Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gubernur Jabar Menangis, Alih Fungsi Lahan di Puncak Bogor Disorot

Dedi Mulyadi tak kuasa menahan emosi saat melihat kerusakan lingkungan akibat pembangunan di kawasan Puncak, Bogor.
AssyifaAssyifa6 Maret 2025 Lingkungan
Alih Fungsi Lahan Puncak Bogor
"Dedi Mulyadi Menangis: Krisis Lingkungan di Puncak Bogor (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bogor – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat menyaksikan secara langsung alih fungsi lahan yang terjadi di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, pada Kamis (6/3/2025). Ia bahkan meneteskan air mata saat melihat kondisi lingkungan yang berubah drastis akibat pembangunan tak terkendali.

“Ini yang berikan izinnya siapa? Dari sisi regulasi, apakah bisa direkomendasikan untuk dicabut?” tanya Dedi dengan nada kecewa saat berbincang dengan salah satu petugas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Eiger Adventure Land, Megamendung, Bogor.

Dari lokasi itu, ia melihat ke seberang dan mendapati bangunan baru berdiri di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Bangunan tersebut rencananya akan dihubungkan dengan Eiger Adventure Land melalui jembatan gantung, yang menuai pertanyaan besar mengenai izin dan dampaknya terhadap lingkungan.

Pemerintah pusat pun turun tangan dalam persoalan ini. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto turut serta dalam penyegelan empat lokasi wisata di kawasan Puncak yang dinilai melanggar aturan alih fungsi lahan.

“Banyak aduan dari masyarakat mengenai dampak banjir yang luar biasa akibat pembangunan ini. Kami harus menegakkan aturan sesuai Undang-Undang,” ujar Zulkifli Hasan.

Adapun lokasi yang disegel mencakup Pabrik Teh Ciliwung di Telaga Saat, Hibisc Fantasy, bangunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 Agro Wisata Gunung Mas, serta Eiger Adventure Land.

Baca Juga:
  • Erupsi Semeru Semburkan Awan Panas 7 Km dari Puncak
  • Koalisi Papua Kecam Intervensi Pejabat Terkait Tambang Raja Ampat
  • Rano Karno: Inovasi Sampah Kunci Agar Jakarta Tak Tenggelam
  • Seno Aji Kecam Penambang Nakal di Kaltim

Menteri KLH Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa pembangunan di lokasi-lokasi tersebut berpotensi melanggar hukum dan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Indikasi pidananya sudah ada, dan kami akan menuntut secara hukum terhadap pihak-pihak terkait,” tegasnya.

Kerusakan lingkungan di kawasan Puncak disebut sebagai salah satu penyebab utama banjir dan longsor yang terjadi belakangan ini. Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Wahyudin Iwang, menuturkan bahwa alih fungsi lahan di kawasan tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Hutan dan lahan resapan air yang seharusnya menjadi benteng alami terhadap banjir kini berubah menjadi vila, hotel, dan tempat wisata,” ujar Iwang.

Ia juga menyoroti bahwa dalam lima tahun terakhir, kerusakan lingkungan di Puncak Bogor telah meningkat hingga 65 persen. Banyak pengembang yang diduga mengabaikan analisis dampak lingkungan (Amdal) demi keuntungan ekonomi jangka pendek.

Artikel Terkait:
  • Buka Puasa Lintas Iman Dorong Kepedulian Lingkungan
  • BPBD DKI Umumkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta 5-9 Mei 2023
  • Pegawai OIKN Dibekali Mitigasi Konflik Satwa Liar di IKN
  • Sejumlah Perusahaan Dituding Rusak KHG dan Picu Banjir

Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi menegaskan perlunya langkah konkret untuk menghentikan kerusakan lingkungan di kawasan tersebut. Ia mengusulkan penghijauan kembali dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Saya sudah minta Dinas Kehutanan menyiapkan ratusan ribu, bahkan jutaan pohon untuk segera ditanam di daerah perbukitan yang kosong,” ujarnya.

Menurutnya, program ini tidak memerlukan seremoni atau acara seremonial berlebihan. Ia ingin gerakan penghijauan ini langsung dijalankan oleh warga dan petani setempat dengan pendampingan pemerintah.

Dengan kerusakan lingkungan yang semakin parah, Dedi menegaskan bahwa evaluasi tata ruang harus segera dilakukan, bahkan jika diperlukan, moratorium pembangunan baru bisa diberlakukan.

Jangan Lewatkan:
  • Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?
  • Sikat Gigi: Kontributor Tersembunyi Krisis Iklim
  • KLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah
  • Gubernur DKI Tuntut Pembatalan Izin Usaha Pemilik Truk Tinja, Didenda Rp 5 Juta

“Jangan hanya ribut saat banjir datang. Begitu musim kemarau tiba, semuanya lupa lagi,” pungkasnya.

Alih Fungsi Lahan Bogor Kerusakan Lingkungan Konservasi Alam Puncak
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHindari 5 Jenis Orang Ini Jika Ingin Sukses dalam Bisnis
Next Article Rapak Lambur: Desa Kecil dengan Jiwa Nasionalisme Besar

Informasi lainnya

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

25 September 2026

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

14 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026
Paling Sering Dibaca

Menyusuri Heningnya Hutan Bambu Arashiyama

Travel Alfi Salamah

Tips dan Perlengkapan Mendaki Gunung Rinjani bagi Pemula

Travel Alfi Salamah

Kaya SDA, Tapi Hidup dari Pajak

Editorial Udex Mundzir

Rindu Rasul

Islami Syamril Al-Bugisyi

Menjadi Kepala Daerah

Refleksi Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi