Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Deklarasi Sumpah Pemuda bersama Raffi Ahmad menuai polemik setelah peserta mengaku bukan mahasiswa dan menerima bayaran.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati31 Oktober 2026 Nasional
Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar
Polda Metro Jaya menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta. (Foto: Humas Polda Metro Jaya)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ajakan Raffi Ahmad melawan hoaks dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, justru memicu polemik. Seorang peserta yang mengenakan jas almamater mengaku bukan mahasiswa dan menerima bayaran untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 digelar Polda Metro Jaya pada Kamis (29/10/2026), sehari setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Kegiatan bertema Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia itu disebut diikuti sekitar 100 mahasiswa dan dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

Dalam acara tersebut, Raffi mengajak generasi muda menjaga persatuan serta melawan penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

“Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi,” ujar Raffi Ahmad dalam deklarasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat (29/10/26).

Kontroversi muncul setelah rekaman wawancara seorang peserta berjas almamater Universitas Dian Nusantara (Undira) beredar di media sosial. Pria yang awalnya memperkenalkan diri sebagai Dino itu kesulitan menjelaskan asal perguruan tingginya.

Belakangan, pria tersebut diketahui bernama Bayu Setiadi. Melalui video klarifikasi yang dipublikasikan organisasi mahasiswa Undira, Bayu mengakui bahwa dirinya bukan mahasiswa kampus tersebut.

“Saya di sini hendak mengklarifikasi bahwa saya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara,” kata Bayu Setiadi dalam video klarifikasi yang dipublikasikan BEM Undira (30/10/26).

Bayu juga mengaku mengikuti deklarasi berdasarkan undangan sebuah komunitas dan memperoleh imbalan. Jas almamater yang dikenakannya disebut diberikan oleh pihak lain tanpa penjelasan mengenai asal-usulnya.

Baca Juga:
  • Jejak Kehidupan
  • Gunung Semeru Erupsi 6 Kali, Abu Capai 1.000 Meter
  • Petugas Daker dan Sektor Sambut Jamaah Haji Indonesia
  • Istana Bantah Isu Pemotongan Beasiswa dalam Aksi ‘Indonesia Gelap’

Pengakuan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai perekrutan peserta. Namun, identitas pemberi bayaran, jumlah imbalan, dan pihak yang menyediakan almamater belum diketahui secara pasti.

Persoalan serupa muncul ketika seorang perempuan bernama Sari membacakan deklarasi menggunakan jas yang menyerupai atribut Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).

Wakil Rektor II Bidang Nonakademik UBSI, Adi Supriyatna, menegaskan kampusnya tidak pernah menerima undangan resmi ataupun mengirimkan delegasi dalam kegiatan tersebut.

“Pihak UBSI, baik di tingkat Rektorat maupun Organisasi Kemahasiswaan, tidak pernah menerima undangan dan tidak mengirimkan delegasi mahasiswa,” ujar Adi Supriyatna saat memberikan klarifikasi terkait deklarasi di Bundaran HI (30/10/26).

Menurut pemeriksaan awal UBSI, Sari tidak tercatat sebagai mahasiswa aktif. Atribut yang dikenakannya juga menggunakan logo lama institusi, sebelum BSI berubah status menjadi universitas pada 2018.

Di tengah polemik tersebut, muncul desakan agar pihak yang mengatur kehadiran peserta dan penggunaan atribut perguruan tinggi diungkap. Penjelasan penyelenggara diperlukan untuk memastikan apakah terdapat kesengajaan menghadirkan orang yang bukan mahasiswa sebagai perwakilan kampus.

Raffi Ahmad kemudian menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram resminya pada Jumat malam (30/10/2026). Ia menegaskan hanya menghadiri acara sebagai undangan dan tidak mengetahui proses persiapan kegiatan.

Artikel Terkait:
  • Berkah Ramadhan, Purna Jamnas 96 Buka Bersama Yatim Piatu
  • Pasar Murah AGP 2025 Jadi Penyangga Inflasi Rumah Tangga di Sunter Agung
  • Inovasi Kemenkes untuk Menurunkan Angka Kematian Jamaah Haji
  • Badan Gizi Ajak Swasta Dukung Program Makan Bergizi Gratis

“Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir,” tulis Raffi Ahmad dalam klarifikasinya (30/10/26).

Raffi juga menyatakan menghormati kebebasan mahasiswa menyampaikan aspirasi. Sejauh ini, belum ada bukti terverifikasi yang menunjukkan dirinya terlibat merekrut ataupun membayar peserta deklarasi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa deklarasi bertujuan memperkuat persatuan mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan.

“Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu,” kata Budi Hermanto saat deklarasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat (29/10/26).

Kontroversi ini berdampak pada kredibilitas kegiatan yang membawa nama mahasiswa Indonesia. Penggunaan almamater oleh orang yang bukan mahasiswa berpotensi menimbulkan kesalahpahaman mengenai keterlibatan dan sikap resmi perguruan tinggi.

Meski demikian, pengakuan seorang peserta menerima bayaran tidak otomatis membuktikan seluruh peserta merupakan massa bayaran. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui siapa yang merekrut, membayar, dan mengatur penggunaan atribut kampus.

Jangan Lewatkan:
  • Bill Gates Hibahkan USD159 Juta untuk Indonesia
  • BPH Migas Dapat Wewenang Baru Awasi Distribusi Elpiji 3 Kg
  • Sidang Isbat Idul Fitri 2025 Digelar 29 Maret, Pemantauan Hilal di 33 Titik
  • Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Seruan melawan hoaks kini dihadapkan pada tuntutan transparansi penyelenggaraan deklarasi itu sendiri. Kejelasan identitas peserta dan tanggung jawab pihak yang mengundang mereka diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan publik tetap terjaga.

Bundaran HI Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Bayaran Polda Metro Jaya Raffi Ahmad
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Informasi lainnya

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

27 Oktober 2026

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

26 Oktober 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

19 Oktober 2026

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

17 Oktober 2026

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

26 Agustus 2026

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

24 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Tips Mengatasi Demam Setelah Puncak Haji untuk Jamaah

Islami Alfi Salamah

Manfaat Ramadhan

Islami Syamril Al-Bugisyi

Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

Techno Alfi Salamah

Kenapa Skill Jualan Jadi Kunci Hidup Mandiri

Bisnis Udex Mundzir

Regulasi Pers Tanpa Arah

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi