Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 20 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kisah Inspiratif dari Medan Pertempuran Uhud: Pelajaran Berharga

Makam para syuhada terletak di kompleks pemakaman dan terlihat sangat sederhana, hanya dikelilingi pagar setinggi 1,75 meter
Alfi SalamahAlfi Salamah12 Juni 2023 Islami
Ilustrasi Jamaah Haji Mengunjungi Tempat Bersejarah
Ilustrasi Jamaah Haji Menyusuri Tempat Perang Uhud dan Menganbil Kisah Inspiratif, Pertempuran antara 700 Pasukan Muslimin Melawan 3.000 Pasukan Quraisy Berjalan Sengit (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Ali bin Abi Thalib RA mengungkapkan bahwa kekayaan adalah godaan yang menghancurkan manusia. Keinginan akan harta begitu kuat sehingga manusia tergoda untuk meraihnya dengan segala cara, baik yang diperbolehkan maupun yang melanggar aturan.

Ada banyak contoh yang bisa menggambarkan peringatan tersebut bahkan sekelas sahabat yang telah mendapat pendidikan langsung dari Rasulullah SAW.

Harta Sebagai Ujian Manusia

Karena harta bersifat menggoda, Allah menjadikannya sebagai ujian bagi manusia. Seperti disebutkan dalam firman-Nya,

”Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian [fitnah]. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar.” (QS Al-Anfal: 28).

Para sahabat yang sehari-hari bersamai Rasulullah pun tak lepas dari godaan ini. Hal ini yang kemudian menjadi hikmah dari Perang Uhud. Salah satu perang yang terberat dialami kaum muslimin waktu itu.

Perang di kawasan Uhud, bermula dari keinginan balas dendam kaum kafir Quraisy seusai kekalahan mereka dalam Perang Badar.

Mereka berencana menyerbu umat Islam yang ada di Madinah. Peristiwanya terjadi pada 15 Syawal 3 H, atau sekitar bulan Maret 625.

Baca Juga:
  • MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo
  • Makna Idul Fitri
  • Tegakkan Keadilan, Umar bin Abdul Aziz Wafat Karena Diracun
  • Cara Penyembelihan atau Mematikan Hewan Menurut Syariat Islam, Pelaksanaan Qurban di Hari Iduladha

Strategi Hadang Pasukan Quraisy

Rasulullah dan para sahabat pun menyusun strategi bagaimana menghadang pasukan Quraisy yang pastinya memiliki jumlah pasukan berlipat ganda dan motivasi berlebih untuk menghancurkan kaum Muslimin.

Sebanyak 50 pasukan pemanah, oleh Rasulullah yang memimpin langsung pasukannya, bertempatkan di atas Jabal Uhud.

Mereka mendapat perintah menunggu di bukit tersebut, untuk melakukan serangan apabila kaum Quraisy menyerbu, terutama pasukan berkudanya. Sedangkan pasukan lainnya, menunggu di celah bukit.

700 Pasukan Muslim Melawan 3.000 Pasukan Quraisy

Pertempuran antara 700 pasukan Muslimin melawan 3.000 pasukan Quraisy berjalan sengit. Strategi yang telah siap menghadang pasukan Quraisy berhasil. Seiring berjalannya perang, banyak pasukan Quraisy yang melarikan diri.

Trauma kekalahan mendera mereka. Di sinilah titik balik pelajaran berharga yang para sahabat terima yakni patuhi instruksi Nabi dan jangan tergoda harta.

Muslimin yang tadinya di Bukit Uhud, tergiur barang-barang kaum musyrikin yang sebelumnya sempat melarikan diri.

Artikel Terkait:
  • Menjadi Bintang
  • Barang yang Jarang Dipakai Akan Dihisab di Akhirat
  • Syarikat Islam Gelar Iftar Jama’i, Perkuat Ekonomi dan Solidaritas Umat
  • Makanan Indonesia Memukau Arab Saudi dengan Bakso dan Rendang

Makam Para Syuhada Sangat Sederhana

Makam para syuhada terletak di kompleks pemakaman dan terlihat sangat sederhana, hanya dikelilingi pagar setinggi 1,75 meter.

Dari luar hanya ada jeruji, sehingga jamaah bisa melongok sedikit ke dalam. Bahkan, di dalam area permakaman menggunakan pagar, tidak ada tanda-tanda khusus seperti batu nisan, yang menandakan ada makam di sana.

Adapun tempat memanah juga masih terlihat. Tempat tersebut, juga menjadi favorit sebagian jamaah haji untuk sekedar berdoa. Sebagian lainnya memilih untuk mengabadikan kedatanganya ke sana.

Pelajaran yang Sangat Relevan

Dua pelajaran tadi yang coba jamaah haji resapi dari berbagai dunia termasuk Indonesia ketika berziarah ke Jabal Uhud. Pelajaran yang sangat relevan hingga saat ini.

Apalagi kepada jamaah haji, untuk selalu mematuhi imbauan semisal tidak memaksakan diri apabila memang tidak sehat. Seimbangkan antara istirahat dan ibadah saat berada di Madinah maupun di Makkah sebelum puncak haji tiba.

Jangan Lewatkan:
  • MPW PP Kaltim Gelar Nuzulul Quran, Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi dan Peduli Sesama
  • Hikmah Idul Qurban
  • Childfree dalam Pandangan Islam
  • Mengukir Adab Haji dan Sunnah Wasiat Sebelum Berangkat

Juga tak berboros-boros ria membeli oleh-oleh karena ada kapasitas koper dalam bagasi yang perlu dipatuhi.

Lagipula ada opsi lain yang perlu pertimbangan yakni beli oleh-oleh di Tanah Air, karena jenis dan ragamnya sama bahkan bisa lebih murah dan tak repot-repot membawanya. Hemat tenaga untuk puncak haji ke depan ya jamaah.

Ali Bin Abi Thalib Info Haji 2023 Kisah Inspiratif Perang Uhud
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePria India Menempuh Perjalanan Kaki Setahun demi Haji
Next Article Menag Puji Arab Saudi Soal Penerbangan Jamaah Haji

Informasi lainnya

Syekh Al-Albani, Ketekunan Menjaga Warisan Hadis

11 September 2026

MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo

10 September 2026

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

20 Agustus 2026

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

17 Agustus 2026

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Bahaya Tersembunyi di Balik Jam Tangan Pintar

Techno Silva

Taman di Jakarta akan Dibuka 24 Jam, Siapa yang Jaga?

Editorial Udex Mundzir

Asal Usul Istilah “Pedagang Kaki Lima”

Travel Assyifa

Bubur Kacang Hijau: Kelezatan Tradisional Selama Puncak Haji

Islami Alfi Salamah

Menghargai Waktu

Islami Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Nama Jokowi Masih Tersemat di Situs OCCRP Meski Sempat Hilang

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi