Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 15 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Perjuangan Petani Mengatasi Tantangan di Era Modern

Kementerian Pertanian bersama dengan lembaga pendidikan pertanian pun telah berkolaborasi menyediakan pelatihan dan bimbingan kepada petani
Alfi SalamahAlfi Salamah24 September 2023 Global
Hari Tani Nasional
Ilustrasi Perjuangan Petani Ketika Menghadapi Era Modern (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Hari Tani Nasional merupakan hari yang menjadi sejarah untuk mengenang bagaimana perjuangan golongan petani hingga pembebasan mereka dari perkawinan.

24 September sebagai Hari Tani Nasional diteken Presiden Soekarno dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 1963. Bertepatan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960).

Sejarah Hari Tani Nasional di Masa Orde Baru

Hari Tani Nasional kemudian dibentuk atas persetujuan Presiden Soekarno. Hal ini terwujud dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 1963.

Di masa orde baru, ada berbagai perubahan di bidang pertanian. Pada tahun 1974 dibentuk Badan Litbang Pertanian berdasarkan Keppres tahun 1974 dan 1979.

Kemudian pada tahun 1980 Didirikan Departemen Koperasi secara khusus. Koperasi ini dibentuk untuk membantu para petani kecil di luar Jawa Bali agar dapat meningkatkan usaha pertanian dalam skala yang lebih besar.

Pada tahun 1983 terjadi reorganisasi di Badan Litbang Pertanian. Hal ini sesuai dengan Kepres No 24 Tahun 1983.

Baca Juga:
  • Ambalat Masih Diperdebatkan, Perundingan Masuk Putaran 43
  • Prabowo Serukan Persatuan ASEAN: Tak Kalah dengan Uni Eropa
  • Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk BRICS Demi Dominasi Dolar
  • Krisis Populasi Jepang: Sekolah Tutup Permanen

Tantangan Petani di Era Modern

Petani sebagai tulang punggung sektor pertanian dalam perekonomian negara. Perjuangan petani tidak pernah berhenti, terutama di era modern ini menghadapi berbagai tantangan.

  • Perubahan Iklim

Salah satu tantangan utama petani adalah perubahan iklim. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan suhu rata-rata di Indonesia mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini berdampak langsung pada pertanian, dengan perubahan pola musim dan cuaca yang tidak dapat diprediksi. Namun, mereka mulai mengadopsi teknik pertanian yang ramah lingkungan, seperti pemanfaatan irigasi modern dan pemilihan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.

  • Akses Terhadap Pasar

Selain itu, petani menghadapi masalah akses terhadap pasar. Data dari Kementerian Pertanian menunjukkan sebagian besar petani masih menghadapi kesulitan dalam menjual produk pertaniannya.

Hal ini dikarenakan kurangnya infrastruktur transportasi dan sistem distribusi yang efisien. Berkat perkembangan teknologi informasi, sejumlah platform daring muncul membantu petani mencari pembeli dan mendapatkan harga lebih baik untuk hasil panen mereka.

Artikel Terkait:
  • Erdogan Walk Out saat Prabowo Berpidato di KTT D-8, Ini Penjelasannya
  • Dubai Berencana Bangun Masjid Terapung Pertama di Dunia
  • Trump Resmikan Fase Dua Kesepakatan Gencatan Gaza
  • Timor Leste Resmi Bergabung ke ASEAN pada KTT Kuala Lumpur
  • Peran Teknologi

Di era modern ini, peran teknologi juga semakin penting dalam pertanian. Petani mulai mengadopsi teknologi seperti drone dan sensor tanah untuk memantau kondisi tanaman mereka.

Pada tahun 1993 pun dibentuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) yang tersebar di seluruh provinsi sesuai dengan Keppres No 83 Tahun 1993.

Pentingnya Pendidikan dan Pelatihan untuk Petani

Namun, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah masalah pendidikan dan pelatihan. Kementerian Pertanian bersama dengan lembaga pendidikan pertanian pun telah berkolaborasi menyediakan pelatihan dan bimbingan kepada petani.

Dalam mengatasi tantangan di era modern, semangat dan ketekunan petani Indonesia patut diacungi jempol. Dengan mengadopsi teknologi, meningkatkan akses pasar, dan terus berkontribusi terhadap ketahanan pangan juga pertumbuhan ekonomi negara.

Semangat Perjuangan Bangsa Indonesia

Perjuangan petani di era modern ini adalah cerminan dari semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan global.

Jangan Lewatkan:
  • Trump Dikabarkan Akan Terima Jet Mewah dari Qatar
  • Pemilihan Umum Turki 2023: Ujian Terberat bagi Kekuasan Erdogan
  • PDIP Ingatkan: Palestina Harus Merdeka di Tanah Sendiri, Bukan Diterima Sementara
  • Gempa M 7,7 Guncang Myanmar, Enam Wilayah Darurat

Dukungan dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas sangat diperlukan untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi para pahlawan pertanian kita.

Hari Tani Nasional Petani Indonesia Presiden Soekarno
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article254 Titik Panas Indikator Karhutla Di Kalimantan Timur
Next Article Bang Sakty: Sulit Jadi Single Bar dengan Banyaknya Organisasi Advokat 

Informasi lainnya

Jejak Lama Nusantara di Enam Negara Tetangga

14 April 2026

Terusan Korintus, Mimpi Kuno yang Tertunda 25 Abad

13 April 2026

Dinding Biru Pompeii, Simbol Kekayaan Romawi Kuno

12 April 2026

Votcha 2026 Ubah Cara Daftar Lari Jadi Lebih Adil

12 April 2026

Relasi Kompleks Yunani dan Persia Kuno

11 April 2026

Indonesia Desak PBB Usut Kematian 3 TNI di Lebanon

1 April 2026
Paling Sering Dibaca

Keunikan Budaya dan Kemajuan Teknologi, Inilah Keistimewaan Jepang

Travel Alfi Salamah

Tom Lembong dan Kriminalisasi Kebijakan Publik

Editorial Udex Mundzir

Inilah Harga Baru Pembuatan Paspor Mulai 17 Desember

Travel Udex Mundzir

Kades Wunut Klaten Bagikan THR Rp200 Ribu per Warga

Happy Ericka

Wisata Instagramable Jadi Pangsa Pasar Baru

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi