Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Catat Waktu Lengkap Gerhana Bulan Total September 2025

Fenomena Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 7 September 2025 dan bisa diamati dari wilayah Indonesia.
ErickaEricka3 September 2025 Saintek
Gerhana Bulan Total
Ilustrasi Gerhana Bulan Total (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 7 September 2025. Fenomena astronomi ini dapat diamati secara jelas dari sebagian besar wilayah Indonesia, dengan rangkaian fase yang berlangsung lebih dari lima jam.

Berdasarkan data BMKG, gerhana akan diawali dengan fase penumbra (P1) pada pukul 22.26 WIB, disusul gerhana sebagian (U1) pada 23.26 WIB. Gerhana total diperkirakan dimulai pada pukul 00.30 WIB, dengan puncak terjadi pada 01.11 WIB. Setelah itu, fase gerhana total berakhir (U3) pada 01.53 WIB, gerhana sebagian berakhir (U4) pada 02.56 WIB, dan fase terakhir penumbra (P4) selesai pada 03.56 WIB.

Durasi keseluruhan gerhana, dari fase penumbra hingga akhir, tercatat 5 jam 26 menit 39 detik. Sementara itu, durasi parsialitas—yakni sejak gerhana sebagian dimulai hingga berakhir—akan berlangsung selama 3 jam 29 menit 24 detik. Adapun durasi totalitas, saat Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti Bumi, akan berlangsung selama 1 jam 22 menit 6 detik.

Baca Juga:
  • Ilmuwan Italia Berhasil Ubah Cahaya Menjadi Materi Padat
  • Indonesia Jadi Acuan Global South Batasi Medsos Anak
  • Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April 2026
  • DeepSeek vs ChatGPT, Mana yang Lebih Unggul?

BMKG menjelaskan bahwa gerhana bulan hanya dapat terjadi pada fase purnama, ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus. Dalam kondisi ini, Bumi menghalangi cahaya Matahari untuk mencapai Bulan, sehingga bayangannya menutupi permukaan Bulan.

Pada puncak gerhana, Bulan diperkirakan akan tampak berwarna merah. Fenomena ini terjadi karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami hamburan Rayleigh. Cahaya dengan panjang gelombang pendek, seperti biru, akan tersebar, sedangkan cahaya merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang akan lolos dan mengenai permukaan Bulan.

Artikel Terkait:
  • Akses Bebas Data WNI ke AS, Efisiensi atau Kolonialisasi Digital?
  • AI Geser Google, Facebook, dan iPhone dari Puncak Dominasi
  • Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024

“Jika kondisi langit cerah tanpa tertutup awan, masyarakat dapat menyaksikan Bulan berwarna merah darah pada puncak gerhana,” terang BMKG dalam keterangannya.

Fenomena Gerhana Bulan Total ini menjadi salah satu peristiwa astronomi langka yang dapat diprediksi jauh hari. Masyarakat yang ingin mengamati disarankan mencari lokasi dengan minim polusi cahaya agar dapat melihat fase-fase gerhana secara lebih jelas.

Jangan Lewatkan:
  • Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager
  • Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi
  • Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon
  • Android Siapkan Mode Desktop Pintar untuk Lawan DeX
BMKG Fenomena Astronomi Gerhana Bulan 2025 Gerhana Bulan Total Jadwal Gerhana
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWamenag Alihkan Pengawalan Transisi Haji ke Sekjen
Next Article Curug Pelangi, Panorama Air dan Cahaya

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Shuka Grill: Pilihan All You Can Eat yang Memikat

Food Lina Marlina

Sabar dan Doa: Kunci Mengubah Hidup Menjadi Lebih Baik

Islami Assyifa

Menjaga Privasi: Kunci Hidup Damai dan Bebas Drama

Daily Tips Assyifa

Tips Belajar Efektif untuk Anak-anak

Daily Tips Alfi Salamah

Komdigi: Permohonan Merger XL-Smartfren Belum Diterima

Techno Assyifa
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi