Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 17 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kalau Taman Bisa Dibuka 24 Jam, Mengapa Masjid Tidak?

Di tengah upaya memperluas ruang publik, jangan lupakan rumah ibadah sebagai pusat ketenangan dan perlindungan sosial yang hakiki.
Udex MundzirUdex Mundzir9 April 2025 Opini
Masjid 24 Jam dan Ruang Publik
Ilustrasi Masjid 24 Jam dan Ruang Publik (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru saja mengumumkan rencana membuka enam taman kota selama 24 jam. Tujuannya mulia: menciptakan ruang publik yang lebih inklusif, tempat warga bisa beristirahat, bersosialisasi, atau sekadar melepas penat di tengah kerasnya hidup ibu kota.

Namun, di tengah antusiasme terhadap taman, satu pertanyaan muncul: mengapa taman bisa dibuka 24 jam, sementara banyak masjid justru dikunci setelah Isya?

Ini bukan sekadar perbandingan teknis antara dua fasilitas umum. Ini soal paradigma negara dalam menata ruang publik—tentang apa yang diprioritaskan, dan siapa yang diuntungkan.

Taman adalah ruang sosial yang penting. Tapi mari jujur, ia juga rentan disalahgunakan. Data dan pengalaman di Jakarta sudah cukup menjelaskan: RTH pernah menjadi tempat transaksi gelap, prostitusi terselubung, hingga lokasi kekerasan seksual. Bahkan DPRD sendiri mengingatkan potensi “risiko mesum” di taman-taman yang dibuka 24 jam.

Lalu bandingkan dengan masjid. Ruang ibadah yang sudah pasti memiliki orientasi spiritual, tata nilai, serta pengawasan internal dari takmir dan jamaah.

Baca Juga:
  • Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik
  • Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan
  • Bela Negara atau Bela Penguasa?
  • Djibouti dan Politik Geografi

Masjid tidak hanya tempat shalat. Ia juga bisa menjadi tempat beristirahat bagi musafir, tempat berlindung dari kejahatan malam, tempat curhat para fakir miskin, bahkan pusat edukasi dan dakwah. Dalam sejarah Islam, masjid adalah pusat kehidupan.

Sayangnya, banyak masjid di Jakarta dan kota besar lainnya dikunci rapat setelah malam. Alasannya klasik: keamanan, kekhawatiran disalahgunakan, dan minimnya penjaga malam. Tapi jika alasan yang sama bisa diatasi untuk taman, mengapa tidak dicoba untuk masjid?

Apakah masjid tak dianggap sebagai bagian dari ruang publik yang perlu dirawat dan dibuka aksesnya? Ataukah kita diam-diam mulai merasa masjid tidak lagi relevan bagi kehidupan urban yang serba cepat dan pragmatis?

Padahal, membuka masjid 24 jam bisa memberi manfaat besar. Bagi pekerja malam yang ingin singgah dan berdoa. Bagi pengemudi ojol yang butuh rehat. Bagi warga yang mencari ketenangan batin. Dan tentu saja, bagi mereka yang tak punya tempat berteduh—asal dikelola dengan bijak dan manusiawi.

Artikel Terkait:
  • Penyebab dan Dampak Kesombongan dalam Kehidupan Sehari-Hari
  • Demokrasi yang Tersandera Kotak Kosong
  • Mantan Presiden Bikin Gaduh
  • Investasi Milenial Kini dan Masa Depan

Pemerintah bisa bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia, lembaga zakat, dan komunitas takmir untuk memastikan keamanan dan kebersihan. Bahkan bisa disinergikan dengan program sosial—mulai dari layanan konsultasi, bantuan makanan, hingga tempat tidur darurat.

Dengan begitu, masjid bukan hanya simbol agama, tapi benar-benar hadir sebagai pusat pelayanan umat.Kalau taman bisa dijaga dengan CCTV, penerangan, dan satpam, masjid tentu bisa dikelola lebih baik—bahkan dengan nilai-nilai adab yang lebih kuat.

Poin utamanya bukan untuk menolak taman 24 jam. Tapi untuk menyuarakan keadilan perlakuan terhadap ruang-ruang publik yang bernilai spiritual. Karena tidak semua orang mencari pelarian di taman. Banyak yang mencari kedamaian di rumah Allah.

Jangan Lewatkan:
  • Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber
  • Meski Telah Berpura-pura jadi Jakmania, Kang Emil Tetap Kalah
  • Ironi di Balik Program Bergizi
  • Membeli Oleh-Oleh yang Bermanfaat dan Bernilai: Tips Agar Tidak Menjadi Sampah

Sudah saatnya kita berpikir lebih utuh. Membangun kota bukan hanya soal menambah fasilitas fisik, tapi juga menghidupkan ruang ruhani.Dan dalam suasana masyarakat yang makin tertekan secara mental, spiritual, dan ekonomi, membuka masjid 24 jam bisa menjadi langkah konkret merawat harapan.

Masjid 24 Jam RTH dan Keamanan Ruang Publik Jakarta Spiritualitas Perkotaan Taman Kota
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTaman di Jakarta akan Dibuka 24 Jam, Siapa yang Jaga?
Next Article Sertijab Kepala Dinas Perpustakaan Kukar Warnai Pergantian Kepemimpinan

Informasi lainnya

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

21 Juni 2026

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

20 Juni 2026

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

19 Juni 2026

Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

19 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan

Editorial Udex Mundzir

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

Profil Alfi Salamah

Mau Upgrade Diri? Inilah 5 Buku yang Wajib Kamu Baca di Awal Tahun

Daily Tips Alfi Salamah

Perjalanan Pulang ke Samarinda: Di Bawah Langit Bontang yang Segar

Travel Sitiaisyah

Hakim Bisa Dibeli? Ini Darurat!

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Ericka5 Agustus 2025

Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pelayanan Terbaik Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Mengenang Rachmat Gobel, Putra Bangsa yang Mendedikasikan Hidup bagi Industri dan Negeri

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi