Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mantan Presiden Bikin Gaduh

Ketika rakyat bertanya soal keaslian ijazah, yang muncul justru ancaman dan pembungkaman.
Udex MundzirUdex Mundzir19 April 2025 Perspektif
Kontroversi Ijazah Mantan Presiden Jokowi
Ilustrasi Kontroversi Ijazah Mantan Presiden (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kegaduhan baru muncul kembali. Tapi kali ini bukan datang dari oposisi, bukan dari rakyat yang marah-marah, melainkan dari seorang mantan presiden yang merasa terusik.

Joko Widodo—yang kini secara resmi adalah mantan Presiden RI—merespons pertanyaan publik soal keaslian ijazahnya dengan cara yang defensif. Ia mengklaim tak punya kewajiban untuk menunjukkan ijazah.

Padahal, yang dipersoalkan rakyat bukan karena benci, tapi karena ingin tahu. Karena dalam demokrasi, kejujuran pejabat publik—apalagi mantan kepala negara—adalah bagian dari akuntabilitas.

Pertanyaan publik sederhana. Jika memang ijazah itu asli, kenapa tidak ditunjukkan saja secara terbuka?

Namun yang muncul justru ancaman hukum.

Kuasa hukum mantan presiden mengancam akan menempuh jalur pidana bagi siapa pun yang dianggap menyebarkan hoaks soal ijazah.

Ini aneh.

Sebab jika memang ijazah itu sah, mestinya sangat mudah dibuktikan. Tapi kini, rakyat justru yang ditekan.

Beberapa orang sudah dijatuhi hukuman penjara. Tapi publik tidak bodoh. Mereka menyaksikan bagaimana pernyataan tentang dosen pembimbing skripsi berubah-ubah, bagaimana foto ijazah mencurigakan tersebar tanpa konfirmasi otentik yang kuat.

Dan jangan lupa, pihak kampus pun pernah menyatakan ijazah itu “hilang.” Lalu belakangan disebut ada dan siap ditunjukkan di pengadilan.

Bingung? Tentu.

Baca Juga:
  • Bela Negara Bukan Membungkam Kritik
  • Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak
  • Yang Janji Prabowo, Rakyat yang Pusing
  • Tips Temukan Passion dan Bakat ala Remaja Masa Kini

Tapi justru karena itulah, publik semakin curiga. Dan siapa yang memancing kecurigaan itu? Ya, si mantan presiden sendiri.

Ia yang awalnya menyebut nama dosen pembimbing yang ternyata bukan tercantum dalam skripsi. Ia yang memicu publik melakukan verifikasi mandiri karena negara dan lembaga tak kunjung memberi kejelasan.

Tapi alih-alih memberi jawaban, yang muncul adalah ancaman.

Bahkan, sosok seperti Hercules tiba-tiba muncul di tengah isu ini. Bukan sebagai pengacara, bukan juga pejabat. Tapi tampil seolah menjadi pembela setia.

Mengapa harus ada simbol kekuasaan informal ikut nimbrung dalam urusan keabsahan ijazah?

Pertanyaan yang sah, dibalas dengan intimidasi.

Ini bukan demokrasi. Ini adalah bentuk baru otoritarianisme yang tumbuh dari trauma kehilangan kekuasaan.

Mantan presiden seharusnya menjadi teladan, bukan penyulut ketakutan.

Rakyat punya hak bertanya. Karena Jokowi, dulunya, bukan siapa-siapa. Ia menjadi walikota, gubernur, lalu presiden—semuanya lewat proses administratif yang mensyaratkan ijazah.

Jika ternyata ada masalah pada dokumen itu, maka seluruh proses kekuasaannya berpotensi batal demi hukum.

Artikel Terkait:
  • UI Mesin Gelar Doktor Pejabat
  • Cuaca Panas? Inilah Tanaman yang Bisa Menyejukan Rumah
  • Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?
  • Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital

Ini bukan soal kebencian. Ini soal tanggung jawab moral dan hukum.

Apalagi kini dia sudah tidak menjabat. Sebagai warga negara biasa—yang kebetulan mantan presiden—ia tetap harus tunduk pada asas keterbukaan informasi publik.

Dan jika betul ada pemalsuan, maka bukan hanya dia yang harus bertanggung jawab.

KPU Solo, KPU pusat di 2014 dan 2019, serta partai pengusungnya bisa ikut terseret. Karena jika sebuah kebohongan diproses melalui jalur resmi, maka itu menjadi konspirasi politik dan kriminal.

Sayangnya, aparat penegak hukum masih diam. Padahal, bukti-bukti digital terus bermunculan.

Rakyat tidak akan diam.

Jika dulu mereka diam karena takut, kini justru semakin banyak yang berbicara. Karena yang dibungkam, biasanya akan meledak lebih keras.

Ketika negara tidak memberi kejelasan, masyarakat akan mencari kebenaran dengan caranya sendiri. Dan itu sah, selama masih dalam koridor hukum dan akal sehat.

Jangan Lewatkan:
  • Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik
  • Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?
  • Ketika Dilempari Batu, Bangunlah Istana: Pelajaran Bijak Menghadapi Kritik
  • Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi

Mantan presiden seharusnya tidak bersikap seperti pemilik negara. Apalagi mengancam warganya yang sah, hanya karena bertanya soal dokumen pendidikan.

Dokumen yang dulu dia pakai untuk mencalonkan diri. Yang dulu dia sodorkan ke lembaga negara.

Kini publik hanya meminta satu hal: verifikasi.

Tapi jika permintaan ini dibalas dengan amarah, maka jelas, bukan rakyat yang bikin gaduh. Tapi dia—mantan presiden—yang tak siap diperiksa sejarah.

Ancaman Hukum Demokrasi Indonesia Kontroversi Ijazah Kritik Publik Mantan Presiden Jokowi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’
Next Article Potong Gaji karena Salat Jumat, DPR Desak Pemerintah Tindak Tegas

Informasi lainnya

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

3 Oktober 2026

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

25 Agustus 2026

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

24 Agustus 2026

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

14 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Politik Warisan yang Membelit

Editorial Udex Mundzir

Bersihkan Warisan Kabinet Jokowi

Editorial Udex Mundzir

Rupiah Terjun Bebas, Ekonomi ke Mana?

Editorial Udex Mundzir

Cara Membuat Kimchi Korea Autentik

Food Alfi Salamah

Minuman Viral, Benarkah Sehat?

Food Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi