Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Perjuangan Petani Mengatasi Tantangan di Era Modern

Kementerian Pertanian bersama dengan lembaga pendidikan pertanian pun telah berkolaborasi menyediakan pelatihan dan bimbingan kepada petani
Alfi SalamahAlfi Salamah24 September 2023 Global
Hari Tani Nasional
Ilustrasi Perjuangan Petani Ketika Menghadapi Era Modern (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Hari Tani Nasional merupakan hari yang menjadi sejarah untuk mengenang bagaimana perjuangan golongan petani hingga pembebasan mereka dari perkawinan.

24 September sebagai Hari Tani Nasional diteken Presiden Soekarno dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 1963. Bertepatan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960).

Sejarah Hari Tani Nasional di Masa Orde Baru

Hari Tani Nasional kemudian dibentuk atas persetujuan Presiden Soekarno. Hal ini terwujud dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 1963.

Di masa orde baru, ada berbagai perubahan di bidang pertanian. Pada tahun 1974 dibentuk Badan Litbang Pertanian berdasarkan Keppres tahun 1974 dan 1979.

Kemudian pada tahun 1980 Didirikan Departemen Koperasi secara khusus. Koperasi ini dibentuk untuk membantu para petani kecil di luar Jawa Bali agar dapat meningkatkan usaha pertanian dalam skala yang lebih besar.

Pada tahun 1983 terjadi reorganisasi di Badan Litbang Pertanian. Hal ini sesuai dengan Kepres No 24 Tahun 1983.

Baca Juga:
  • Malaysia Klaim Blok Ambalat, DPR Desak Kemlu Bertindak Tegas
  • Situs Warisan Riyadh Saksi Sejarah Nasional Arab Saudi
  • Eks Presiden Peru Divonis, Istri Lari ke Brasil
  • Putin Terpuruk Akibat Kekalahan-Kekalahan di Ukraina.

Tantangan Petani di Era Modern

Petani sebagai tulang punggung sektor pertanian dalam perekonomian negara. Perjuangan petani tidak pernah berhenti, terutama di era modern ini menghadapi berbagai tantangan.

  • Perubahan Iklim

Salah satu tantangan utama petani adalah perubahan iklim. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan suhu rata-rata di Indonesia mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini berdampak langsung pada pertanian, dengan perubahan pola musim dan cuaca yang tidak dapat diprediksi. Namun, mereka mulai mengadopsi teknik pertanian yang ramah lingkungan, seperti pemanfaatan irigasi modern dan pemilihan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.

  • Akses Terhadap Pasar

Selain itu, petani menghadapi masalah akses terhadap pasar. Data dari Kementerian Pertanian menunjukkan sebagian besar petani masih menghadapi kesulitan dalam menjual produk pertaniannya.

Hal ini dikarenakan kurangnya infrastruktur transportasi dan sistem distribusi yang efisien. Berkat perkembangan teknologi informasi, sejumlah platform daring muncul membantu petani mencari pembeli dan mendapatkan harga lebih baik untuk hasil panen mereka.

Artikel Terkait:
  • Singapura Peringatkan Risiko Perang Dunia Ketiga
  • AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah
  • Korban Gempa Vanuatu Terus Bertambah, Operasi Penyelamatan Berlanjut
  • Relasi Kompleks Yunani dan Persia Kuno
  • Peran Teknologi

Di era modern ini, peran teknologi juga semakin penting dalam pertanian. Petani mulai mengadopsi teknologi seperti drone dan sensor tanah untuk memantau kondisi tanaman mereka.

Pada tahun 1993 pun dibentuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) yang tersebar di seluruh provinsi sesuai dengan Keppres No 83 Tahun 1993.

Pentingnya Pendidikan dan Pelatihan untuk Petani

Namun, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah masalah pendidikan dan pelatihan. Kementerian Pertanian bersama dengan lembaga pendidikan pertanian pun telah berkolaborasi menyediakan pelatihan dan bimbingan kepada petani.

Dalam mengatasi tantangan di era modern, semangat dan ketekunan petani Indonesia patut diacungi jempol. Dengan mengadopsi teknologi, meningkatkan akses pasar, dan terus berkontribusi terhadap ketahanan pangan juga pertumbuhan ekonomi negara.

Semangat Perjuangan Bangsa Indonesia

Perjuangan petani di era modern ini adalah cerminan dari semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan global.

Jangan Lewatkan:
  • Protes Besar-Besaran Meletus di Pakistan Usai Penangkapan Mantan PM Imran Khan
  • Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima
  • Trump Resmikan Fase Dua Kesepakatan Gencatan Gaza
  • Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam

Dukungan dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas sangat diperlukan untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi para pahlawan pertanian kita.

Hari Tani Nasional Petani Indonesia Presiden Soekarno
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article254 Titik Panas Indikator Karhutla Di Kalimantan Timur
Next Article Bang Sakty: Sulit Jadi Single Bar dengan Banyaknya Organisasi Advokat 

Informasi lainnya

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026

Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima

15 April 2026

Ketika Prostitusi Jadi Sistem Resmi

15 April 2026
Paling Sering Dibaca

Digital Nomad, Hidup atau Ilusi?

Daily Tips Alfi Salamah

Makna Idul Fitri

Islami Lisda Lisdiawati

Koperasi Desa: Membangun atau Menguras?

Editorial Assyifa

Harta Melimpah, Hati Tetap Zuhud

Islami Alfi Salamah

Cappadocia: Kota Bawah Tanah yang Membongkar Sejarah

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi