Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 17 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PKS Ingatkan Dampak PHK Massal: Ekonomi Bisa Lesu

Gelombang PHK massal di sektor manufaktur menjelang Ramadan dikhawatirkan melemahkan daya beli masyarakat dan memperlambat pemulihan ekonomi.
AssyifaAssyifa5 Maret 2025 Ekonomi
PHK massal sektor manufaktur 2025
Gelombang PHK Massal: Pekerja Manufaktur Hadapi Ketidakpastian Ekonomi (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS, Alifudin, mengingatkan pemerintah agar serius menangani gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di berbagai perusahaan, terutama di sektor manufaktur. Ia menyebut maraknya PHK bisa berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat dan memperlambat pemulihan ekonomi nasional.

“Jika tidak segera ditangani dengan serius, kondisi ini bisa memicu penurunan daya beli masyarakat dan merugikan perekonomian dalam jangka panjang. Pemerintah harus mampu menciptakan iklim industri yang stabil agar PHK massal tidak semakin meluas,” ujar Alifudin di Jakarta, Rabu (5/3/2025).

Beberapa perusahaan yang melaporkan PHK dalam jumlah besar di antaranya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang menghentikan operasi pada 1 Maret 2025 dan memutuskan hubungan kerja dengan 12 ribu karyawannya. Selain itu, perusahaan seperti PT Sanken Indonesia, PT Yamaha Music Product Asia, PT Tokai Kagu, PT Danbi Internasional Garut, dan PT Bapintri juga melakukan PHK massal dengan total pekerja yang terdampak mencapai lebih dari 14 ribu orang.

Baca Juga:
  • Pemerintah Kurangi Impor Daging, Fokus ke Sapi Bakalan
  • Kadin Dorong Bebas Tarif Ekspor Garmen Indonesia ke AS
  • Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali
  • Hadi Poernomo Desak PPN 12% Dibatalkan, Usul Kembali ke 10%

Menurut Alifudin, pemerintah harus segera turun tangan untuk memastikan pekerja yang terdampak mendapatkan hak mereka, termasuk pesangon dan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kementerian Ketenagakerjaan harus memastikan bahwa para pekerja yang terkena PHK memperoleh hak-haknya. Jangan sampai mereka justru tidak mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya transparansi dalam proses PHK yang dilakukan perusahaan agar tidak terjadi pelanggaran hak pekerja.

Artikel Terkait:
  • Prabowo: Investasi Besar Siap Masuk Indonesia Tahun Ini
  • Kunjungan Wisatawan Asing Naik 20%, Tertinggi dalam 5 Tahun
  • Erick Thohir Ajak Masyarakat Awasi BBM Lewat Konten Digital
  • Ekonomi AS Tertekan, Rupiah Berpeluang Menguat ke Rp 16.300

“Kami mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap iklim industri dan menciptakan kebijakan yang dapat menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis dan kesejahteraan pekerja,” tambahnya.

Gelombang PHK massal ini semakin menambah tekanan bagi perekonomian nasional, terutama menjelang bulan Ramadan, ketika konsumsi masyarakat seharusnya meningkat. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berujung pada perlambatan ekonomi yang lebih dalam.

Jangan Lewatkan:
  • Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total
  • Celios Minta BPS Gunakan Metode Baru Ukur Kemiskinan
  • Surplus Dagang Indonesia Bertahan 61 Bulan, Mei Tembus USD 4,3 Miliar
  • Bukalapak Hentikan Penjualan Produk Fisik, Fokus ke Produk Virtual
Daya Beli Ekonomi Nasional Industri Manufaktur PHK Massal Sritex
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePesantren Libur Awal Ramadan Bersama Pesantren Pramuka Khalifa
Next Article Tiga Ruas Tol Gratis Selama Mudik Lebaran 2025

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Jurnalisme di Bawah Bayang Algoritma

Editorial Udex Mundzir

Demokrasi yang Tersandera Kotak Kosong

Opini Silva

Menunda Panggilan Haji: Benarkah Kehendak atau Keragu-raguan

Islami Alfi Salamah

Kastil Neuschwanstein, Dongeng Itu Nyata

Travel Alfi Salamah

Kerja Seru di Luar Rumah, Bukan Sekadar Gaya

Happy Alfi Salamah
Berita Lainnya
Hukum
Ericka5 Agustus 2025

Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pelayanan Terbaik Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Mengenang Rachmat Gobel, Putra Bangsa yang Mendedikasikan Hidup bagi Industri dan Negeri

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi