Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 24 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah

Dalam gejolak politik dan darah pasca-G30S, ia menjadi simbol keberanian sekaligus kontroversi dalam sejarah militer Indonesia.
Alfi SalamahAlfi Salamah4 Januari 2026 Profil
Tokoh militer Indonesia
Sarwo Edhie Wibowo, Tokoh Militer Hebat (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sarwo Edhie Wibowo lahir di Purworejo, Jawa Tengah, pada 25 Juli 1925. Ia menempuh pendidikan militer di Pembela Tanah Air (PETA), cikal bakal TNI, saat Indonesia masih di bawah penjajahan Jepang. Usai proklamasi kemerdekaan, Sarwo Edhie aktif dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan terlibat dalam berbagai pertempuran mempertahankan kemerdekaan.

Kemampuannya memimpin pasukan dan ketegasannya dalam lapangan membuat namanya cepat naik. Ia dikenal sebagai sosok yang disiplin, tegas, dan sangat loyal pada institusi militer.

Komandan RPKAD Saat Tragedi 1965

Puncak karier Sarwo Edhie datang saat ia menjabat sebagai Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) kini dikenal sebagai Kopassus. Di posisi inilah namanya lekat dengan peristiwa besar sejarah Indonesia: penumpasan G30S/PKI pada tahun 1965.

RPKAD di bawah komando Sarwo Edhie memainkan peran kunci dalam menindak para tersangka anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) di berbagai wilayah Jawa. Operasi ini membentang dari pengamanan ibu kota, pembubaran organisasi massa afiliasi PKI, hingga pembersihan di pedesaan.

Antara Kepahlawanan dan Kontroversi

Peran Sarwo Edhie dalam peristiwa pasca-G30S selalu menjadi perdebatan. Di satu sisi, ia dianggap sebagai pahlawan yang menyelamatkan Indonesia dari ancaman ideologi komunisme. Di sisi lain, ia juga dikritik karena dianggap terlibat dalam operasi militer yang menimbulkan banyak korban sipil, terutama dalam peristiwa pembantaian massal 1965–1966.

Baca Juga:
  • Tessa Wijaya, Wanita di Balik Kesuksesan Xendit
  • Tifanil Oktafira, Dedikasikan Ilmu untuk Umat
  • Nusaibah binti Ka’ab, Ikon Keberanian
  • Dari Sel Penjara ke Ruang Sidang

Namun, yang tak bisa disangkal: Sarwo Edhie adalah tokoh militer yang sangat berpengaruh pada masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru. Ia menjadi wajah militer Indonesia yang keras, disiplin, dan loyal terhadap negara, terutama pada masa awal kekuasaan Soeharto.

Karier Politik dan Hubungan dengan Soeharto

Setelah mengakhiri tugas militernya, Sarwo Edhie dipercaya menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Korea Selatan, kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), dan juga sempat menjabat sebagai Gubernur Lemhanas.

Namun, hubungannya dengan Presiden Soeharto perlahan merenggang. Ia menjadi salah satu tokoh yang bersuara kritis terhadap korupsi dan gaya pemerintahan Orde Baru, terutama menjelang akhir masa baktinya. Hal ini membuatnya tidak lagi mendapat posisi strategis di lingkar kekuasaan, meskipun namanya tetap disegani di kalangan militer.

Keluarga Militer, Cikal Bakal Generasi Baru

Sarwo Edhie Wibowo juga dikenal sebagai ayah dari Kristiani Herawati, yang kelak menjadi Ibu Negara Indonesia (2004–2014) saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia juga kakek dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tokoh muda politik Indonesia saat ini.

Warisan nilai militer, kedisiplinan, dan nasionalisme dari Sarwo Edhie terlihat jelas dalam keluarga besarnya menjadikannya sebagai figur patriarkal militer dan politik Indonesia modern.

Artikel Terkait:
  • Husodo Angkosubroto: Nahkoda Gunung Sewu Group
  • Rhenald Kasali: Merantau, Sekolah Kehidupan yang Sesungguhnya
  • Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu
  • Generasi Tua dan Muda Berkolaborasi untuk Indonesia Emas 2045

Akhir Hayat dan Pengakuan Negara

Sarwo Edhie Wibowo wafat pada 9 November 1989. Bertahun-tahun kemudian, peran dan jasanya kembali dikenang secara resmi oleh negara. Pada 10 November 2023, Presiden RI menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sarwo Edhie. Penghargaan tertinggi yang diberikan atas jasanya dalam mempertahankan dan membela kedaulatan Indonesia.

Gelar ini menuai tanggapan beragam, namun menegaskan posisi Sarwo Edhie sebagai figur penting yang tak bisa dipisahkan dari sejarah Indonesia pasca-1965.

Tentara, Sejarah, dan Dilema Bangsa

Sarwo Edhie Wibowo adalah prajurit dalam badai sejarah. Ia berdiri di tengah persimpangan antara penyelamatan negara dan tragedi kemanusiaan. Dalam segala kontroversi yang mengiringi namanya, satu hal jelas: peran dan jejaknya telah mengubah arah perjalanan republik ini.

Jangan Lewatkan:
  • S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka
  • Evis Santika: Wajah Baru di Kwarran Pramuka Cisayong
  • Malahayati, Laksamana Laut Perempuan
  • Daniel Kahneman: Akhir Tragis Seorang Peraih Nobel

Sebagai media, kami percaya penting untuk menempatkan tokoh seperti Sarwo Edhie dalam kerangka sejarah yang utuh bukan sekadar sebagai pahlawan, tapi sebagai refleksi dari kompleksitas sejarah bangsa.

G30S PKI Militer Indonesia Pahlawan Nasional Sarwo Edhie Wibowo Sejarah Orde Baru
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMochtar Kusumaatmadja, Arsitek Laut Nusantara
Next Article Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

Informasi lainnya

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

27 April 2026

Tidur Nanti Saja

21 April 2026

Dalam Diam, Tumbuh Arah

21 April 2026

Jejak Muda, Prestasi Nyata

21 April 2026

Dari Dapur ke Ruang Strategis

21 April 2026

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

31 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Temukan 3 Jam Produktif dalam Seharimu!

Daily Tips Assyifa

Mengapa Orang Kaya Rajin Berdonasi?

Bisnis Udex Mundzir

Perselisihan Jabatan dan Integritas Pilkada

Editorial Udex Mundzir

Bukan Lalai, Tapi Sinyal Korupsi

Editorial Udex Mundzir

Haji Ilegal, Iman yang Dimanfaatkan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Pramuka SMKN 3 Bone Gelar Laga Palang 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi