Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

Aura Farming Viral, Mengapa Semua Ingin Terlihat Keren?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pakar ITB: Gempa Kamchatka Peringatan Serius Bagi Indonesia

Zona seismik Kamchatka dinilai mirip dengan jalur gempa megathrust di Indonesia, potensi ancaman besar harus diantisipasi secara ilmiah.
ErickaEricka31 Juli 2025 Saintek
Prof Dr Irwan Meilano, pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB),
Prof Dr Irwan Meilano, pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Gempa berkekuatan magnitudo 8,7 yang mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7/2025), menjadi sinyal peringatan keras bagi Indonesia dan negara-negara lain yang berada di sepanjang Cincin Api Pasifik. Hal ini ditegaskan oleh Prof Dr Irwan Meilano, pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB.

Irwan menilai bahwa gempa tersebut terjadi di wilayah seismic gap, yakni zona yang memiliki catatan gempa besar di masa lalu, namun telah lama tidak aktif secara seismik. Menurutnya, kondisi ini menjadikan wilayah seperti Kamchatka sebagai bom waktu geologi yang sewaktu-waktu dapat melepaskan energi besar.

“Gempa ini terjadi di zona seismic gap, artinya ini adalah bom waktu yang akhirnya meledak,” kata Irwan dalam pernyataan di Bandung, Kamis (31/7/2025).

Ia menyatakan bahwa zona Kamchatka memiliki kesamaan karakteristik dengan kawasan barat Sumatera dan selatan Jawa di Indonesia, yang juga termasuk dalam jalur megathrust aktif dan belum mengalami gempa besar dalam lebih dari lima dekade.

Baca Juga:
  • AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI
  • Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025, Sayangnya Tak Terlihat di Indonesia
  • AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital
  • Catat Waktu Lengkap Gerhana Bulan Total September 2025

Lebih lanjut, Irwan mengungkapkan bahwa tsunami yang dipicu oleh gempa Kamchatka telah terdeteksi hingga ke pantai utara Jepang dengan ketinggian gelombang mencapai 60 cm. Fenomena ini menunjukkan besarnya energi yang dipancarkan dan seberapa jauh gelombang dapat menjalar, termasuk potensi menjangkau Indonesia Timur dalam waktu kurang dari 10 jam pasca-gempa.

Meski kawasan Kamchatka memiliki kepadatan penduduk yang rendah, Jepang kembali menunjukkan efektivitas sistem mitigasi bencana, terutama dalam hal peringatan dini tsunami berbasis sensor tekanan dan pengukuran pasang surut laut.

“Jepang tidak hanya mengandalkan perhitungan model, tetapi juga sistem observasi langsung yang sangat presisi,” jelas Irwan.

Artikel Terkait:
  • Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global
  • Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia
  • Gerhana Matahari Total 2027 Tak Akan Terlihat di Indonesia

Ia menekankan bahwa Indonesia harus mempercepat penguatan sistem mitigasi bencana berbasis sains dan teknologi. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak bisa dibangun hanya setelah bencana terjadi, tetapi harus disiapkan secara konsisten, seperti yang dilakukan Jepang.

“Jangan menunggu bencana besar untuk bergerak. Kita harus mencontoh Jepang dalam hal ketekunan, konsistensi, dan investasi jangka panjang dalam sistem mitigasi,” tegasnya.

Gempa Kamchatka, tambah Irwan, merupakan refleksi yang harus menyadarkan Indonesia bahwa potensi gempa megathrust di wilayah sendiri tidak bisa diabaikan. Pemerintah dan lembaga riset diminta untuk meningkatkan koordinasi dalam pembaruan sistem peringatan dini serta edukasi masyarakat.

Jangan Lewatkan:
  • Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal
  • ChatGPT di WhatsApp Kini Bisa Proses Perintah Gambar dan Suara
  • Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman
  • Belerang Murni di Mars: Temuan Mengejutkan Curiosity
Cincin Api Pasifik Gempa Kamchatka Megathrust Indonesia. Pakar ITB Peringatan Dini Tsunami
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKPK Banding Vonis 3,5 Tahun Hasto, Nilai Tak Sesuai Tuntutan
Next Article PPATK Buka Lagi Rekening ‘Nganggur’ Usai Dikecam Publik dan DPR

Informasi lainnya

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026

Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?

20 Agustus 2026

Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya

19 Agustus 2026

AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI

19 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Pajak dan Beban Kehidupan

Editorial Udex Mundzir

Rasa Malu Perempuan: Mahkota Kehormatan dan Kemuliaan

Islami Lina Marlina

Paradoks Pembangunan Desa

Editorial Udex Mundzir

Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi

Refleksi Alfi Salamah

Hasil Pilkada Jakarta Dua Putaran Ditepis KPU

Kroscek Silva
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi