Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 23 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Yang Janji Prabowo, Rakyat yang Pusing

Makan gratis itu janji politik Prabowo, tapi rakyat yang menanggung bebannya lewat kenaikan pajak dan harga—yang berjanji siapa, yang pusing siapa.
Udex MundzirUdex Mundzir12 April 2025 Perspektif
Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan sejak awal 2025. Ia lahir dari janji kampanye politik yang disambut tepuk tangan, tetapi dijalankan dengan anggaran yang menguras APBN.

Pemerintah menganggarkan Rp71 triliun untuk tahun pertama. Target akhirnya mencapai 82,9 juta penerima. Hitung-hitungan kasar menunjukkan total kebutuhan bisa tembus Rp400 triliun hingga akhir periode. Ini bukan angka kecil. Ini setara dengan total belanja beberapa kementerian strategis jika digabungkan.

Di tengah itu semua, rakyat dipaksa menyesuaikan diri dengan kenaikan PPN jadi 12%. Semua barang dan jasa naik. Konsumsi rumah tangga melemah. UMKM makin kesulitan bertahan. Pajak yang dibayar rakyat digunakan untuk membiayai janji makan gratis—yang bahkan belum tentu mereka nikmati secara langsung.

Lalu muncul pertanyaan penting: negara ini sedang bantu siapa?

Anak-anak memang butuh gizi. Tapi bukan berarti negara harus menyuapi mereka satu per satu. Negara seharusnya memastikan orang tua bisa bekerja, bisa belanja di pasar, bisa memasak sendiri di dapur mereka. Masalahnya bukan di piring makan, tapi di penghasilan yang makin tak cukup.

Baca Juga:
  • Alam dan Ego Pembangunan
  • Djibouti dan Politik Geografi
  • Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan
  • Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber

Masyarakat tidak kekurangan pengetahuan soal gizi. Mereka tahu mana yang sehat. Tapi mereka tidak sanggup membelinya. Solusinya bukan kasih nasi kotak tiap hari, tapi perbaiki kondisi ekonomi mereka.

Hari ini, negara justru mengambil alih tanggung jawab orang tua, tapi gagal menjamin kualitas makanan yang layak. Di berbagai daerah, muncul kasus keracunan. Makanan basi. Tender tak transparan. Distribusi tak merata. Program ini bukan sekadar mahal, tapi juga berisiko gagal fungsi.

Kalau dihentikan sekarang, negara bisa menghemat ratusan triliun dalam lima tahun. Dana sebesar itu bisa dipakai membangun industri pangan, menyerap tenaga kerja, memperkuat BPJS, memperbaiki gizi ibu hamil, atau subsidi langsung untuk keluarga miskin yang benar-benar butuh.

Program MBG bukan solusi jangka panjang. Ini proyek besar yang penuh simbol dan pencitraan. Sebuah nazar politik yang terlalu mahal, terlalu sembrono. Sekali pun sudah dijalankan, tak ada salahnya dievaluasi. Kalau ternyata lebih banyak mudaratnya, berhentikan saja.

Artikel Terkait:
  • Penyebab dan Dampak Kesombongan dalam Kehidupan Sehari-Hari
  • Rp8.100 per Dolar: Berkah atau Bencana?
  • Tips Efektif untuk Tingkatkan Produktivitas Sehari-hari
  • Jurnal Ilmiah Indonesia, Banyak Tapi Bagaikan Buih

Bubur yang basi tidak harus dipaksakan dimakan, apalagi dibagi-bagikan ke seluruh negeri.

Kalau Presiden benar-benar peduli, hentikan beban ini sekarang juga. Perbaiki akarnya, bukan tambal sulam gejalanya.

Yang berjanji dulu ada di panggung kampanye. Tapi yang sekarang harus putar otak tiap hari untuk bayar kebutuhan hidup adalah rakyat biasa. Janjinya muluk, biayanya besar, dan hasilnya belum jelas.

Jangan Lewatkan:
  • Ijazah Jokowi, Ada Atau Tidak?
  • Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024, Hanya Legitimasi Kemenangan Petahana
  • Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan
  • Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z

Sudah cukup rakyat jadi korban ambisi politik. Yang janji boleh saja tersenyum, tapi yang pusing tetap rakyatnya.

Fiskal Negara Kritik Kebijakan Pemerintah Makan Gratis Pajak Naik Prabowo Subianto
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJokowi Siap Disidang soal Esemka, Tegaskan Proyek Bukan Tanggung Jawab Negara
Next Article Loa Ulung Kembangkan Perikanan Sungai, BUMDes Disiapkan Dukung Produksi

Informasi lainnya

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

25 Agustus 2026

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

24 Agustus 2026

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

14 Agustus 2026

Efisiensi atau Salah Kelola?

4 Agustus 2026

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

Islami Lisda Lisdiawati

Juara dari Kebiasaan Kecil 

Profil Adit Musthofa

Fitur Baru BRImo Mudahkan Transfer Uang ke Luar Negeri

Bisnis Ericka

Kenali Self-Love Language Kamu, Biar Lebih Sayang Diri Sendiri

Daily Tips Alfi Salamah

Hasil Pilkada Jakarta Dua Putaran Ditepis KPU

Kroscek Silva
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi