Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

Efisiensi atau Salah Kelola?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 6 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mewaspadai Komunisme

Ada 3 pola gerakan komunis yang masih terus berjalan sampai sekarang
Syamril Al-BugisyiSyamril Al-Bugisyi1 Oktober 2024 Refleksi
Hari Pancasila
Ilustrasi Komunisme
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pekan ini ada dua hari bersejarah di Indonesia yaitu Gerakan 30 September dan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1965 atau 59 tahun yang lalu. Partai Komunis Indonesia melakukan pemberontakan atau makar yang kedua kalinya sejak Indonesia merdeka.

Gerakan makar itu dinamai Gerakan 30 September atau Gestapu yang dipimpin oleh Kolonel Untung. Melalui penculikan di malam 30 September maka gugurlah beberapa perwira Angkatan Darat seperti Jenderal Ahmad Yani dan lainnya yang kemudian diberi gelar Pahlawan Revolusi.

Gerakan komunisme di manapun di belahan dunia ini memiliki pola yang sama yaitu kekerasan dan menghalalkan segala cara demi merebut kekuasaan. Sebagai ideologi anti Tuhan maka wajar saja demikian. Tentu tidak mengenal konsep dosa-pahala, surga-neraka. Bagi komunis hidup ini hanya di dunia. Capailah segala keinginan dan hadapi semua tantangan dengan cara apapun. Halalkan segala cara.

Peristiwa di Indonesia pada tahun 1948 dan 1965 pun demikian. Syukur Alhamdulillah Indonesia masih dalam lindungan Allah. Mahasiswa, ummat Islam dan tentara dapat bersatu melawan komunis yang pada tahun 1960-an telah melakukan teror kepada rakyat yang berbeda paham dan menjadi lawan politiknya.

Baca Juga:
  • Kontroversi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Antikritik dan Kemewahan Helikopter
  • AI Menghapus Pekerjaan Manusia?
  • Sikap dan Model Kepemimpinan dalam NU: Antara Kepentingan dan Prinsip
  • Agar Generasi Z tidak Mencemaskan

Apakah setelah PKI tumbang mereka menjadi hilang dari bumi Indonesia. Ternyata tidak. Secara organisasi PKI sudah dibubarkan. Tapi sebagai ideologi komunis tetap ada. Penggerak dan pendukungnya masih terus bergerak. Tentu yang berbeda adalah cara bergeraknya. Bukan lagi terang-terangan sebagai organisasi tapi melalui ‘gerilya’ pada berbagai lembaga yang ada.

Belajar dari sejarah bahkan sejak sebelum kemerdekaan, ada 3 pola gerakan komunis yang masih terus berjalan sampai sekarang. Sering disingkat dengan IPA yaitu infiltrasi atau penyusupan, pembusukan dan adu domba. Langkah pertama adalah menyusup ke dalam organisasi yang menjadi target. Bisa partai politik, LSM atau lembaga pemerintahan. Awalnya anggota biasa. Lama-lama bisa jadi pimpinan tinggi.

Setelah berhasil menyusup maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pembusukan. Maksudnya membuat fitnah yang dapat membangun citra buruk bagi lembaga yang disusupinya. Akhirnya terjadi polarisasi dan perpecahan. Langkah terakhir yaitu adu domba. Sesama anggota yang berbeda paham dan pendapat dibenturkan sehingga pecah.

Artikel Terkait:
  • Memilih Menteri
  • Hidup yang PSBB
  • Hindari Jebakan Kehidupan
  • Ulang Tahun Google ke-25 Tahun: Perjalanan Singkat dan Inovasi Saat Ini

Pola IPA (infiltrasi, pembusukan, adu domba) masih terus berlangsung sampai sekarang. Rakyat Indonesia harus hati-hati jika melihat ada gerakan yang terus menonjolkan perbedaan paham bukan persamaan. Apalagi jika mulai “mengkafirkan” golongan lain yang berbeda. Itu adalah langkah pembusukan sebelum akhirnya mengadu domba sesama rakyat atau ummat Islam.

Semoga kita semua tetap waspada dan tidak melupakan sejarah. Mari tetap mewaspadai komunisme. Caranya menjadi warga Indonesia yang Pancasilais. Berketuhanan, berperikemanusiaan, menjaga persatuan, musyarawah dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mari sejahterakan rakyat dan tegakkan keadilan. Lakukan pembangunan ekonomi yang merata untuk melawan kemiskinan karena itu salah satu celah pintu masuk ajaran komunisme. Jangan lupa juga tegakkan keadilan. Lawan mafia peradilan yang menghancurkan sendi-sendi keadilan dan peradaban. Selamat berjuang.

Jangan Lewatkan:
  • Pentingnya Persetujuan Warga dalam Infrastruktur Lingkungan
  • Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi
  • Tombol Motivasi
  • Bonus di Perguruan Tinggi: Kewajiban Institusi Pendidikan
Catatan Syamril Hari kesaktian Pancasila Kolonel Untung LSM PKI
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePerkuat Sinergi bersama Media, KPU Sidoarjo Minta Maaf atas Insiden Pelarangan Liputan
Next Article Terus Berinovasi dan Kreatif, Ratusan Personel Puspenerbal Rayakan Kenaikan Pangkat

Informasi lainnya

Podcast vs YouTube: Rebutan Atensi Gen Z

18 Januari 2026

AI Menghapus Pekerjaan Manusia?

17 Januari 2026

Memahami Kuasa Pengampunan Negara

1 Agustus 2025

Musik AI Tanpa Hak Cipta

27 Juli 2025

Apa yang Sebenarnya Disembunyikan dari Dana Desa?

2 Februari 2025

Menunda Beban, Mengutamakan Rakyat

23 Desember 2024
Paling Sering Dibaca

Bisnis Militer: Jalan Menuju Politik?

Editorial Udex Mundzir

Di Balik Kegelapan yang Diteriakkan

Editorial Udex Mundzir

Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa

Editorial Lisda Lisdiawati

Liburan Seru Cuma Rp1 Juta?

Travel Alfi Salamah

Pegeseran Makna Staycation dan Arti Sebenarnya

Happy Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa6 Agustus 2026

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Gus Iqdam Mengaku Dipersekusi Petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi