Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan 2-0

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 13 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ibnu Batutah, Sang Penjelajah Muslim yang Tak Tertandingi

Meninggalkan jejak yang tidak akan pernah pudar dalam sejarah dunia
Alfi SalamahAlfi Salamah13 Agustus 2024 Tokoh
Kisah Inspiratif Ibnu Batutah
Ilustrasi Ibnu Batutah (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Ibnu Batutah nama yang begitu dikenang dalam sejarah sebagai penjelajah muslim terkemuka. Lahir dengan nama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah al-Lawati at-Tanji bin Batutah, ia dikenal sebagai tokoh yang mengembara jauh melampaui zamannya.

Berkat perjalanannya yang luas, pengetahuan dan keberanian Ibnu Batutah dalam menjelajahi dunia tidak hanya menjadikannya legenda di dunia Islam, tetapi juga diakui oleh dunia Barat.

Latar Belakang Kehidupan dan Pendidikan

Ibnu Batutah lahir pada 25 Februari 1304 M di Kota Tangier, Maroko. Ia dibesarkan dalam keluarga ulama yang memiliki latar belakang dalam ilmu fikih. Saat itu, Dinasti al-Mariniyah, sebuah dinasti Berber yang berkuasa di Afrika Utara, tengah memegang kendali. Ibnu Batutah sendiri merupakan keturunan suku Berber, yakni suku Lawata.

Sebagai seorang anak yang lahir dari keluarga ulama, Ibnu Batutah tumbuh dengan kecintaan yang mendalam terhadap ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang agama. Ia menempuh pendidikan di sebuah madrasah Sunni bermazhab Maliki, tempat ia mengasah kemampuannya dalam ilmu fikih. Kepandaian dan keuletannya dalam belajar membuatnya dikagumi oleh banyak orang, terutama di kalangan masyarakat yang bermazhab Maliki.

Meskipun banyak yang mendesaknya untuk menjadi seorang qadhi (hakim syariat), seperti tradisi keluarganya, Ibnu Batutah memilih jalan yang berbeda. Ia lebih tertarik pada petualangan dan perjalanan daripada mengikuti jejak keluarganya dalam dunia peradilan agama.

Awal Perjalanan sebagai Pengembara

Keputusan Ibnu Batutah untuk menjadi seorang pengembara bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Ada dua faktor utama yang mempengaruhi keputusannya. Pertama, latar belakang keluarganya yang mendalami ilmu agama, dan kedua, kegemarannya membaca serta mempelajari berbagai ilmu. Berbekal pengetahuan yang luas, Ibnu Batutah memulai perjalanan hidupnya yang legendaris pada usia 21 tahun.

Pada 22 Juni 1325 M, atau 2 Rajab 725 H, Ibnu Batutah meninggalkan kampung halamannya di Tangier dengan tujuan utama menunaikan ibadah haji di Makkah dan ziarah ke makam Rasulullah SAW.

Baca Juga:
  • Sahrul: Satu Suara, Masa Depan Kabupaten Bandung
  • Abdulla Al Futtaim, Sosok Kunci Transformasi Ekonomi Dubai
  • Maulid Nabi sebagai Momen Memperbaiki Akhlak
  • Gelar Sosper, Zuhri Ajak Masyarakat Samarinda Melek Hukum

Namun, perjalanan ini tidak berhenti di Makkah. Takdir membawanya untuk terus melangkah lebih jauh ke negeri-negeri lain. Perjalanannya ini memakan waktu hingga 29 tahun, yang di kemudian hari menjadikannya salah satu penjelajah paling terkenal sepanjang masa.

Prestasi dan Pencapaian Ibnu Batutah

Selama hampir tiga dekade, ibnu batutah menjelajahi berbagai belahan dunia, dari Afrika Utara hingga Asia Tenggara. Perjalanan ini mencatatkan berbagai prestasi yang membuat namanya terus dikenang hingga kini.

1. Menempuh Perjalanan Sejauh 120.700 Kilometer

Salah satu prestasi luar biasa Ibnu Batutah adalah jarak perjalanan yang ia tempuh. Dengan total jarak 120.700 kilometer, perjalanan Ibnu Batutah setara dengan tiga kali lipat keliling bumi di garis khatulistiwa.

Bahkan, beberapa literatur menyebutkan bahwa jarak sebenarnya yang ditempuh Ibnu Batutah mencapai 170.000 kilometer. Ini menjadikannya sebagai penjelajah dengan jarak perjalanan terpanjang di masanya, mengungguli penjelajah barat terkenal seperti Marco Polo dan Christopher Columbus.

2. Membukukan Perjalanan dalam Catatan yang Detail

Ibnu Batutah tidak hanya mengandalkan pengalamannya dalam perjalanan, tetapi juga mendokumentasikannya dengan sangat detail.

Buku yang berjudul Tuhfah an-Nuzhar fi Gharaibil Amshar wa ‘Ajaibil Asfar (Persembahan Seorang Pengamat tentang Kota-kota Asing dan Perjalanan yang Mengagumkan) menjadi bukti nyata dari perjalanannya yang penuh warna. Buku ini lebih terkenal dengan nama Rihla Ibnu Batutah.

Artikel Terkait:
  • Tokoh Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan
  • Otto Iskandardinata, Sang Jalak Harupat dari Tanah Sunda
  • Momen Idulfitri, Gus Barra Sampaikan Pentingnya Menyambung Silaturahmi
  • Fakta Menarik tentang HOS Tjokroaminoto, Pendiri Serikat Islam

Dalam penulisan Rihla, Ibnu Batutah bekerja sama dengan Ibnu Juzai al-Kalbi, seorang penulis yang ia diktekan seluruh kisah perjalanannya. Hasil karya ini menjadi salah satu dokumen perjalanan paling berharga dalam sejarah Islam dan dunia.

3. Diabadikan dalam Sejarah Timur dan Barat

Nama Ibnu Batutah tidak hanya terkenang di dunia Timur, tetapi juga terakui di dunia Barat. Salah satu bukti penghargaan dunia Barat terhadap Ibnu Batutah adalah pengabadian namanya sebagai salah satu kawah di bulan. Ini merupakan bentuk penghormatan atas kontribusi dan pengaruh Ibnu Batutah dalam dunia petualangan dan ilmu pengetahuan.

Selain itu, nama Ibnu Batutah juga terabadikan di sebuah pusat perbelanjaan di Dubai, yakni Ibnu Batutah Mall. Mal ini tidak hanya menjadi tempat perbelanjaan, tetapi juga memamerkan berbagai hasil penelitian dan penemuan yang ia dapatkan dari perjalanan Ibnu Batutah.

Ibnu Batutah dan Dunia Baru

Ada sebuah spekulasi menarik yang menyebutkan bahwa Ibnu Batutah, bersama tiga penjelajah muslim lainnya, pernah singgah di Benua Amerika jauh sebelum Christopher Columbus.

Meski klaim ini masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan, hal ini menambah aura misterius dan kekaguman terhadap sosok Ibnu Batutah sebagai penjelajah muslim yang mampu melampaui batas-batas geografis dan sejarah.

Jangan Lewatkan:
  • Gus Nadir: Fiqih Sosial Harus Adaptif di Tengah Kemajuan Teknologi
  • Pesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik
  • Semangat Sumpah Pemuda di Cisayong: Pramuka Kobarkan Persatuan Bangsa
  • Hentikan Rekor Olimpiade Korea Selatan, Shin Tae-yong Minta Maaf

Warisan Abadi Ibnu Batutah

Ibnu Batutah meninggalkan jejak yang tidak akan pernah pudar dalam sejarah dunia. Warisannya bukan hanya dalam bentuk catatan perjalanan, tetapi juga dalam semangat penjelajahan dan pencarian ilmu yang ia tunjukkan. Ibnu Batutah adalah bukti bahwa semangat keingintahuan dan keberanian untuk melangkah ke luar batas dapat membawa seseorang menuju pencapaian yang luar biasa.

Hari ini, Ibnu Batutah terus terkenang sebagai salah satu tokoh besar dalam sejarah Islam dan dunia. Kisah hidupnya yang penuh petualangan menginspirasi banyak orang untuk terus mencari ilmu, menjelajah dunia, dan tidak pernah berhenti bertanya. Dengan prestasi dan pencapaiannya, Ibnu Batutah layak terkenal sebagai penjelajah muslim yang tak tertandingi.

Kisah Ibnu Batutah Kisah Tokoh Inspiratif Tokoh Muslim Terbaik
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKeindahan Gunung Fuji di Jepang, Pesona Alam yang Tak Tertandingi
Next Article Dinasti Umayyah, Fondasi Kejayaan Islam yang Melintasi Zaman

Informasi lainnya

Abdulla Al Futtaim, Sosok Kunci Transformasi Ekonomi Dubai

13 April 2026

Pesan Gus Baha untuk Perantau yang Gagal Mudik

15 Maret 2026

Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania

26 Desember 2025

Otto Iskandardinata, Sang Jalak Harupat dari Tanah Sunda

26 Mei 2025

Tokoh Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan

10 Mei 2025

Program ‘Masak Besar’ Bobon Santoso Resmi Dilindungi Hukum

14 April 2025
Paling Sering Dibaca

Waktu Takbiran Idul Adha, Kapan Dimulai?

Islami Udex Mundzir

Koperasi Rasa Franchise

Editorial Udex Mundzir

Bayang-Bayang Dwifungsi

Editorial Udex Mundzir

Mar’ie Muhammad: Pejuang Integritas dan Kesederhanaan

Biografi Ericka

Untuk Apa Kenaikan UMP 6,5% Itu?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi