Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

Sidang Isbat Kemenag Putuskan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 18 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kalau Taman Bisa Dibuka 24 Jam, Mengapa Masjid Tidak?

Di tengah upaya memperluas ruang publik, jangan lupakan rumah ibadah sebagai pusat ketenangan dan perlindungan sosial yang hakiki.
Udex MundzirUdex Mundzir9 April 2025 Opini
Masjid 24 Jam dan Ruang Publik
Ilustrasi Masjid 24 Jam dan Ruang Publik (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru saja mengumumkan rencana membuka enam taman kota selama 24 jam. Tujuannya mulia: menciptakan ruang publik yang lebih inklusif, tempat warga bisa beristirahat, bersosialisasi, atau sekadar melepas penat di tengah kerasnya hidup ibu kota.

Namun, di tengah antusiasme terhadap taman, satu pertanyaan muncul: mengapa taman bisa dibuka 24 jam, sementara banyak masjid justru dikunci setelah Isya?

Ini bukan sekadar perbandingan teknis antara dua fasilitas umum. Ini soal paradigma negara dalam menata ruang publik—tentang apa yang diprioritaskan, dan siapa yang diuntungkan.

Taman adalah ruang sosial yang penting. Tapi mari jujur, ia juga rentan disalahgunakan. Data dan pengalaman di Jakarta sudah cukup menjelaskan: RTH pernah menjadi tempat transaksi gelap, prostitusi terselubung, hingga lokasi kekerasan seksual. Bahkan DPRD sendiri mengingatkan potensi “risiko mesum” di taman-taman yang dibuka 24 jam.

Lalu bandingkan dengan masjid. Ruang ibadah yang sudah pasti memiliki orientasi spiritual, tata nilai, serta pengawasan internal dari takmir dan jamaah.

Baca Juga:
  • KDM, Calon Diktator yang Terlihat Merakyat
  • Pentingnya Self-Care dan Cara Menjaganya
  • Bela Negara Bukan Membungkam Kritik
  • Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat

Masjid tidak hanya tempat shalat. Ia juga bisa menjadi tempat beristirahat bagi musafir, tempat berlindung dari kejahatan malam, tempat curhat para fakir miskin, bahkan pusat edukasi dan dakwah. Dalam sejarah Islam, masjid adalah pusat kehidupan.

Sayangnya, banyak masjid di Jakarta dan kota besar lainnya dikunci rapat setelah malam. Alasannya klasik: keamanan, kekhawatiran disalahgunakan, dan minimnya penjaga malam. Tapi jika alasan yang sama bisa diatasi untuk taman, mengapa tidak dicoba untuk masjid?

Apakah masjid tak dianggap sebagai bagian dari ruang publik yang perlu dirawat dan dibuka aksesnya? Ataukah kita diam-diam mulai merasa masjid tidak lagi relevan bagi kehidupan urban yang serba cepat dan pragmatis?

Padahal, membuka masjid 24 jam bisa memberi manfaat besar. Bagi pekerja malam yang ingin singgah dan berdoa. Bagi pengemudi ojol yang butuh rehat. Bagi warga yang mencari ketenangan batin. Dan tentu saja, bagi mereka yang tak punya tempat berteduh—asal dikelola dengan bijak dan manusiawi.

Artikel Terkait:
  • Ketika Relawan Butuh Akal Sehat, Bukan Sekadar Semangat
  • Investasi Milenial Kini dan Masa Depan
  • Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024, Hanya Legitimasi Kemenangan Petahana
  • Titik Berat Indonesia dalam Konflik Timur Tengah

Pemerintah bisa bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia, lembaga zakat, dan komunitas takmir untuk memastikan keamanan dan kebersihan. Bahkan bisa disinergikan dengan program sosial—mulai dari layanan konsultasi, bantuan makanan, hingga tempat tidur darurat.

Dengan begitu, masjid bukan hanya simbol agama, tapi benar-benar hadir sebagai pusat pelayanan umat.Kalau taman bisa dijaga dengan CCTV, penerangan, dan satpam, masjid tentu bisa dikelola lebih baik—bahkan dengan nilai-nilai adab yang lebih kuat.

Poin utamanya bukan untuk menolak taman 24 jam. Tapi untuk menyuarakan keadilan perlakuan terhadap ruang-ruang publik yang bernilai spiritual. Karena tidak semua orang mencari pelarian di taman. Banyak yang mencari kedamaian di rumah Allah.

Jangan Lewatkan:
  • Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan
  • Jenis-Jenis Bunga, Mengungkap Keindahan dan Pesan di Baliknya
  • Cara Mengetahui Sifat Asli Manusia
  • Rp10 Ribu, Antara Anggaran dan Harapan

Sudah saatnya kita berpikir lebih utuh. Membangun kota bukan hanya soal menambah fasilitas fisik, tapi juga menghidupkan ruang ruhani.Dan dalam suasana masyarakat yang makin tertekan secara mental, spiritual, dan ekonomi, membuka masjid 24 jam bisa menjadi langkah konkret merawat harapan.

Masjid 24 Jam RTH dan Keamanan Ruang Publik Jakarta Spiritualitas Perkotaan Taman Kota
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTaman di Jakarta akan Dibuka 24 Jam, Siapa yang Jaga?
Next Article Sertijab Kepala Dinas Perpustakaan Kukar Warnai Pergantian Kepemimpinan

Informasi lainnya

Biru Fund dan Masa Depan Tambak

11 April 2026

Djibouti dan Politik Geografi

11 April 2026

Dapur Rapi, Pikiran Tertata

12 Maret 2026

Urban Farming: Mandiri di Kota

18 Januari 2026

Tren Fashion Terbaru 2026

16 Januari 2026

TikTok & Konten Viral

16 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania

Biografi Alfi Salamah

Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa

Editorial Lisda Lisdiawati

Peraturan Wajib Diketahui Sebelum Kunjungi IKN

Daily Tips Udex Mundzir

Lebih 12 Persen Tidak Mau Andi Harun Jadi Wali Kota!

Editorial Udex Mundzir

Keajaiban Nenek 95 Tahun Tawaf dan Sai Mandiri di Musim Haji

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi