Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 19 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kisah Inspiratif dari Medan Pertempuran Uhud: Pelajaran Berharga

Makam para syuhada terletak di kompleks pemakaman dan terlihat sangat sederhana, hanya dikelilingi pagar setinggi 1,75 meter
Alfi SalamahAlfi Salamah12 Juni 2023 Islami
Ilustrasi Jamaah Haji Mengunjungi Tempat Bersejarah
Ilustrasi Jamaah Haji Menyusuri Tempat Perang Uhud dan Menganbil Kisah Inspiratif, Pertempuran antara 700 Pasukan Muslimin Melawan 3.000 Pasukan Quraisy Berjalan Sengit (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Ali bin Abi Thalib RA mengungkapkan bahwa kekayaan adalah godaan yang menghancurkan manusia. Keinginan akan harta begitu kuat sehingga manusia tergoda untuk meraihnya dengan segala cara, baik yang diperbolehkan maupun yang melanggar aturan.

Ada banyak contoh yang bisa menggambarkan peringatan tersebut bahkan sekelas sahabat yang telah mendapat pendidikan langsung dari Rasulullah SAW.

Harta Sebagai Ujian Manusia

Karena harta bersifat menggoda, Allah menjadikannya sebagai ujian bagi manusia. Seperti disebutkan dalam firman-Nya,

”Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian [fitnah]. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar.” (QS Al-Anfal: 28).

Para sahabat yang sehari-hari bersamai Rasulullah pun tak lepas dari godaan ini. Hal ini yang kemudian menjadi hikmah dari Perang Uhud. Salah satu perang yang terberat dialami kaum muslimin waktu itu.

Perang di kawasan Uhud, bermula dari keinginan balas dendam kaum kafir Quraisy seusai kekalahan mereka dalam Perang Badar.

Mereka berencana menyerbu umat Islam yang ada di Madinah. Peristiwanya terjadi pada 15 Syawal 3 H, atau sekitar bulan Maret 625.

Baca Juga:
  • Tips Mengatasi Demam Setelah Puncak Haji untuk Jamaah
  • MPW PP Kaltim Gelar Nuzulul Quran, Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi dan Peduli Sesama
  • Bekerja Berat saat Ramadan: Bolehkah Tidak Puasa dan Bayar Fidyah?
  • Sembilan Tips Menjaga Kebersamaan Rombongan di Masjid Nabawi

Strategi Hadang Pasukan Quraisy

Rasulullah dan para sahabat pun menyusun strategi bagaimana menghadang pasukan Quraisy yang pastinya memiliki jumlah pasukan berlipat ganda dan motivasi berlebih untuk menghancurkan kaum Muslimin.

Sebanyak 50 pasukan pemanah, oleh Rasulullah yang memimpin langsung pasukannya, bertempatkan di atas Jabal Uhud.

Mereka mendapat perintah menunggu di bukit tersebut, untuk melakukan serangan apabila kaum Quraisy menyerbu, terutama pasukan berkudanya. Sedangkan pasukan lainnya, menunggu di celah bukit.

700 Pasukan Muslim Melawan 3.000 Pasukan Quraisy

Pertempuran antara 700 pasukan Muslimin melawan 3.000 pasukan Quraisy berjalan sengit. Strategi yang telah siap menghadang pasukan Quraisy berhasil. Seiring berjalannya perang, banyak pasukan Quraisy yang melarikan diri.

Trauma kekalahan mendera mereka. Di sinilah titik balik pelajaran berharga yang para sahabat terima yakni patuhi instruksi Nabi dan jangan tergoda harta.

Muslimin yang tadinya di Bukit Uhud, tergiur barang-barang kaum musyrikin yang sebelumnya sempat melarikan diri.

Artikel Terkait:
  • Rahasia Puasa Dzulhijjah dan Keutamaannya
  • Childfree dalam Pandangan Islam
  • Empat Kunci Hidup Tenang dalam Islam
  • Jamaah Laksanakan Safari Wukuf, Puskes Haji akan Skrining

Makam Para Syuhada Sangat Sederhana

Makam para syuhada terletak di kompleks pemakaman dan terlihat sangat sederhana, hanya dikelilingi pagar setinggi 1,75 meter.

Dari luar hanya ada jeruji, sehingga jamaah bisa melongok sedikit ke dalam. Bahkan, di dalam area permakaman menggunakan pagar, tidak ada tanda-tanda khusus seperti batu nisan, yang menandakan ada makam di sana.

Adapun tempat memanah juga masih terlihat. Tempat tersebut, juga menjadi favorit sebagian jamaah haji untuk sekedar berdoa. Sebagian lainnya memilih untuk mengabadikan kedatanganya ke sana.

Pelajaran yang Sangat Relevan

Dua pelajaran tadi yang coba jamaah haji resapi dari berbagai dunia termasuk Indonesia ketika berziarah ke Jabal Uhud. Pelajaran yang sangat relevan hingga saat ini.

Apalagi kepada jamaah haji, untuk selalu mematuhi imbauan semisal tidak memaksakan diri apabila memang tidak sehat. Seimbangkan antara istirahat dan ibadah saat berada di Madinah maupun di Makkah sebelum puncak haji tiba.

Jangan Lewatkan:
  • Menggali Kearifan Ramadan, Meningkatkan Akhlak dan Kepedulian
  • Rekomendasi Menu untuk Mengelola Daging Qurban
  • Belajar Ikhlas
  • Cerdas Beramal

Juga tak berboros-boros ria membeli oleh-oleh karena ada kapasitas koper dalam bagasi yang perlu dipatuhi.

Lagipula ada opsi lain yang perlu pertimbangan yakni beli oleh-oleh di Tanah Air, karena jenis dan ragamnya sama bahkan bisa lebih murah dan tak repot-repot membawanya. Hemat tenaga untuk puncak haji ke depan ya jamaah.

Ali Bin Abi Thalib Info Haji 2023 Kisah Inspiratif Perang Uhud
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePria India Menempuh Perjalanan Kaki Setahun demi Haji
Next Article Menag Puji Arab Saudi Soal Penerbangan Jamaah Haji

Informasi lainnya

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026

Makna Idul Fitri

20 Maret 2026

Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya

20 Maret 2026

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

15 Maret 2026

Sahabat Kecil Rasulullah

13 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Bukan Vasektomi Solusinya

Editorial Udex Mundzir

Pergi Haji atau Umroh Dulu? Ini Jawaban Ustadz Abdul Somad

Islami Alfi Salamah

Bersihkan Warisan Kabinet Jokowi

Editorial Udex Mundzir

Ketika Moral Publik Mati

Editorial Udex Mundzir

Kades Wunut Klaten Bagikan THR Rp200 Ribu per Warga

Happy Ericka
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati11 Januari 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pelayanan Terbaik Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi