Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Memilih Menteri

Syamril Al-BugisyiSyamril Al-Bugisyi17 Oktober 2024 Gagasan
Kepemimpinan Rasulullah sebagai Teladan
Ilustrasi Memilih Menteri
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Saya membayangkan diri menjadi Presiden yang sedang memilih calon Menteri. Apa kriteria yang akan saya gunakan? Ada 4 kata yang semua berakhiran -ar yaitu: benar, pintar, kelar, dan tegar. Keempatnya diambil dari kepemimpinan Rasulullah dan model kompetensi Achievement Consulting. Mari kita lihat satu persatu.

Tugas pemimpin itu ada 4. Pertama, mengelola diri sendiri (manage oneself). Dari sifat Rasul ini ada di Shiddiq yang artinya benar. Orang yang benar akan mudah memimpin diri sendiri. Akan selalu melakukan hal yang benar.

Orang yang benar minimal memiliki dua ciri yaitu iman dan integritas. Iman terkait percaya kepads Allah, Tuhan yang Maha Esa. Jika seseorang punya iman maka ada rasa takut kepada Allah. Dampaknya dia tidak akan melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan jabatan karena takut kepada Allah. Semoga tidak korupsi dan selalu hati-hati saat menjabat.

Ciri kedua yaitu integritas. Ada dua tanda orang yang berintegritas yaitu suci dan sesuai. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Kesucian itu membuatnya berpikir sebelum bertindak. Apa yang dipikirkan, dikatakan dan dilakukan selalu hal yang baik dan benar. Juga ada kesesuaian antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Apa yang dijanjikan akan ditunaikan. Apa yang dikatakan sesuai kenyataan. Pejabat yang punya integritas akan jujur dan adil dalam memimpin.

Cara menilai integritas yaitu dengan melihat rekam jejak selama berkiprah, menjabat dan ditugaskan di berbagai bidang. Pastikan tidak ada kasus hukum, tidak ada pelanggaran etika, tidak ada konflik kepentingan dan perilaku lain yang menyimpang. Mungkin sulit menemukan orang yang rekam jejaknya bersih dan terpuji. Tapi pasti ada dari banyak kandidat yang ada.

Baca Juga:
  • Energi Para Pahlawan
  • Reformasi Polri: Antara Penegak Hukum atau Duta Wisata?
  • Musik AI Tanpa Hak Cipta
  • Ulang Tahun Google ke-25 Tahun: Perjalanan Singkat dan Inovasi Saat Ini

Tugas kedua dari pemimpin yaitu berfikir sehingga harus memiliki kemampuan berfikir (thinking skill) yang baik. Dari sifat Rasul yaitu fathonah yang artinya pintar. Pemimpin harus pintar agar bisa berpikir dengan tepat, cepat dan tidak diperdaya oleh lawan atau bawahan.

Minimal ada dua keterampilan berpikir yang harus kuat yaitu problem solving dan decision making. Pekerjaan pemimpin pasti banyak masalah. Baginpemimpin level tinggi masalahnya lebih kompleks dan multi variabel. Untuk itu harus dapat berpikir kritis, kreatif, analitis, dan sintesis untuk mencari solusi yang tepat.

Setelah tahu solusi harus berani mengambil keputusan. Menimbang mana yang terbaik dari berbagai pilihan. Kadang mudah memilih tapi sering juga sulit karena dilematis atau menyangkut banyak pihak. Umumnya keputusan tidak bisa menyenangkan semua pihak. Pemimpin harus mampu melakukan optimasi dan mitigasi dampak dari keputusan yang akan diambil.

Tugas ketiga dari pemimpin yaitu mengelola pekerjaan (manage task). Dari sifat Rasul yaitu amanah atau professional. Jika suatu tugas diserahkan kepada orang yang profesional dampaknya tugas akan selesai, tuntas dan kelar.

Minimal ada dua kompetensi dalam mengelola tugas yaitu business acumen dan strategic execution. Business acumen yaitu paham dan menguasai bidang kerjanya. Tahu bisnis proses, anatomi, DNA, lika liku di bidang tugasnya sehingga dapat merumuskan program dengan tepat.

Artikel Terkait:
  • Pramuka Indonesia: Dukungan Solidaritas untuk Palestina
  • Hidup yang PSBB
  • Growth Mindset
  • Menjadi Kepala Daerah

Strategic execution terkait kemampuan menjalankan, mengeksekusi apa yang direncanakan. Biasanya berhasil merencanakan. Tapi tidak dapat melaksanakan seluruh rencana karena kurang resources atau faktor leadership dan manajerial. Di sinilah pentingnya kemampuan mengeksekusi.

Tugas keempat dari pemimpin yaitu mampu mengelola tim (manage people). Dari sifat Rasul yaitu tabligh. Social skill nya bagus, mentalnya tegar dalam menghadapi orang lain. Apalagi jabatan publik dan politis. Ada banyak lawan politik yang bisa menjegal di tengah jalan.

Minimal ada dua kompetensi agar dapat mengelola tim dengan baik yaitu communication and team building. Komunikasi yaitu mampu menyampaikan ide dengan baik. Menyampaikan perintah dengan baik. Negosiasi, mediasi dengan baik. Membawa nama organisasi dgn baik. Menghadapi office politic dengan baik.

Kemampuan kedua yaitu team building. Mampu membangun tim yang kompak, sinergi, senasib sepenanggungan, bahu membahu dalam bekerja. Tim yang kompak akan bekerja dengan produktif dan bahagia.

Jangan Lewatkan:
  • Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi
  • Bebas Bertanggung Jawab
  • 4 Ethos, 4 Jusuf
  • Pentingnya Persetujuan Warga dalam Infrastruktur Lingkungan

Apakah menteri-menteri yang akan dipilih Presiden Prabowo memiliki 4-ar yaitu benar, pintar, kelar dan tegar? Apakah para menteri dapat mengelola diri sendiri, mampu berpikir dengan baik, mengelola pekerjaan, dan mengelola tim? Kita tunggu saja pengumuman resmi sebelum pelantikan.

Catatan Syamril Kepemimpinan Rasulullah Memilih Menteri Problem Solving
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDPRD Sidoarjo Gelar Rakor Pemberantasan Korupsi, di Ruang Paripurna
Next Article Seleksi Petugas Haji 2025 Segera Dilaksanakan dengan Sistem CAT

Informasi lainnya

Memahami Kuasa Pengampunan Negara

1 Agustus 2025

Musik AI Tanpa Hak Cipta

27 Juli 2025

Isra’ Mi’raj dan Problem Solving

27 Januari 2025

Menunda Beban, Mengutamakan Rakyat

23 Desember 2024

Bonus di Perguruan Tinggi: Kewajiban Institusi Pendidikan

18 Desember 2024

Citra Retak di Balik Kata

7 Desember 2024
Paling Sering Dibaca

Ketika Putra Mahkota Solo ‘Menyesal’ Bergabung dengan Republik

Editorial Udex Mundzir

Sentralisasi Berkedok Nasionalisme

Editorial Udex Mundzir

Ibu Rumah Tangga di Musi Banyuasin Raup Penghasilan dari Ternak Jangkrik

Bisnis Silva

Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin

Editorial Udex Mundzir

Pahlawan yang Dipenjara

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi