Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

Mengapa Korupsi Menjadi Budaya?

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 18 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Perjuangan Petani Mengatasi Tantangan di Era Modern

Kementerian Pertanian bersama dengan lembaga pendidikan pertanian pun telah berkolaborasi menyediakan pelatihan dan bimbingan kepada petani
Alfi SalamahAlfi Salamah24 September 2023 Global
Hari Tani Nasional
Ilustrasi Perjuangan Petani Ketika Menghadapi Era Modern (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Hari Tani Nasional merupakan hari yang menjadi sejarah untuk mengenang bagaimana perjuangan golongan petani hingga pembebasan mereka dari perkawinan.

24 September sebagai Hari Tani Nasional diteken Presiden Soekarno dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 1963. Bertepatan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960).

Sejarah Hari Tani Nasional di Masa Orde Baru

Hari Tani Nasional kemudian dibentuk atas persetujuan Presiden Soekarno. Hal ini terwujud dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 1963.

Di masa orde baru, ada berbagai perubahan di bidang pertanian. Pada tahun 1974 dibentuk Badan Litbang Pertanian berdasarkan Keppres tahun 1974 dan 1979.

Kemudian pada tahun 1980 Didirikan Departemen Koperasi secara khusus. Koperasi ini dibentuk untuk membantu para petani kecil di luar Jawa Bali agar dapat meningkatkan usaha pertanian dalam skala yang lebih besar.

Pada tahun 1983 terjadi reorganisasi di Badan Litbang Pertanian. Hal ini sesuai dengan Kepres No 24 Tahun 1983.

Baca Juga:
  • Perubahan Dramatis: Arab Saudi Berdayakan Perempuan Sebagai Jubir
  • Indonesia Resmi Gabung WHO Kawasan Pasifik Barat
  • Erdogan Walk Out saat Prabowo Berpidato di KTT D-8, Ini Penjelasannya
  • Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

Tantangan Petani di Era Modern

Petani sebagai tulang punggung sektor pertanian dalam perekonomian negara. Perjuangan petani tidak pernah berhenti, terutama di era modern ini menghadapi berbagai tantangan.

  • Perubahan Iklim

Salah satu tantangan utama petani adalah perubahan iklim. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan suhu rata-rata di Indonesia mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini berdampak langsung pada pertanian, dengan perubahan pola musim dan cuaca yang tidak dapat diprediksi. Namun, mereka mulai mengadopsi teknik pertanian yang ramah lingkungan, seperti pemanfaatan irigasi modern dan pemilihan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.

  • Akses Terhadap Pasar

Selain itu, petani menghadapi masalah akses terhadap pasar. Data dari Kementerian Pertanian menunjukkan sebagian besar petani masih menghadapi kesulitan dalam menjual produk pertaniannya.

Hal ini dikarenakan kurangnya infrastruktur transportasi dan sistem distribusi yang efisien. Berkat perkembangan teknologi informasi, sejumlah platform daring muncul membantu petani mencari pembeli dan mendapatkan harga lebih baik untuk hasil panen mereka.

Artikel Terkait:
  • Erdogan Tinggalkan Ruangan saat Pidato Prabowo di KTT D-8
  • Wisata Korea Utara Dibuka Lagi, Tapi Pyongyang Masih Tertutup
  • PUIC ke-19 Dibuka, Indonesia Tekankan Aksi Nyata untuk Palestina
  • Honda dan Nissan Siapkan Merger, Fokus Kejar Produksi EV
  • Peran Teknologi

Di era modern ini, peran teknologi juga semakin penting dalam pertanian. Petani mulai mengadopsi teknologi seperti drone dan sensor tanah untuk memantau kondisi tanaman mereka.

Pada tahun 1993 pun dibentuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) yang tersebar di seluruh provinsi sesuai dengan Keppres No 83 Tahun 1993.

Pentingnya Pendidikan dan Pelatihan untuk Petani

Namun, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah masalah pendidikan dan pelatihan. Kementerian Pertanian bersama dengan lembaga pendidikan pertanian pun telah berkolaborasi menyediakan pelatihan dan bimbingan kepada petani.

Dalam mengatasi tantangan di era modern, semangat dan ketekunan petani Indonesia patut diacungi jempol. Dengan mengadopsi teknologi, meningkatkan akses pasar, dan terus berkontribusi terhadap ketahanan pangan juga pertumbuhan ekonomi negara.

Semangat Perjuangan Bangsa Indonesia

Perjuangan petani di era modern ini adalah cerminan dari semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan global.

Jangan Lewatkan:
  • PBB Nyatakan Gaza Alami Bencana Kelaparan Terparah
  • Raja Salman Mengundang Presiden Suriah ke KTT Arab
  • Perpaduan Tak Terduga: China Runtuh, RI Terdampak Tak Terelakkan
  • China Siapkan Roket Long March 10 untuk Misi Bulan 2030

Dukungan dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas sangat diperlukan untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi para pahlawan pertanian kita.

Hari Tani Nasional Petani Indonesia Presiden Soekarno
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article254 Titik Panas Indikator Karhutla Di Kalimantan Timur
Next Article Bang Sakty: Sulit Jadi Single Bar dengan Banyaknya Organisasi Advokat 

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Persiapan Ramadhan

Islami Assyifa

Savoy Homann Hotel, Saksi Bisu Kejayaan Bandung

Travel Assyifa

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Perspektif Udex Mundzir

Wibawa Prabowo Dipertanyakan, Siapa Pemimpin Sebenarnya?

Editorial Udex Mundzir

Gunung Galunggung Tetap Tenang dan Menawan

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi