Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bela Negara atau Bela Penguasa?

Ketika kader bela negara berubah jadi tentara digital yang anti-kritik dan terlalu tunduk pada kekuasaan.
Udex MundzirUdex Mundzir13 April 2025 Perspektif
Kritik Alumni Bela Negara dan Politik Kekuasaan
Ilustrasi Kritik Alumni Bela Negara dan Politik Kekuasaan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Program-program pelatihan bela negara digalakkan dengan semangat tinggi. Pemerintah mengklaim ini sebagai upaya membangun nasionalisme dan semangat cinta tanah air. Namun kenyataannya, banyak kader alumni pelatihan itu justru menjelma menjadi pion-pion yang bukan membela negara, tapi membela penguasa.

Mereka mulai ikut ramai di media sosial. Mengibarkan jargon nasionalisme. Berteriak soal ancaman terhadap stabilitas. Tapi giliran ada kritik terhadap pemerintah—mereka justru menyerang balik. Bukan dengan argumen, tapi dengan kemarahan, ancaman, dan labelisasi: pengkhianat, radikal, tidak cinta NKRI.

Fenomena ini menyedihkan. Karena sejatinya, bela negara tidak identik dengan membela kebijakan yang keliru. Bela negara bukan soal memuja kekuasaan. Tapi menjaga agar kekuasaan tidak keluar jalur.Ironisnya, banyak dari mereka justru lebih gusar kepada kelompok-kelompok sipil yang bersuara kritis. Mereka tidak risih pada korupsi, kolusi, atau manipulasi. Tapi mereka reaktif jika ada warga mempertanyakan proyek mangkrak, utang negara, atau penyalahgunaan kekuasaan.

Mereka lupa, negara bukan milik pemerintah. Negara adalah milik rakyat. Dan tugas warga negara—termasuk alumni bela negara—adalah mengawal agar negara dijalankan sesuai konstitusi dan amanat rakyat. Bukan menutup mata atas kesewenang-wenangan dengan dalih “demi stabilitas” dan “yang penting guyub”.

Baca Juga:
  • Jurnal Ilmiah Indonesia, Banyak Tapi Bagaikan Buih
  • Cara Mengetahui Sifat Asli Manusia
  • Investasi Milenial Kini dan Masa Depan
  • Ketika Relawan Butuh Akal Sehat, Bukan Sekadar Semangat

Bela negara tidak identik dengan loyalitas buta. Justru dalam banyak kasus, yang paling cinta negara adalah mereka yang berani mengkritik ketika negara diselewengkan oleh elitnya. Kritik bukan bentuk kebencian. Kritik adalah bentuk tertinggi dari kecintaan yang rasional.

Yang menyedihkan, program bela negara ini tak jarang dijalankan dalam atmosfer indoktrinasi. Pesertanya dijejali semangat semu tentang ancaman luar, tanpa diajak berpikir kritis terhadap ancaman dari dalam, seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan manipulasi hukum.

Dalam atmosfer seperti ini, tidak heran jika banyak alumninya menjadi pasukan “buzzer halus”. Tidak dibayar, tapi secara sukarela menyerang oposisi. Tidak ditugaskan secara formal, tapi merasa bertugas atas nama negara—padahal yang dibela bukan negara, melainkan citra pejabat.

Artikel Terkait:
  • Mengapa Banyak Pikiran Bikin Lapar?
  • KDM, Calon Diktator yang Terlihat Merakyat
  • Pentingnya Self-Care dan Cara Menjaganya
  • Jangan-Jangan Semua Kampus Seperti UI?

Inilah titik krusialnya, ketika negara mulai menyamakan dirinya dengan pemerintah, maka segala bentuk kritik dianggap sebagai ancaman. Dan di sinilah para kader bela negara kehilangan orientasi. Mereka lupa bahwa sumpah mereka adalah untuk republik ini, bukan untuk wajah pemimpinnya.

Bela negara sejati bukan tentang membela simbol, lambang, atau sosok tertentu. Tapi membela nilai. Membela keadilan. Membela konstitusi. Termasuk jika itu berarti berdiri di barisan yang berseberangan dengan kekuasaan yang melenceng.Semoga para “oknum” alumni bela negara segera sadar.

Bahwa keberanian bukan ditunjukkan dengan menyerang lawan politik pemerintah. Tapi dengan menjaga agar negara tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai luhur yang mereka ikrarkan saat pelatihan dulu.

Jangan Lewatkan:
  • Mengapa Cokelat Bisa Naikkan Mood?
  • Rakyat Tidak Punya Hak untuk Mendapat Keadilan di Negara Hukum
  • Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian
  • Titik Berat Indonesia dalam Konflik Timur Tengah
Anti-Kritik Bela Negara Kritik Pemerintah Loyalis Kekuasaan Politik Populis
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRakyat Jabar Dijadikan Figuran “Bapak Aing”
Next Article Ribuan Warga Riau Ikuti Karhutla Fun Run 2025

Informasi lainnya

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

3 Oktober 2026

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

10 September 2026

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

25 Agustus 2026

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

24 Agustus 2026

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

14 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Inilah Tips Menjaga Kesehatan Saat Puasa

Islami Alfi Salamah

Salat Taubat dan Hajat: Apa Bedanya?

Islami Alfi Salamah

Memahami Kuasa Pengampunan Negara

Refleksi Ericka

Rupiah Terjun Bebas, Ekonomi ke Mana?

Editorial Udex Mundzir

Bayang Luhut di Tubuh Prabowo

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi