Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Yang Janji Prabowo, Rakyat yang Pusing

Makan gratis itu janji politik Prabowo, tapi rakyat yang menanggung bebannya lewat kenaikan pajak dan harga—yang berjanji siapa, yang pusing siapa.
Udex MundzirUdex Mundzir12 April 2025 Perspektif
Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan sejak awal 2025. Ia lahir dari janji kampanye politik yang disambut tepuk tangan, tetapi dijalankan dengan anggaran yang menguras APBN.

Pemerintah menganggarkan Rp71 triliun untuk tahun pertama. Target akhirnya mencapai 82,9 juta penerima. Hitung-hitungan kasar menunjukkan total kebutuhan bisa tembus Rp400 triliun hingga akhir periode. Ini bukan angka kecil. Ini setara dengan total belanja beberapa kementerian strategis jika digabungkan.

Di tengah itu semua, rakyat dipaksa menyesuaikan diri dengan kenaikan PPN jadi 12%. Semua barang dan jasa naik. Konsumsi rumah tangga melemah. UMKM makin kesulitan bertahan. Pajak yang dibayar rakyat digunakan untuk membiayai janji makan gratis—yang bahkan belum tentu mereka nikmati secara langsung.

Lalu muncul pertanyaan penting: negara ini sedang bantu siapa?

Anak-anak memang butuh gizi. Tapi bukan berarti negara harus menyuapi mereka satu per satu. Negara seharusnya memastikan orang tua bisa bekerja, bisa belanja di pasar, bisa memasak sendiri di dapur mereka. Masalahnya bukan di piring makan, tapi di penghasilan yang makin tak cukup.

Baca Juga:
  • Alam dan Ego Pembangunan
  • Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?
  • Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi
  • Meski Telah Berpura-pura jadi Jakmania, Kang Emil Tetap Kalah

Masyarakat tidak kekurangan pengetahuan soal gizi. Mereka tahu mana yang sehat. Tapi mereka tidak sanggup membelinya. Solusinya bukan kasih nasi kotak tiap hari, tapi perbaiki kondisi ekonomi mereka.

Hari ini, negara justru mengambil alih tanggung jawab orang tua, tapi gagal menjamin kualitas makanan yang layak. Di berbagai daerah, muncul kasus keracunan. Makanan basi. Tender tak transparan. Distribusi tak merata. Program ini bukan sekadar mahal, tapi juga berisiko gagal fungsi.

Kalau dihentikan sekarang, negara bisa menghemat ratusan triliun dalam lima tahun. Dana sebesar itu bisa dipakai membangun industri pangan, menyerap tenaga kerja, memperkuat BPJS, memperbaiki gizi ibu hamil, atau subsidi langsung untuk keluarga miskin yang benar-benar butuh.

Program MBG bukan solusi jangka panjang. Ini proyek besar yang penuh simbol dan pencitraan. Sebuah nazar politik yang terlalu mahal, terlalu sembrono. Sekali pun sudah dijalankan, tak ada salahnya dievaluasi. Kalau ternyata lebih banyak mudaratnya, berhentikan saja.

Artikel Terkait:
  • Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?
  • Membeli Oleh-Oleh yang Bermanfaat dan Bernilai: Tips Agar Tidak Menjadi Sampah
  • Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan
  • Dapur Rapi, Pikiran Tertata

Bubur yang basi tidak harus dipaksakan dimakan, apalagi dibagi-bagikan ke seluruh negeri.

Kalau Presiden benar-benar peduli, hentikan beban ini sekarang juga. Perbaiki akarnya, bukan tambal sulam gejalanya.

Yang berjanji dulu ada di panggung kampanye. Tapi yang sekarang harus putar otak tiap hari untuk bayar kebutuhan hidup adalah rakyat biasa. Janjinya muluk, biayanya besar, dan hasilnya belum jelas.

Jangan Lewatkan:
  • Bela Negara Bukan Membungkam Kritik
  • Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum
  • Biru Fund dan Masa Depan Tambak
  • Tips Efektif untuk Tingkatkan Produktivitas Sehari-hari

Sudah cukup rakyat jadi korban ambisi politik. Yang janji boleh saja tersenyum, tapi yang pusing tetap rakyatnya.

Fiskal Negara Kritik Kebijakan Pemerintah Makan Gratis Pajak Naik Prabowo Subianto
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJokowi Siap Disidang soal Esemka, Tegaskan Proyek Bukan Tanggung Jawab Negara
Next Article Loa Ulung Kembangkan Perikanan Sungai, BUMDes Disiapkan Dukung Produksi

Informasi lainnya

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

10 Oktober 2026

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

8 Oktober 2026

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

3 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026
Paling Sering Dibaca

PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase

Techno Ericka

Fenomena Langit 2025: Gerhana Bulan Total Hiasi Malam Indonesia

Techno Assyifa

Tiga Kelompok Wanita bagi Laki-laki dalam Islam: Mahram, Azwaj, dan Ajnabi

Islami Udex Mundzir

Polres Sampang Kecolongan

Editorial Udex Mundzir

Idulfitri Momen Kembali Kepada Kesucian dan Memperkuat Toleransi

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi