Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kemenkes Tegaskan ChatGPT Tak Bisa Gantikan Diagnosis Dokter

Masyarakat boleh gunakan AI untuk awalan, namun validasi medis tetap wajib demi keamanan kesehatan.
ErickaEricka24 Juli 2025 Saintek
Batasan ChatGPT untuk Diagnosis Penyakit 2025
Ilustrasi Batasan ChatGPT untuk Diagnosis Penyakit 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT sebagai alat utama diagnosis penyakit. Dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (23/7/2025), Staf Ahli Teknologi Kesehatan Kemenkes, Setiaji, menekankan bahwa AI hanya dapat digunakan sebagai pendeteksi awal dan tidak bisa menggantikan peran tenaga medis profesional.

“Saat ini kita belum bisa percaya 100 persen terhadap kecerdasan buatan, jadi tetap harus berkonsultasi ke dokter,” ujar Setiaji, yang juga menjabat Ketua Tim Transformasi Teknologi dan Digitalisasi Kesehatan (TTDK) Kemenkes.

Ia menjelaskan bahwa ChatGPT dan teknologi sejenis mampu mengenali pola-pola gejala berdasarkan data global, namun konteks lokal, seperti penyakit endemik dan standar pengobatan di Indonesia, sering kali tidak tercakup secara tepat.

“Kalau sekadar ingin tahu dan waspada terhadap diri sendiri, silakan gunakan ChatGPT. Tapi paling tidak, tetap harus dilanjutkan dengan konsultasi ke dokter,” tegasnya.

Baca Juga:
  • RI Krisis Talenta Digital, Masih Defisit 4 Juta
  • Misteri 5 Agustus, Mengapa Hari Ini Lebih Pendek?
  • Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia pada 12–13 Agustus
  • Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April 2026

Menurutnya, teknologi AI memang berhasil mendorong kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pribadi, namun publik diminta cermat dalam membandingkan informasi dari berbagai sumber.

“Cara paling mudah, bandingkan jawabannya. Posisinya sama atau beda? Kalau beda, kita wajib waspada,” ujarnya.

Setiaji menyarankan masyarakat menggunakan platform AI lokal seperti Sahabat AI yang telah dikembangkan dengan menyesuaikan data dan bahasa berdasarkan konteks Indonesia. Platform ini dinilai lebih akurat dan relevan dalam memberikan rekomendasi awal.

“Datanya ada di Indonesia dan pakai bahasa lokal, itu sudah lebih baik dibanding hanya mencari di Google,” tambahnya.

Artikel Terkait:
  • AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital
  • Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya
  • Android Siapkan Mode Desktop Pintar untuk Lawan DeX
  • Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Kemenkes juga menyoroti beberapa kelemahan AI dalam bidang medis, seperti sensitivitas terhadap konteks klinis, akurasi diagnosis awal, serta keterbatasan dalam menginterpretasikan hasil gambar medis seperti rontgen atau MRI, terutama jika kualitasnya rendah.

“Kalau image-nya blur, ya hasilnya pasti tidak akurat. Jadi yang kita ukur dua hal: sensitivitas dan akurasi. Dan ChatGPT masih belum cukup di dua hal itu,” terang Setiaji.

Pemerintah berharap penggunaan AI dapat diarahkan untuk keperluan preventif dan edukatif, bukan sebagai pengganti konsultasi medis. Validasi oleh dokter tetap menjadi langkah krusial dalam menjaga keselamatan dan akurasi perawatan pasien.

Jangan Lewatkan:
  • BYD Siap Luncurkan Baterai Blade Generasi Baru pada 2025
  • Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman
  • Resonansi Orbit dan Gerhana Total
  • Fenomena Sturgeon Moon Hiasi Langit Agustus
AI Diagnosis Penyakit ChatGPT Medis Kemenkes 2025 Saintek Indonesia Transformasi Digital Kesehatan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBareskrim Naikkan Status Kasus Beras Oplosan, 67 Produsen Diduga Terlibat
Next Article Gubernur Bayangan di Tambang Rakyat

Informasi lainnya

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

25 April 2026

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

14 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

11 April 2026

Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

Pancasila Bukan Milik Satu Nama

Editorial Udex Mundzir

Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

Profil Alfi Salamah

Memahami Etika Tak Tertulis di Masyarakat

Daily Tips Alfi Salamah

Peran dan Pengaruh Kucing dalam Film, Buku, dan Musik

Opini Alfi Salamah

Memilih Menteri

Gagasan Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi