Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 10 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mubarok dan Amanah Sejati: Pelajaran Jujur dari Seorang Hamba Sahaya

Kejujuran bukan tentang siapa kamu, tapi seberapa besar kamu menjaga apa yang bukan milikmu.
ErickaEricka15 April 2025 Islami
kisah Mubarok tentang amanah sejati
Ilustrasi kisah Mubarok tentang amanah sejati (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Di tengah dunia yang penuh kepentingan dan kelonggaran terhadap prinsip, kisah ini hadir seperti air jernih di padang gersang. Kisah tentang seorang hamba sahaya bernama Mubarok, yang menunjukkan bahwa amanah bukan soal status, tapi soal akhlak dan rasa takut kepada Allah.

Suatu hari, pemilik kebun delima meminta Mubarok, budaknya yang telah bekerja bertahun-tahun menjaga kebun, untuk memetikkan delima yang matang dan manis.

“Mubarok, petikkan delima yang matang dan manis. Aku ingin mencicipinya,” kata sang tuan.

Mubarok menurut. Ia memetik satu, lalu menyuguhkannya. Tapi ketika dicicipi, ternyata buah itu kecut. Sang tuan pun memintanya lagi. Mubarok mencoba yang lain. Masih kecut. Sampai ketiga kalinya, sang tuan mulai gusar.

Baca Juga:
  • Hati-Hati dengan Doa Keburukan
  • Menjaga Keberkahan Rumah dalam Islam
  • Tips Penting bagi Jamaah Haji Baru Tiba, Perhatikan 5 Hal Ini
  • Jamaah Laksanakan Safari Wukuf, Puskes Haji akan Skrining

“Sudah lebih dari sepuluh tahun kamu menjaga kebun ini. Masa kamu tidak tahu mana yang manis dan mana yang tidak?” katanya dengan nada kesal.

Mubarok menjawab dengan tenang namun mengejutkan:

“Tuan, Anda hanya memerintahkan saya untuk menjaga kebun ini, bukan untuk mencicipinya. Maka selama sepuluh tahun ini, saya tidak pernah memetik apalagi mencicipi satu pun buah delima.”

Seketika itu tuannya terdiam. Tak ada kata-kata lain yang lebih tepat untuk menggambarkan rasa kagumnya. Ia takjub pada sikap Mubarok, seorang budak yang bahkan tak merasa punya hak sedikit pun atas buah yang dia rawat setiap hari.

Artikel Terkait:
  • Panduan Lengkap Berpakaian untuk Wanita Muslimah Menurut Islam
  • Puasa dan Pemberantasan Korupsi
  • Sosok Mulia Ciptaan Allah, Inilah Peran Perempuan dalam Islam
  • Asal-Usul Tradisi Memberi Takjil di Bulan Ramadan

Inilah amanah dalam makna sejati. Menjaga titipan bukan hanya dari kerusakan, tetapi juga dari potensi godaan. Tidak mengambil meskipun bisa. Tidak memanfaatkan meskipun punya akses. Dan dari lelaki sederhana ini, lahirlah seorang tokoh besar dalam sejarah Islam: Abdullah Ibn al-Mubarak, ulama, ahli ibadah, dan pejuang yang terkenal karena ketakwaan dan keilmuannya.

Pelajaran dari kisah ini sangat relevan hari ini. Ketika jabatan dianggap hak untuk menikmati fasilitas, ketika kedekatan dengan kekuasaan sering kali disalahgunakan, kisah Mubarok mengajarkan kepada kita: integritas lahir bukan karena dilihat orang, tapi karena takut kepada Tuhan.

Semoga kisah ini menanamkan dalam hati kita nilai amanah, kejujuran, dan rasa cukup. Sebab dari seorang yang menjaga titipan dengan jujur, Allah bisa menumbuhkan generasi yang mulia.

Jangan Lewatkan:
  • Waktu Takbiran Idul Adha, Kapan Dimulai?
  • Cara Penyembelihan atau Mematikan Hewan Menurut Syariat Islam, Pelaksanaan Qurban di Hari Iduladha
  • Ketika Makkah Padat, Jamaah Haji Disarankan Ibadah di Hotel
  • Senyum Sebagai Sedekah yang Bernilai Ibadah
Abdullah Ibn al-Mubarak Jujur dan Amanah Kisah Islami Kultum Singkat Refleksi Kehidupan Teladan Ketakwaan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePemkab Kukar Serahkan Sertifikat Halal kepada 34 UMKM di Tenggarong
Next Article Indonesia-Yordania Jalin Kerja Sama Wakaf dan Beasiswa

Informasi lainnya

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026

Makna Idul Fitri

20 Maret 2026

Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya

20 Maret 2026

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

15 Maret 2026

Sahabat Kecil Rasulullah

13 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Kesenjangan di Balik Ketentuan Gaji Dosen PTS

Editorial Udex Mundzir

Fitur Baru BRImo Mudahkan Transfer Uang ke Luar Negeri

Bisnis Ericka

Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin

Editorial Udex Mundzir

Provokator di Balik Api Jalanan

Editorial Udex Mundzir

Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah15 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

120 Saksi dan 4 Ahli Jadi Bukti Jerat Nadiem Makarim

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi