Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Diminta Tegas Pertahankan QRIS dari Tekanan Asing

Eddy Soeparno menyerukan agar Indonesia tetap mempertahankan QRIS dan tidak tunduk pada tekanan negara lain.
ErickaEricka28 April 2025 Ekonomi
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)
Ilustrasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Layaknya menjaga warisan berharga, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengingatkan pentingnya Indonesia mempertahankan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari intervensi negara asing.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/4/2025), di tengah polemik tekanan dari Amerika Serikat terkait sistem pembayaran nasional tersebut.

Menurut Eddy, keberadaan QRIS sebagai alat pembayaran berbasis digital telah membuka peluang besar untuk pelaku usaha, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga patut dipertahankan. Ia menegaskan, teknologi nasional harus berkembang secara mandiri tanpa tekanan asing.

“Saya kira kesempatan ini dibuka seluas-luasnya. Setelah itu biarlah para pelaku usaha berkompetisi secara fair,” ujar Eddy Soeparno kepada wartawan.

Baca Juga:
  • Kenaikan PPN Jadi 12 Persen Dikritik, DPR Minta Kajian Ulang
  • Sepekan Terakhir, Bursa Efek Indonesia Catatkan Transaksi Saham Melambat
  • Menyusuri Capaian Emisi Kendaraan Listrik di Hilir Hingga Dampak Ekstraktif di Hulu
  • Pemerintah Kurangi Impor Daging, Fokus ke Sapi Bakalan

Eddy juga menyatakan tidak mempermasalahkan masuknya sistem pembayaran internasional seperti Visa atau Mastercard ke Indonesia, asalkan mereka mau bersaing sehat dengan sistem domestik seperti QRIS, tanpa mendapatkan perlakuan khusus dari pemerintah.

“Indonesia bersaing secara terbuka dalam sistem pembayaran dan produk jasa lainnya. Tidak boleh ada kelonggaran atau prioritas yang diberikan secara sepihak,” tambah Eddy, menekankan pentingnya menjaga keadilan dalam persaingan.

Ketegasan ini muncul setelah adanya laporan dari Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) yang menuduh kebijakan QRIS berpotensi membatasi ruang gerak perusahaan asing dalam bersaing di pasar pembayaran digital Indonesia.

USTR menyoroti peraturan Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan transaksi domestik menggunakan switching lokal dan membatasi kepemilikan asing maksimal 20 persen dalam Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Artikel Terkait:
  • Perdagangan Saham BEI Moncer, IHSG Tembus 7.100
  • Aturan Kopdes Merah Putih Akan Masuk UU Koperasi 2025
  • Daftar Beban Ekonomi Baru yang Menanti Kelas Menengah
  • Bapanas Tegaskan Beras Medium dan Premium Tak Kena PPN

Dalam laporan tersebut, USTR mengeluhkan kurangnya transparansi dari pemerintah Indonesia dalam proses pembuatan kebijakan QRIS, serta terbatasnya kesempatan bagi pemangku kepentingan internasional untuk menyuarakan pandangan mereka.

Polemik ini pun mengundang berbagai reaksi dari dalam negeri, termasuk seruan para ekonom yang meminta agar kontrol terhadap sistem pembayaran nasional seperti QRIS tetap berada di tangan Indonesia demi menjaga kedaulatan ekonomi.

Dengan berbagai tekanan ini, sikap tegas seperti yang disampaikan oleh Eddy Soeparno dinilai krusial untuk memastikan Indonesia tetap berdaulat atas infrastruktur ekonomi digitalnya, sekaligus memberikan ruang bagi pertumbuhan industri dalam negeri tanpa campur tangan asing yang berlebihan.

Jangan Lewatkan:
  • Pertamina Bantah LPG 3 Kg Pink Gantikan Gas Melon
  • Indonesia Hadapi Tarif 19 Persen dari AS Mulai 7 Agustus
  • Menkeu Purbaya Pertimbangkan Pemangkasan PPN Tahun 2026
  • Revisi Anggaran Pendidikan: MBG Turun dan Tunjangan Guru Naik
Eddy Soeparno Intervensi Asing Kedaulatan Ekonomi QRIS Indonesia Sistem Pembayaran Digital
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSamboja dan Otorita IKN Sinergi Atasi Sampah Secara Berkelanjutan
Next Article Korea Selatan Suntik Investasi Baru Rp28,6 Triliun ke Indonesia

Informasi lainnya

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

28 Oktober 2026

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

27 Oktober 2026

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

26 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Maulid Nabi dan Pemberian Sosial, Menghidupkan Semangat Kepedulian

Islami Alfi Salamah

QR Warung dan Ketakutan Amerika

Editorial Udex Mundzir

Menghapus Jerat Judi Online Pasca Pilkada

Editorial Udex Mundzir

Garuda Pertiwi: Semangat Tanpa Batas di Balik Trofi Perdana

Editorial Udex Mundzir

Menunda Beban, Mengutamakan Rakyat

Refleksi Assyifa
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi