Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 8 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Otto Iskandardinata, Sang Jalak Harupat dari Tanah Sunda

Keberanian dan integritas menjadikan Otto simbol pers dan kemerdekaan Indonesia.
ErickaEricka26 Mei 2025 Tokoh
Otto Iskandardinata
Otto Iskandardinata (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Seperti burung jalak yang tak gentar menghadapi badai, Otto Iskandardinata menjelma menjadi simbol keberanian dan keteguhan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sosoknya dikenal luas dengan julukan “Si Jalak Harupat”, lambang kegigihan dari tanah Sunda yang mengakar kuat dalam sejarah republik ini.

Lahir pada 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Otto berasal dari keluarga bangsawan Sunda. Ayahnya, Raden Haji Rachmat Adam, adalah seorang kepala desa, memberi Otto pendidikan sejak dini yang mengantarnya ke HIS Bandung dan kemudian ke sekolah guru di Purworejo. Setelah lulus, Otto mengabdi sebagai guru di Banjarnegara dan Bandung, sembari menyelami dunia pergerakan.

Nama Otto mencuat di organisasi-organisasi besar seperti Budi Utomo dan Paguyuban Pasundan. Ia menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pasundan selama lebih dari satu dekade, mengarahkan fokus organisasi pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat Sunda, termasuk kaum perempuan. Keterlibatannya dalam Volksraad sejak 1930 menunjukkan kepercayaan rakyat dan tekad Otto memperjuangkan nasib bumiputra di parlemen kolonial.

Baca Juga:
  • Maulid Nabi sebagai Momen Memperbaiki Akhlak
  • Gelar Sosper, Zuhri Ajak Masyarakat Samarinda Melek Hukum
  • Gus Nadir: Fiqih Sosial Harus Adaptif di Tengah Kemajuan Teknologi
  • Sahrul: Satu Suara, Masa Depan Kabupaten Bandung

Pada masa pendudukan Jepang, Otto memimpin surat kabar Tjahaja dan terlibat dalam BPUPKI serta PPKI, dua badan penting yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Ia turut menyusun dasar negara dan menjadi Menteri Negara dalam kabinet pertama Republik Indonesia setelah proklamasi.

Namun, dedikasi itu harus dibayar mahal. Pada 19 Desember 1945, Otto diculik oleh kelompok bersenjata yang dikenal sebagai Laskar Hitam. Ia diyakini tewas di Pantai Mauk, Tangerang, dan jenazahnya tak pernah ditemukan. Meski raganya hilang, semangatnya tetap hidup dalam ingatan bangsa.

Artikel Terkait:
  • Tsabit bin Qurrah, Ahli Astronomi dan Matematika yang Merevolusi Ilmu Pengetahuan
  • Momen Idulfitri, Gus Barra Sampaikan Pentingnya Menyambung Silaturahmi
  • Hentikan Rekor Olimpiade Korea Selatan, Shin Tae-yong Minta Maaf
  • Program ‘Masak Besar’ Bobon Santoso Resmi Dilindungi Hukum

Sebagai penghormatan, pemerintah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 6 November 1973. Namanya kini abadi di jalan-jalan besar, stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung, dan pernah pula menghiasi uang kertas pecahan Rp 20.000, pengingat keberanian tanpa kompromi dari seorang putra Sunda.

Otto Iskandardinata bukan hanya guru atau politisi, ia adalah simbol bahwa perjuangan bisa berasal dari pena dan pidato, bukan hanya dari senjata.

Jangan Lewatkan:
  • Semangat Sumpah Pemuda di Cisayong: Pramuka Kobarkan Persatuan Bangsa
  • Ibnu Batutah, Sang Penjelajah Muslim yang Tak Tertandingi
  • Abdulla Al Futtaim, Sosok Kunci Transformasi Ekonomi Dubai
  • Tokoh Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan
Otto Iskandardinata Pahlawan Nasional Perjuangan Kemerdekaan Sejarah Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDua Koperasi Merah Putih Resmi Berdiri di Samarinda
Next Article Outfit Kantor Simpel ala Capsule Wardrobe

Informasi lainnya

Abdulla Al Futtaim, Sosok Kunci Transformasi Ekonomi Dubai

13 April 2026

Pesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik

15 Maret 2026

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

30 Januari 2026

Mas Isman, Komandan Rakyat Muda

29 Januari 2026

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

28 Januari 2026

Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

27 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Nama-Nama Sumur Zamzam yang Tersembunyi dalam Misteri

Islami Alfi Salamah

Mengenal Es Gabus: Bahan, Tekstur, dan Keamanan

Food Lisda Lisdiawati

RK vs Lisa: Viral yang Disusun Rapi

Editorial Udex Mundzir

Panduan Memilih dan Merawat Ban Motor untuk Keselamatan Berkendara

Techno Udex Mundzir

Coba Vaksin? Wakil Rakyat Dulu!

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi