Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 29 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Otto Iskandardinata, Sang Jalak Harupat dari Tanah Sunda

Keberanian dan integritas menjadikan Otto simbol pers dan kemerdekaan Indonesia.
ErickaEricka26 Mei 2025 Tokoh
Otto Iskandardinata
Otto Iskandardinata (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Seperti burung jalak yang tak gentar menghadapi badai, Otto Iskandardinata menjelma menjadi simbol keberanian dan keteguhan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sosoknya dikenal luas dengan julukan “Si Jalak Harupat”, lambang kegigihan dari tanah Sunda yang mengakar kuat dalam sejarah republik ini.

Lahir pada 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Otto berasal dari keluarga bangsawan Sunda. Ayahnya, Raden Haji Rachmat Adam, adalah seorang kepala desa, memberi Otto pendidikan sejak dini yang mengantarnya ke HIS Bandung dan kemudian ke sekolah guru di Purworejo. Setelah lulus, Otto mengabdi sebagai guru di Banjarnegara dan Bandung, sembari menyelami dunia pergerakan.

Nama Otto mencuat di organisasi-organisasi besar seperti Budi Utomo dan Paguyuban Pasundan. Ia menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pasundan selama lebih dari satu dekade, mengarahkan fokus organisasi pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat Sunda, termasuk kaum perempuan. Keterlibatannya dalam Volksraad sejak 1930 menunjukkan kepercayaan rakyat dan tekad Otto memperjuangkan nasib bumiputra di parlemen kolonial.

Baca Juga:
  • Tsabit bin Qurrah, Ahli Astronomi dan Matematika yang Merevolusi Ilmu Pengetahuan
  • Sahrul: Satu Suara, Masa Depan Kabupaten Bandung
  • Maulid Nabi sebagai Momen Memperbaiki Akhlak
  • Gus Nadir: Fiqih Sosial Harus Adaptif di Tengah Kemajuan Teknologi

Pada masa pendudukan Jepang, Otto memimpin surat kabar Tjahaja dan terlibat dalam BPUPKI serta PPKI, dua badan penting yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Ia turut menyusun dasar negara dan menjadi Menteri Negara dalam kabinet pertama Republik Indonesia setelah proklamasi.

Namun, dedikasi itu harus dibayar mahal. Pada 19 Desember 1945, Otto diculik oleh kelompok bersenjata yang dikenal sebagai Laskar Hitam. Ia diyakini tewas di Pantai Mauk, Tangerang, dan jenazahnya tak pernah ditemukan. Meski raganya hilang, semangatnya tetap hidup dalam ingatan bangsa.

Artikel Terkait:
  • Semangat Sumpah Pemuda di Cisayong: Pramuka Kobarkan Persatuan Bangsa
  • Pesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik
  • Gelar Sosper, Zuhri Ajak Masyarakat Samarinda Melek Hukum
  • Ibnu Batutah, Sang Penjelajah Muslim yang Tak Tertandingi

Sebagai penghormatan, pemerintah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 6 November 1973. Namanya kini abadi di jalan-jalan besar, stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung, dan pernah pula menghiasi uang kertas pecahan Rp 20.000, pengingat keberanian tanpa kompromi dari seorang putra Sunda.

Otto Iskandardinata bukan hanya guru atau politisi, ia adalah simbol bahwa perjuangan bisa berasal dari pena dan pidato, bukan hanya dari senjata.

Jangan Lewatkan:
  • Abdulla Al Futtaim, Sosok Kunci Transformasi Ekonomi Dubai
  • Fakta Menarik tentang HOS Tjokroaminoto, Pendiri Serikat Islam
  • Tokoh Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan
  • Program ‘Masak Besar’ Bobon Santoso Resmi Dilindungi Hukum
Otto Iskandardinata Pahlawan Nasional Perjuangan Kemerdekaan Sejarah Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDua Koperasi Merah Putih Resmi Berdiri di Samarinda
Next Article Outfit Kantor Simpel ala Capsule Wardrobe

Informasi lainnya

Abdulla Al Futtaim, Sosok Kunci Transformasi Ekonomi Dubai

13 April 2026

Pesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik

15 Maret 2026

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

30 Januari 2026

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

29 Januari 2026

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

28 Januari 2026

Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

27 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Umar Menangis di Tengah Malam

Islami Alfi Salamah

Bank Mandiri Berkolaborasi Ciptakan Smart Financing untuk UKM

Bisnis Alfi Salamah

Aurat dalam Islam dan Sikap terhadap Orang yang Tidak Menutup Aurat

Islami Udex Mundzir

Cuaca Panas? Inilah Tanaman yang Bisa Menyejukan Rumah

Perspektif Alfi Salamah

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi