Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gubernur Jabar Menangis, Alih Fungsi Lahan di Puncak Bogor Disorot

Dedi Mulyadi tak kuasa menahan emosi saat melihat kerusakan lingkungan akibat pembangunan di kawasan Puncak, Bogor.
AssyifaAssyifa6 Maret 2025 Lingkungan
Alih Fungsi Lahan Puncak Bogor
"Dedi Mulyadi Menangis: Krisis Lingkungan di Puncak Bogor (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bogor – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat menyaksikan secara langsung alih fungsi lahan yang terjadi di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, pada Kamis (6/3/2025). Ia bahkan meneteskan air mata saat melihat kondisi lingkungan yang berubah drastis akibat pembangunan tak terkendali.

“Ini yang berikan izinnya siapa? Dari sisi regulasi, apakah bisa direkomendasikan untuk dicabut?” tanya Dedi dengan nada kecewa saat berbincang dengan salah satu petugas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Eiger Adventure Land, Megamendung, Bogor.

Dari lokasi itu, ia melihat ke seberang dan mendapati bangunan baru berdiri di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Bangunan tersebut rencananya akan dihubungkan dengan Eiger Adventure Land melalui jembatan gantung, yang menuai pertanyaan besar mengenai izin dan dampaknya terhadap lingkungan.

Pemerintah pusat pun turun tangan dalam persoalan ini. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto turut serta dalam penyegelan empat lokasi wisata di kawasan Puncak yang dinilai melanggar aturan alih fungsi lahan.

“Banyak aduan dari masyarakat mengenai dampak banjir yang luar biasa akibat pembangunan ini. Kami harus menegakkan aturan sesuai Undang-Undang,” ujar Zulkifli Hasan.

Adapun lokasi yang disegel mencakup Pabrik Teh Ciliwung di Telaga Saat, Hibisc Fantasy, bangunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 Agro Wisata Gunung Mas, serta Eiger Adventure Land.

Baca Juga:
  • Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?
  • Buka Puasa Lintas Iman Dorong Kepedulian Lingkungan
  • Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api
  • Normalisasi Sungai di Bontang Atasi Banjir Rob,Pemprov Kaltim-TNI

Menteri KLH Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa pembangunan di lokasi-lokasi tersebut berpotensi melanggar hukum dan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Indikasi pidananya sudah ada, dan kami akan menuntut secara hukum terhadap pihak-pihak terkait,” tegasnya.

Kerusakan lingkungan di kawasan Puncak disebut sebagai salah satu penyebab utama banjir dan longsor yang terjadi belakangan ini. Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Wahyudin Iwang, menuturkan bahwa alih fungsi lahan di kawasan tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Hutan dan lahan resapan air yang seharusnya menjadi benteng alami terhadap banjir kini berubah menjadi vila, hotel, dan tempat wisata,” ujar Iwang.

Ia juga menyoroti bahwa dalam lima tahun terakhir, kerusakan lingkungan di Puncak Bogor telah meningkat hingga 65 persen. Banyak pengembang yang diduga mengabaikan analisis dampak lingkungan (Amdal) demi keuntungan ekonomi jangka pendek.

Artikel Terkait:
  • Plt Bupati Sidoarjo Tinjau Penanganan Banjir
  • Indonesia Dinilai Kurang Serius Atasi Polusi Plastik
  • Laju Deforestasi Indonesia 2024 Tembus 175 Ribu Ha
  • Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi menegaskan perlunya langkah konkret untuk menghentikan kerusakan lingkungan di kawasan tersebut. Ia mengusulkan penghijauan kembali dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Saya sudah minta Dinas Kehutanan menyiapkan ratusan ribu, bahkan jutaan pohon untuk segera ditanam di daerah perbukitan yang kosong,” ujarnya.

Menurutnya, program ini tidak memerlukan seremoni atau acara seremonial berlebihan. Ia ingin gerakan penghijauan ini langsung dijalankan oleh warga dan petani setempat dengan pendampingan pemerintah.

Dengan kerusakan lingkungan yang semakin parah, Dedi menegaskan bahwa evaluasi tata ruang harus segera dilakukan, bahkan jika diperlukan, moratorium pembangunan baru bisa diberlakukan.

Jangan Lewatkan:
  • SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG
  • Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat
  • UI Edukasi Bahaya Limbah Minyak Jelantah kepada Siswa SD

“Jangan hanya ribut saat banjir datang. Begitu musim kemarau tiba, semuanya lupa lagi,” pungkasnya.

Alih Fungsi Lahan Bogor Kerusakan Lingkungan Konservasi Alam Puncak
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHindari 5 Jenis Orang Ini Jika Ingin Sukses dalam Bisnis
Next Article Rapak Lambur: Desa Kecil dengan Jiwa Nasionalisme Besar

Informasi lainnya

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

19 Oktober 2026

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

14 Oktober 2026

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

25 September 2026

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

14 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026
Paling Sering Dibaca

Lansia dan Buta Boleh Tidak Melaksanakan Sholat Jumat?

Islami Ericka

Makna Idul Fitri

Islami Lisda Lisdiawati

Waspada, Oknum FB Palsu Mengaku Wakil Ketua DPRD Kaltim

Techno Alfi Salamah

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

Editorial Udex Mundzir

PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase

Techno Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi