Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 26 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mubarok dan Amanah Sejati: Pelajaran Jujur dari Seorang Hamba Sahaya

Kejujuran bukan tentang siapa kamu, tapi seberapa besar kamu menjaga apa yang bukan milikmu.
ErickaEricka15 April 2025 Islami
kisah Mubarok tentang amanah sejati
Ilustrasi kisah Mubarok tentang amanah sejati (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Di tengah dunia yang penuh kepentingan dan kelonggaran terhadap prinsip, kisah ini hadir seperti air jernih di padang gersang. Kisah tentang seorang hamba sahaya bernama Mubarok, yang menunjukkan bahwa amanah bukan soal status, tapi soal akhlak dan rasa takut kepada Allah.

Suatu hari, pemilik kebun delima meminta Mubarok, budaknya yang telah bekerja bertahun-tahun menjaga kebun, untuk memetikkan delima yang matang dan manis.

“Mubarok, petikkan delima yang matang dan manis. Aku ingin mencicipinya,” kata sang tuan.

Mubarok menurut. Ia memetik satu, lalu menyuguhkannya. Tapi ketika dicicipi, ternyata buah itu kecut. Sang tuan pun memintanya lagi. Mubarok mencoba yang lain. Masih kecut. Sampai ketiga kalinya, sang tuan mulai gusar.

Baca Juga:
  • Salat Taubat dan Hajat: Apa Bedanya?
  • Makna Idul Fitri
  • Keajaiban Nenek 95 Tahun Tawaf dan Sai Mandiri di Musim Haji
  • Senyum di Tengah Derita

“Sudah lebih dari sepuluh tahun kamu menjaga kebun ini. Masa kamu tidak tahu mana yang manis dan mana yang tidak?” katanya dengan nada kesal.

Mubarok menjawab dengan tenang namun mengejutkan:

“Tuan, Anda hanya memerintahkan saya untuk menjaga kebun ini, bukan untuk mencicipinya. Maka selama sepuluh tahun ini, saya tidak pernah memetik apalagi mencicipi satu pun buah delima.”

Seketika itu tuannya terdiam. Tak ada kata-kata lain yang lebih tepat untuk menggambarkan rasa kagumnya. Ia takjub pada sikap Mubarok, seorang budak yang bahkan tak merasa punya hak sedikit pun atas buah yang dia rawat setiap hari.

Artikel Terkait:
  • Madinah Menjadi Rumah 75 Kloter Jamaah Haji Indonesia
  • Perjalanan Spiritual, Sunnah-Sunnah Wukuf di Arafah
  • Rekomendasi Menu untuk Mengelola Daging Qurban
  • Baso Menjadi Rahasia Sukses Kuliner Nusantara di Tanah Suci

Inilah amanah dalam makna sejati. Menjaga titipan bukan hanya dari kerusakan, tetapi juga dari potensi godaan. Tidak mengambil meskipun bisa. Tidak memanfaatkan meskipun punya akses. Dan dari lelaki sederhana ini, lahirlah seorang tokoh besar dalam sejarah Islam: Abdullah Ibn al-Mubarak, ulama, ahli ibadah, dan pejuang yang terkenal karena ketakwaan dan keilmuannya.

Pelajaran dari kisah ini sangat relevan hari ini. Ketika jabatan dianggap hak untuk menikmati fasilitas, ketika kedekatan dengan kekuasaan sering kali disalahgunakan, kisah Mubarok mengajarkan kepada kita: integritas lahir bukan karena dilihat orang, tapi karena takut kepada Tuhan.

Semoga kisah ini menanamkan dalam hati kita nilai amanah, kejujuran, dan rasa cukup. Sebab dari seorang yang menjaga titipan dengan jujur, Allah bisa menumbuhkan generasi yang mulia.

Jangan Lewatkan:
  • Jamaah Haji Wafat Dibadalkan Gratis dengan Sertifikat Bukti
  • Misteri Kesehatan Ibadah Haji: Rahasia Imun Tubuh Tangguh
  • Yang Bukan Termasuk Ghibah dalam Islam
  • Mendapatkan Hadiah Terindah Saat Kembali Dari Haji dan Umroh
Abdullah Ibn al-Mubarak Jujur dan Amanah Kisah Islami Kultum Singkat Refleksi Kehidupan Teladan Ketakwaan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePemkab Kukar Serahkan Sertifikat Halal kepada 34 UMKM di Tenggarong
Next Article Indonesia-Yordania Jalin Kerja Sama Wakaf dan Beasiswa

Informasi lainnya

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026

Makna Idul Fitri

20 Maret 2026

Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya

20 Maret 2026

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

15 Maret 2026

Sahabat Kecil Rasulullah

13 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Titiek Puspa: Legenda Musik yang Menembus Zaman

Biografi Ericka

Inilah Seputar Mental Illness yang Perlu Anda Ketahui!

Opini Alfi Salamah

Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z

Opini Alfi Salamah

Membangun Keterampilan Sosial untuk Mengurangi Insecure

Opini Alfi Salamah

Roehana Koeddoes: Jejak Emansipasi Sang Pionir Pers

Biografi Alfi Salamah
Berita Lainnya
Info Haji
Udex Mundzir5 November 2025

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi