Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

Aura Farming Viral, Mengapa Semua Ingin Terlihat Keren?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Koruptor Dimanja, Rakyat Dihukum Pajak

Ketika anak koruptor dikasih simpati, rakyat kecil malah disita motor karena telat bayar pajak.
Udex MundzirUdex Mundzir11 April 2025 Perspektif
Prabowo Korupsi dan Keadilan Rakyat
Ilustrasi Korupsi dan Keadilan Rakyat (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pernyataan Prabowo Subianto baru-baru ini soal penyitaan aset koruptor kembali mengundang polemik. Di satu sisi, ia menyatakan aset koruptor layak disita untuk mengembalikan kerugian negara. Tapi di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya berlaku “adil” terhadap keluarga sang koruptor, seperti anak dan istri.

Sebuah pernyataan yang terdengar humanis. Tapi jadi ironi ketika dibandingkan dengan nasib jutaan rakyat kecil yang bahkan tidak sempat merasakan keadilan serupa.

Ketika seorang warga telat bayar pajak kendaraan, motor bisa langsung disita di pinggir jalan. Tak ada empati, tak ada pengertian bahwa dia harus menyekolahkan anak, membayar utang, atau sekadar beli sembako.

Tapi untuk keluarga koruptor yang hidup berkecukupan dari uang haram, justru diajak “dipahami.”Ini bukan keadilan. Ini penghinaan terhadap logika keadilan.

Rakyat tidak menuntut balas dendam terhadap keluarga koruptor. Tapi ketika kejahatan luar biasa seperti korupsi justru direspons dengan empati yang berlebihan, maka yang rusak bukan hanya hukum, tapi moral publik.

Baca Juga:
  • Banyak Tapi Kurang
  • Tren Fashion Terbaru 2026
  • Pentingnya Self-Care dan Cara Menjaganya
  • Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan

Seorang netizen di kolom komentar menulis, “Hebat ya, lebih mikirin anak koruptor daripada rakyat yang bayar pajak.”Komentar itu tidak sendirian. Respon-respon publik di media sosial memperlihatkan kekesalan yang massif. Mereka mempertanyakan, mengapa pemerintah lebih lembut terhadap koruptor ketimbang terhadap rakyat yang jujur tapi miskin?

Apakah ini warisan pola pikir sepuluh tahun terakhir? Di mana korupsi dilawan dengan narasi sinetron, bukan tindakan konkret?Jika iya, maka sangat disayangkan jika Prabowo—yang dulu keras bersuara soal pemberantasan korupsi—kini justru terlihat mengikuti jejak gaya kepemimpinan Jokowi: lembek terhadap elit, galak terhadap rakyat kecil.

Masyarakat tidak butuh narasi empati untuk anak koruptor. Yang dibutuhkan adalah keadilan hukum yang tegas dan merata.Kalau memang ingin adil, adililah semua: rakyat miskin, pengusaha, birokrat, dan ya—koruptor serta keluarganya. Tapi keadilan bukan berarti membiarkan kemewahan dari hasil korupsi tetap dinikmati.

Tak ada jaminan bahwa istri atau anak pelaku korupsi benar-benar “tidak tahu-menahu.” Banyak kasus justru melibatkan istri sebagai penikmat harta, bahkan sebagai penyimpan aset.

Artikel Terkait:
  • Jenis-Jenis Bunga, Mengungkap Keindahan dan Pesan di Baliknya
  • Rakyat Jabar Dijadikan Figuran “Bapak Aing”
  • Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar
  • Ironi di Balik Program Bergizi

Jika logika Prabowo diterapkan, maka semua penikmat hasil kejahatan bisa mengaku tidak tahu, lalu dibiarkan hidup nyaman.

Rakyat makin muak melihat kemewahan keluarga koruptor di Instagram. Sementara banyak anak buruh bahkan tidak tahu apakah besok bisa makan atau tidak.Ini bukan soal balas dendam. Ini soal logika keadilan yang waras.

Kalau tidak bisa menyita semuanya, jangan malah mengalihkan simpati kepada mereka yang justru ikut menikmati hasil kejahatan.

Jangan Lewatkan:
  • Djibouti dan Politik Geografi
  • Ketika Pramuka Belajar Korupsi
  • Jangan-Jangan Semua Kampus Seperti UI?
  • Haji Idi dan Situasi Simalakama di Pilkada Sampang

Rakyat butuh pemimpin yang membela mereka, bukan membela sisa-sisa privilese orang-orang rakus.

Keadilan Sosial Korupsi di Indonesia Penyitaan Aset Prabowo Subianto Suara Rakyat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSunggono Apresiasi Pengabdian Edy Mardian di BPBD Kukar
Next Article Sekda Kukar Lepas Purna Tugas Sekretaris BPBD Edy Mardian

Informasi lainnya

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

25 Agustus 2026

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

24 Agustus 2026

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

14 Agustus 2026

Efisiensi atau Salah Kelola?

4 Agustus 2026

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

23 Juni 2026

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

22 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

B.J. Habibie: Arsitek Kebebasan Pers Indonesia

Profil Ericka

Film Korea Komedi Pilihan untuk Malam Tahun Baru 2026

Daily Tips Lisda Lisdiawati

Jaga Kolesterol saat Lebaran dengan Cara Sehat Ini

Daily Tips Ericka

Modus Baru Penipuan Video Call Gunakan Wajah Baim Wong

Techno Silva

ASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital

Bisnis Assyifa
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi