Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PKS Ingatkan Dampak PHK Massal: Ekonomi Bisa Lesu

Gelombang PHK massal di sektor manufaktur menjelang Ramadan dikhawatirkan melemahkan daya beli masyarakat dan memperlambat pemulihan ekonomi.
AssyifaAssyifa5 Maret 2025 Ekonomi
PHK massal sektor manufaktur 2025
Gelombang PHK Massal: Pekerja Manufaktur Hadapi Ketidakpastian Ekonomi (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS, Alifudin, mengingatkan pemerintah agar serius menangani gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di berbagai perusahaan, terutama di sektor manufaktur. Ia menyebut maraknya PHK bisa berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat dan memperlambat pemulihan ekonomi nasional.

“Jika tidak segera ditangani dengan serius, kondisi ini bisa memicu penurunan daya beli masyarakat dan merugikan perekonomian dalam jangka panjang. Pemerintah harus mampu menciptakan iklim industri yang stabil agar PHK massal tidak semakin meluas,” ujar Alifudin di Jakarta, Rabu (5/3/2025).

Beberapa perusahaan yang melaporkan PHK dalam jumlah besar di antaranya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang menghentikan operasi pada 1 Maret 2025 dan memutuskan hubungan kerja dengan 12 ribu karyawannya. Selain itu, perusahaan seperti PT Sanken Indonesia, PT Yamaha Music Product Asia, PT Tokai Kagu, PT Danbi Internasional Garut, dan PT Bapintri juga melakukan PHK massal dengan total pekerja yang terdampak mencapai lebih dari 14 ribu orang.

Baca Juga:
  • Presiden Prabowo Pastikan BHR Ojol 2025, Besaran Ditentukan Aplikator
  • Dari Pertanian ke Agrowisata, Tasikmalaya Tunjukkan Transformasi
  • 44 Emiten Terancam Delisting, Termasuk Bakrie Telecom & Waskita
  • Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

Menurut Alifudin, pemerintah harus segera turun tangan untuk memastikan pekerja yang terdampak mendapatkan hak mereka, termasuk pesangon dan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kementerian Ketenagakerjaan harus memastikan bahwa para pekerja yang terkena PHK memperoleh hak-haknya. Jangan sampai mereka justru tidak mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya transparansi dalam proses PHK yang dilakukan perusahaan agar tidak terjadi pelanggaran hak pekerja.

Artikel Terkait:
  • Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta
  • Pajak THR 2026: Aturan, Besaran, dan Cara Menghitungnya
  • OJK Izinkan Buyback Saham Tanpa RUPS, Berlaku 6 Bulan
  • Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

“Kami mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap iklim industri dan menciptakan kebijakan yang dapat menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis dan kesejahteraan pekerja,” tambahnya.

Gelombang PHK massal ini semakin menambah tekanan bagi perekonomian nasional, terutama menjelang bulan Ramadan, ketika konsumsi masyarakat seharusnya meningkat. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berujung pada perlambatan ekonomi yang lebih dalam.

Jangan Lewatkan:
  • Orang Kaya RI Alihkan Aset, Pasar Domestik Tertekan
  • Korea Selatan Suntik Investasi Baru Rp28,6 Triliun ke Indonesia
  • Apakah Krisis Utang Mengancam RI? Anies Terpukau Saat Baca Buku Mengenai Hal Ini
  • Industri Penerbangan Bangkit, Kilang Pertamina Balikpapan Lampaui 2,6 Juta Barrel Avtur
Daya Beli Ekonomi Nasional Industri Manufaktur PHK Massal Sritex
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePesantren Libur Awal Ramadan Bersama Pesantren Pramuka Khalifa
Next Article Tiga Ruas Tol Gratis Selama Mudik Lebaran 2025

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Gubernur Bayangan di Tambang Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Kenapa Skill Jualan Jadi Kunci Hidup Mandiri

Bisnis Udex Mundzir

Bolehkah Menulis Nama di Batu Nisan Kuburan?

Islami Ericka

Digital Nomad, Hidup atau Ilusi?

Daily Tips Alfi Salamah

Jamaah Laksanakan Safari Wukuf, Puskes Haji akan Skrining

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi