Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 30 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gubernur Jabar Menangis, Alih Fungsi Lahan di Puncak Bogor Disorot

Dedi Mulyadi tak kuasa menahan emosi saat melihat kerusakan lingkungan akibat pembangunan di kawasan Puncak, Bogor.
AssyifaAssyifa6 Maret 2025 Lingkungan
Alih Fungsi Lahan Puncak Bogor
"Dedi Mulyadi Menangis: Krisis Lingkungan di Puncak Bogor (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bogor – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat menyaksikan secara langsung alih fungsi lahan yang terjadi di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, pada Kamis (6/3/2025). Ia bahkan meneteskan air mata saat melihat kondisi lingkungan yang berubah drastis akibat pembangunan tak terkendali.

“Ini yang berikan izinnya siapa? Dari sisi regulasi, apakah bisa direkomendasikan untuk dicabut?” tanya Dedi dengan nada kecewa saat berbincang dengan salah satu petugas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Eiger Adventure Land, Megamendung, Bogor.

Dari lokasi itu, ia melihat ke seberang dan mendapati bangunan baru berdiri di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Bangunan tersebut rencananya akan dihubungkan dengan Eiger Adventure Land melalui jembatan gantung, yang menuai pertanyaan besar mengenai izin dan dampaknya terhadap lingkungan.

Pemerintah pusat pun turun tangan dalam persoalan ini. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto turut serta dalam penyegelan empat lokasi wisata di kawasan Puncak yang dinilai melanggar aturan alih fungsi lahan.

“Banyak aduan dari masyarakat mengenai dampak banjir yang luar biasa akibat pembangunan ini. Kami harus menegakkan aturan sesuai Undang-Undang,” ujar Zulkifli Hasan.

Adapun lokasi yang disegel mencakup Pabrik Teh Ciliwung di Telaga Saat, Hibisc Fantasy, bangunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 Agro Wisata Gunung Mas, serta Eiger Adventure Land.

Baca Juga:
  • Buka Puasa Lintas Iman Dorong Kepedulian Lingkungan
  • Udin Kecam Perusahan hanya Keruk Batubara, Salurkan Bantuan ke Luar Kaltim
  • BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem di Jawa Barat hingga 7 Februari
  • Seno Aji Kecam Penambang Nakal di Kaltim

Menteri KLH Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa pembangunan di lokasi-lokasi tersebut berpotensi melanggar hukum dan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Indikasi pidananya sudah ada, dan kami akan menuntut secara hukum terhadap pihak-pihak terkait,” tegasnya.

Kerusakan lingkungan di kawasan Puncak disebut sebagai salah satu penyebab utama banjir dan longsor yang terjadi belakangan ini. Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Wahyudin Iwang, menuturkan bahwa alih fungsi lahan di kawasan tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Hutan dan lahan resapan air yang seharusnya menjadi benteng alami terhadap banjir kini berubah menjadi vila, hotel, dan tempat wisata,” ujar Iwang.

Ia juga menyoroti bahwa dalam lima tahun terakhir, kerusakan lingkungan di Puncak Bogor telah meningkat hingga 65 persen. Banyak pengembang yang diduga mengabaikan analisis dampak lingkungan (Amdal) demi keuntungan ekonomi jangka pendek.

Artikel Terkait:
  • Pupuk Kaltim Menangkan Penghargaan AREA 2023: Inovasi Kitosan Cair Limbah Cangkang Rajungan
  • Menteri LH: Indonesia Dikepung Tiga Krisis
  • BMKG Tanggapi Isu Gelombang Panas Indonesia April
  • Normalisasi Sungai di Bontang Atasi Banjir Rob,Pemprov Kaltim-TNI

Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi menegaskan perlunya langkah konkret untuk menghentikan kerusakan lingkungan di kawasan tersebut. Ia mengusulkan penghijauan kembali dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Saya sudah minta Dinas Kehutanan menyiapkan ratusan ribu, bahkan jutaan pohon untuk segera ditanam di daerah perbukitan yang kosong,” ujarnya.

Menurutnya, program ini tidak memerlukan seremoni atau acara seremonial berlebihan. Ia ingin gerakan penghijauan ini langsung dijalankan oleh warga dan petani setempat dengan pendampingan pemerintah.

Dengan kerusakan lingkungan yang semakin parah, Dedi menegaskan bahwa evaluasi tata ruang harus segera dilakukan, bahkan jika diperlukan, moratorium pembangunan baru bisa diberlakukan.

Jangan Lewatkan:
  • BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari
  • BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru
  • Supermoon Akhir Mei Diprediksi Picu Rob di Pesisir Utara Jawa
  • Bima Arya Curhat Kemacetan Bogor pada Heru Budi di Balai Kota DKI

“Jangan hanya ribut saat banjir datang. Begitu musim kemarau tiba, semuanya lupa lagi,” pungkasnya.

Alih Fungsi Lahan Bogor Kerusakan Lingkungan Konservasi Alam Puncak
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHindari 5 Jenis Orang Ini Jika Ingin Sukses dalam Bisnis
Next Article Rapak Lambur: Desa Kecil dengan Jiwa Nasionalisme Besar

Informasi lainnya

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

25 September 2026

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

14 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026
Paling Sering Dibaca

Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024, Hanya Legitimasi Kemenangan Petahana

Perspektif Udex Mundzir

Tetap Personal Branding, Tapi Jaga Privasi

Daily Tips Assyifa

Daniel Kahneman: Akhir Tragis Seorang Peraih Nobel

Profil Ericka

Hindari Jebakan Kehidupan

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Tarif Trump: Senjata Makan Tuan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Kebun Mini Super Kilat di Rumah

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi