Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon

Cahaya menyilaukan di langit barat Cirebon pada Minggu petang meninggalkan tanya, sebelum sains memberi jawabannya.
ErickaEricka7 Oktober 2025 Saintek
Meteor jatuh di Cirebon 2025 Laut Jawa
Meteor jatuh di Cirebon (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Cirebon – Langit sore di Cirebon pada Minggu (5/10/2025) tiba-tiba berubah terang oleh cahaya menyilaukan diiringi dentuman keras yang sempat membuat warga panik. Peristiwa itu rupanya bukan ledakan atau gempa bumi, melainkan meteor besar yang jatuh di wilayah Laut Jawa, sebagaimana dikonfirmasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Menurut laporan resmi BRIN, fenomena tersebut termasuk kategori bolide, yaitu meteor berukuran besar yang meledak di atmosfer dan menghasilkan cahaya serta gelombang kejut kuat. Peristiwa langka ini terjadi sekitar pukul 18.30–18.39 WIB dan terekam oleh beberapa kamera CCTV dari berbagai titik di Cirebon, Kuningan, hingga Majalengka.

“Cahaya yang tampak dan suara ledakan berasal dari gelombang kejut saat meteor memasuki lapisan atmosfer rendah, bukan karena meteor menabrak permukaan bumi,” ujar Thomas Djamaluddin, Peneliti Utama Pusat Riset Antariksa BRIN, dalam keterangannya pada Senin (6/10/2025).

Thomas menambahkan, meteor kemungkinan besar terbakar habis di atmosfer, dan sisa materialnya jatuh di Laut Jawa. Karena itu, tidak ditemukan serpihan atau kawah di daratan Cirebon. Ia juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak berbahaya bagi masyarakat. “Gelombang kejutnya memang terdengar keras, tetapi tidak menimbulkan kerusakan,” ujarnya.

Baca Juga:
  • Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi
  • DeepSeek vs ChatGPT, Mana yang Lebih Unggul?
  • Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit RI
  • Misteri 5 Agustus, Mengapa Hari Ini Lebih Pendek?

Sementara itu, BMKG Stasiun Kertajati melaporkan bahwa kondisi cuaca saat kejadian sangat normal—tanpa aktivitas petir, badai, atau hujan lebat—sehingga menutup kemungkinan bahwa cahaya besar tersebut berasal dari fenomena meteorologi. Data seismik mencatat adanya getaran kecil pada pukul 18.39:12 WIB, yang dikonfirmasi sebagai efek gelombang kejut akibat meteor.

Pihak Polresta Cirebon bersama BPBD juga turun langsung ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik jatuh meteor, termasuk wilayah Ciperna hingga pesisir utara. Namun, hasil penyisiran tidak menemukan benda asing atau kerusakan di permukaan tanah. “Dugaan kuat, meteor jatuh di laut, bukan di darat,” ungkap seorang pejabat Polresta Cirebon dikutip dari Antara.

Fenomena serupa ternyata pernah terjadi di wilayah ini. Berdasarkan catatan astronomi, pada Senin (10/7/1922), dua fragmen meteor ditemukan di Sindanglaut, Cirebon, dengan berat total 15,5 kilogram. Salah satu fragmen bahkan dilaporkan membelah batang pohon pisang dan menimbulkan lubang kecil di tanah.

Artikel Terkait:
  • Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal
  • Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?
  • PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting
  • RI Krisis Talenta Digital, Masih Defisit 4 Juta

BRIN mengimbau masyarakat agar tidak panik serta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Menurut lembaga tersebut, aktivitas meteor seperti ini merupakan kejadian alam rutin yang menandai interaksi Bumi dengan benda langit di orbitnya.

“Meteor seperti ini bukan tanda bahaya, melainkan pengingat bahwa Bumi kita selalu berinteraksi dengan alam semesta,” tutup Thomas Djamaluddin.

Fenomena meteor Cirebon menjadi momen langka yang sekaligus membuka ruang edukasi publik tentang astronomi. Meski sempat menggemparkan warga, kejadian itu membuktikan bahwa sains dapat memberikan ketenangan di tengah kepanikan.

Jangan Lewatkan:
  • AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI
  • Pakar ITB: Gempa Kamchatka Peringatan Serius Bagi Indonesia
  • Digital Paper 2023 Lonjakan Inovasi Keluaran Terbaru
  • Ilmuwan Italia Berhasil Ubah Cahaya Menjadi Materi Padat
BMKG Cirebon BRIN Antariksa Fenomena Alam Indonesia Meteor Cirebon 2025 Meteor Laut Jawa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIstri Wapres Ke-4 RI Karlinah Umar Wirahadikusumah Tutup Usia
Next Article Gempa Dahsyat Guncang Melonguane, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Menyesap Filosofi di Balik Secangkir Teh Jepang

Travel Alfi Salamah

Nick Woodman dan Kisah Sukses GoPro

Profil Lina Marlina

Puasa 72 Jam, Sehatkah Menurut Islam dan Ilmu Kedokteran?

Daily Tips Ericka

Digital Nomad, Hidup atau Ilusi?

Daily Tips Alfi Salamah

Cuaca Panas? Inilah Tanaman yang Bisa Menyejukan Rumah

Perspektif Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi