Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kalau Taman Bisa Dibuka 24 Jam, Mengapa Masjid Tidak?

Di tengah upaya memperluas ruang publik, jangan lupakan rumah ibadah sebagai pusat ketenangan dan perlindungan sosial yang hakiki.
Udex MundzirUdex Mundzir9 April 2025 Opini
Masjid 24 Jam dan Ruang Publik
Ilustrasi Masjid 24 Jam dan Ruang Publik (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru saja mengumumkan rencana membuka enam taman kota selama 24 jam. Tujuannya mulia: menciptakan ruang publik yang lebih inklusif, tempat warga bisa beristirahat, bersosialisasi, atau sekadar melepas penat di tengah kerasnya hidup ibu kota.

Namun, di tengah antusiasme terhadap taman, satu pertanyaan muncul: mengapa taman bisa dibuka 24 jam, sementara banyak masjid justru dikunci setelah Isya?

Ini bukan sekadar perbandingan teknis antara dua fasilitas umum. Ini soal paradigma negara dalam menata ruang publik—tentang apa yang diprioritaskan, dan siapa yang diuntungkan.

Taman adalah ruang sosial yang penting. Tapi mari jujur, ia juga rentan disalahgunakan. Data dan pengalaman di Jakarta sudah cukup menjelaskan: RTH pernah menjadi tempat transaksi gelap, prostitusi terselubung, hingga lokasi kekerasan seksual. Bahkan DPRD sendiri mengingatkan potensi “risiko mesum” di taman-taman yang dibuka 24 jam.

Lalu bandingkan dengan masjid. Ruang ibadah yang sudah pasti memiliki orientasi spiritual, tata nilai, serta pengawasan internal dari takmir dan jamaah.

Baca Juga:
  • Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024, Hanya Legitimasi Kemenangan Petahana
  • Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik
  • Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat
  • Polemik Privasi di Era Digital

Masjid tidak hanya tempat shalat. Ia juga bisa menjadi tempat beristirahat bagi musafir, tempat berlindung dari kejahatan malam, tempat curhat para fakir miskin, bahkan pusat edukasi dan dakwah. Dalam sejarah Islam, masjid adalah pusat kehidupan.

Sayangnya, banyak masjid di Jakarta dan kota besar lainnya dikunci rapat setelah malam. Alasannya klasik: keamanan, kekhawatiran disalahgunakan, dan minimnya penjaga malam. Tapi jika alasan yang sama bisa diatasi untuk taman, mengapa tidak dicoba untuk masjid?

Apakah masjid tak dianggap sebagai bagian dari ruang publik yang perlu dirawat dan dibuka aksesnya? Ataukah kita diam-diam mulai merasa masjid tidak lagi relevan bagi kehidupan urban yang serba cepat dan pragmatis?

Padahal, membuka masjid 24 jam bisa memberi manfaat besar. Bagi pekerja malam yang ingin singgah dan berdoa. Bagi pengemudi ojol yang butuh rehat. Bagi warga yang mencari ketenangan batin. Dan tentu saja, bagi mereka yang tak punya tempat berteduh—asal dikelola dengan bijak dan manusiawi.

Artikel Terkait:
  • Investasi Milenial Kini dan Masa Depan
  • Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur
  • Rakyat Jabar Dijadikan Figuran “Bapak Aing”
  • Cuaca Panas? Inilah Tanaman yang Bisa Menyejukan Rumah

Pemerintah bisa bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia, lembaga zakat, dan komunitas takmir untuk memastikan keamanan dan kebersihan. Bahkan bisa disinergikan dengan program sosial—mulai dari layanan konsultasi, bantuan makanan, hingga tempat tidur darurat.

Dengan begitu, masjid bukan hanya simbol agama, tapi benar-benar hadir sebagai pusat pelayanan umat.Kalau taman bisa dijaga dengan CCTV, penerangan, dan satpam, masjid tentu bisa dikelola lebih baik—bahkan dengan nilai-nilai adab yang lebih kuat.

Poin utamanya bukan untuk menolak taman 24 jam. Tapi untuk menyuarakan keadilan perlakuan terhadap ruang-ruang publik yang bernilai spiritual. Karena tidak semua orang mencari pelarian di taman. Banyak yang mencari kedamaian di rumah Allah.

Jangan Lewatkan:
  • Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian
  • Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak
  • Ketika Dilempari Batu, Bangunlah Istana: Pelajaran Bijak Menghadapi Kritik
  • Tips Efektif untuk Tingkatkan Produktivitas Sehari-hari

Sudah saatnya kita berpikir lebih utuh. Membangun kota bukan hanya soal menambah fasilitas fisik, tapi juga menghidupkan ruang ruhani.Dan dalam suasana masyarakat yang makin tertekan secara mental, spiritual, dan ekonomi, membuka masjid 24 jam bisa menjadi langkah konkret merawat harapan.

Masjid 24 Jam RTH dan Keamanan Ruang Publik Jakarta Spiritualitas Perkotaan Taman Kota
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTaman di Jakarta akan Dibuka 24 Jam, Siapa yang Jaga?
Next Article Sertijab Kepala Dinas Perpustakaan Kukar Warnai Pergantian Kepemimpinan

Informasi lainnya

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

21 Juni 2026

Rakyat Bertanya, Negara Menjawab dengan Prosedur

20 Juni 2026

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

19 Juni 2026

Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

19 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Evaluasi Smart City Kabupaten Sidoarjo, Sekda Minta Kolaborasi Hexahelix

Techno Silva

Samarinda ke Bontang: Di Atas Aspal Berliku, Menuju Kota di Ujung Timur

Travel Alfi Salamah

Pandemi Berlalu, Industri Film Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan

Happy Ericka

Beban Mental dalam Pernikahan

Happy Alfi Salamah

Nick Woodman dan Kisah Sukses GoPro

Profil Lina Marlina
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi