Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Yang Janji Prabowo, Rakyat yang Pusing

Makan gratis itu janji politik Prabowo, tapi rakyat yang menanggung bebannya lewat kenaikan pajak dan harga—yang berjanji siapa, yang pusing siapa.
Udex MundzirUdex Mundzir12 April 2025 Perspektif
Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan sejak awal 2025. Ia lahir dari janji kampanye politik yang disambut tepuk tangan, tetapi dijalankan dengan anggaran yang menguras APBN.

Pemerintah menganggarkan Rp71 triliun untuk tahun pertama. Target akhirnya mencapai 82,9 juta penerima. Hitung-hitungan kasar menunjukkan total kebutuhan bisa tembus Rp400 triliun hingga akhir periode. Ini bukan angka kecil. Ini setara dengan total belanja beberapa kementerian strategis jika digabungkan.

Di tengah itu semua, rakyat dipaksa menyesuaikan diri dengan kenaikan PPN jadi 12%. Semua barang dan jasa naik. Konsumsi rumah tangga melemah. UMKM makin kesulitan bertahan. Pajak yang dibayar rakyat digunakan untuk membiayai janji makan gratis—yang bahkan belum tentu mereka nikmati secara langsung.

Lalu muncul pertanyaan penting: negara ini sedang bantu siapa?

Anak-anak memang butuh gizi. Tapi bukan berarti negara harus menyuapi mereka satu per satu. Negara seharusnya memastikan orang tua bisa bekerja, bisa belanja di pasar, bisa memasak sendiri di dapur mereka. Masalahnya bukan di piring makan, tapi di penghasilan yang makin tak cukup.

Baca Juga:
  • Demokrasi yang Tersandera Kotak Kosong
  • Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan
  • Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital
  • Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024, Hanya Legitimasi Kemenangan Petahana

Masyarakat tidak kekurangan pengetahuan soal gizi. Mereka tahu mana yang sehat. Tapi mereka tidak sanggup membelinya. Solusinya bukan kasih nasi kotak tiap hari, tapi perbaiki kondisi ekonomi mereka.

Hari ini, negara justru mengambil alih tanggung jawab orang tua, tapi gagal menjamin kualitas makanan yang layak. Di berbagai daerah, muncul kasus keracunan. Makanan basi. Tender tak transparan. Distribusi tak merata. Program ini bukan sekadar mahal, tapi juga berisiko gagal fungsi.

Kalau dihentikan sekarang, negara bisa menghemat ratusan triliun dalam lima tahun. Dana sebesar itu bisa dipakai membangun industri pangan, menyerap tenaga kerja, memperkuat BPJS, memperbaiki gizi ibu hamil, atau subsidi langsung untuk keluarga miskin yang benar-benar butuh.

Program MBG bukan solusi jangka panjang. Ini proyek besar yang penuh simbol dan pencitraan. Sebuah nazar politik yang terlalu mahal, terlalu sembrono. Sekali pun sudah dijalankan, tak ada salahnya dievaluasi. Kalau ternyata lebih banyak mudaratnya, berhentikan saja.

Artikel Terkait:
  • Banyak Tapi Kurang
  • Mengapa Banyak Pikiran Bikin Lapar?
  • Pentingnya Self-Care dan Cara Menjaganya
  • Suka Membaca? Ini Tips Efektif untuk Menambah Pengetahuan

Bubur yang basi tidak harus dipaksakan dimakan, apalagi dibagi-bagikan ke seluruh negeri.

Kalau Presiden benar-benar peduli, hentikan beban ini sekarang juga. Perbaiki akarnya, bukan tambal sulam gejalanya.

Yang berjanji dulu ada di panggung kampanye. Tapi yang sekarang harus putar otak tiap hari untuk bayar kebutuhan hidup adalah rakyat biasa. Janjinya muluk, biayanya besar, dan hasilnya belum jelas.

Jangan Lewatkan:
  • Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber
  • Membeli Oleh-Oleh yang Bermanfaat dan Bernilai: Tips Agar Tidak Menjadi Sampah
  • Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi
  • Meski Telah Berpura-pura jadi Jakmania, Kang Emil Tetap Kalah

Sudah cukup rakyat jadi korban ambisi politik. Yang janji boleh saja tersenyum, tapi yang pusing tetap rakyatnya.

Fiskal Negara Kritik Kebijakan Pemerintah Makan Gratis Pajak Naik Prabowo Subianto
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJokowi Siap Disidang soal Esemka, Tegaskan Proyek Bukan Tanggung Jawab Negara
Next Article Loa Ulung Kembangkan Perikanan Sungai, BUMDes Disiapkan Dukung Produksi

Informasi lainnya

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

10 Oktober 2026

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

8 Oktober 2026

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

3 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026
Paling Sering Dibaca

Tegakkan Hukum, Bukan Cari Kambing Hitam

Editorial Udex Mundzir

Menembus Gelap

Travel Udex Mundzir

Provokasi di Balik Aksi Jalanan

Editorial Udex Mundzir

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Perspektif Udex Mundzir

Investigasi MUI Terhadap Al Zaytun Mencapai Tahap Penting, Fatwa Menanti!

Islami Adit Musthofa
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi