai BPJS Kesehatan, Ini Klarifikasi dari Munaqib

Kroscek Nugroho
Berita Lainnya
Ekonomi
Assyifa10 Januari 2025

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi