Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tessa Wijaya, Wanita di Balik Kesuksesan Xendit

Keberanian untuk bermimpi besar adalah langkah pertama menuju kesuksesan.
AssyifaAssyifa2 Februari 2025 Profil
Profil Tessa Wijaya pendiri Xendit
Tessa Wijaya (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Perempuan hebat di dunia bisnis dan teknologi sering kali menghadapi tantangan besar. Namun, Tessa Wijaya berhasil membuktikan bahwa dengan ketekunan dan inovasi, perempuan juga bisa memimpin perubahan. Sebagai pendiri dan Chief Operating Officer (COO) Xendit, ia telah membawa perusahaan fintech ini mencapai status unicorn dan menjadi salah satu yang terbaik di Asia Tenggara.

Tessa Wijaya lahir di Sukabumi pada 21 September 1981. Sejak kecil, ia sudah terbiasa dengan kisah perjuangan keluarganya. Sang nenek adalah tulang punggung keluarga yang mengajarkan ketekunan dan semangat pantang menyerah kepada Tessa.

Saat berusia 9 tahun, Tessa dan keluarganya pindah ke Jakarta. Ia menempuh pendidikan di Yayasan Katolik Tarakanita, Jakarta Selatan, sebelum melanjutkan studi ke luar negeri.

Keinginannya untuk memahami dunia bisnis dan kebijakan membawanya ke Syracuse University, New York, Amerika Serikat, tempat ia meraih gelar Sarjana Filsafat Politik (1999–2003). Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke University of Sydney, Australia, dan memperoleh gelar Magister Filsafat Politik (2004–2006).

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Tessa memulai kariernya di berbagai perusahaan keuangan. Beberapa posisi penting yang pernah ia jalani antara lain Senior Analyst di PT Principia Management Group (2010–2012), Business Development Analyst di Fairways Investment Group (2012), dan Investment Professional di Mizuho Asia Partner, Singapura (2013–2016).

Pengalamannya di sektor investasi memberikan wawasan luas tentang dunia bisnis digital, yang kelak menjadi modal penting dalam mendirikan Xendit.

Baca Juga:
  • Sarwo Edhie Wibowo, Prajurit dalam Badai Sejarah
  • Göbekli Tepe: Terungkapnya Misteri Peradaban Tertua
  • Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu
  • Dalam Diam, Tumbuh Arah

Pada September 2016, Tessa bersama Moses Lo, Bo Chen, dan Juan Gonzales mendirikan Xendit, sebuah perusahaan teknologi finansial yang berfokus pada layanan gerbang pembayaran (payment gateway).

Namun, perjalanan Xendit tidaklah mudah. Di awal berdirinya, mereka sempat mengalami kegagalan hingga harus mengubah strategi bisnis dua kali. Tapi, kegigihan dan inovasi akhirnya membuahkan hasil.

Pada 2021, Xendit mencapai status unicorn, dengan valuasi mencapai US$1 miliar (Rp16,2 triliun). Perusahaan ini juga berhasil meraih pendanaan Seri D senilai US$300 juta (Rp4,8 triliun), menjadikan total investasi yang dikumpulkan mencapai US$538 juta (Rp8,7 triliun) hingga 2022.

Kini, Xendit telah berkembang pesat dan melayani 4.500 merchant, dengan total volume pembayaran lebih dari Rp300 triliun sepanjang 2023. Xendit juga memperluas operasinya ke Filipina dan memiliki lebih dari 600 karyawan di berbagai negara.

Di bawah kepemimpinan Tessa, Xendit telah membawa revolusi dalam sistem pembayaran digital di Indonesia. Layanan mereka memudahkan bisnis dalam memproses transaksi, mendistribusikan gaji, serta mengelola keuangan dengan lebih efisien.

Sebagai wanita pertama yang memimpin perusahaan fintech unicorn di Indonesia, Tessa juga menjadi inspirasi bagi banyak perempuan yang ingin terjun ke dunia teknologi dan bisnis.

Artikel Terkait:
  • Phil Knight dan Nike
  • Gen Z dan Tantangan Tanpa Ponsel
  • Ai Sri Mulyani, Ketelitian yang Berbuah Terang
  • Tan Malaka: Pejuang Tanpa Mahkota

“Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan juga bisa sukses di dunia fintech dan membawa perubahan nyata,” kata Tessa dalam salah satu wawancaranya.

Selain sibuk memimpin Xendit, Tessa juga memiliki berbagai hobi. Ia dikenal gemar berolahraga air, seperti surfing, dan sering berbagi pengalaman serta inspirasi melalui akun Instagramnya @tessawijaya_.

Xendit yang dipimpinnya berhasil menjadi fintech terbaik ke-4 di Asia Pasifik, sebuah pencapaian luar biasa yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemimpin fintech paling berpengaruh di kawasan ini.

Perjalanan Tessa Wijaya membangun Xendit menunjukkan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Ia harus melewati berbagai tantangan dan kegagalan sebelum akhirnya mencapai titik keberhasilan.

Bagi Tessa, fintech bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang bagaimana teknologi bisa digunakan untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Dengan kepemimpinannya, ia telah membuka jalan bagi lebih banyak perempuan untuk berkarya di dunia bisnis dan teknologi.

Jangan Lewatkan:
  • Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan
  • Marsinah: Suara Buruh yang Terdiam Tragis
  • Dida Nurhayati: Membangun Pramuka Cisayong yang Berprestasi
  • Ibnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia

Kesuksesan Xendit di bawah kepemimpinannya adalah bukti bahwa ketekunan, inovasi, dan keberanian untuk bermimpi besar adalah kunci menuju pencapaian luar biasa.

Fintech Indonesia Pengusaha Wanita Profil Bisnis Tessa Wijaya Xendit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKemenag Pangkas Kunjungan ke Luar Negeri, Fokus pada Urusan Haji
Next Article Dampak Psikologis Nama Umum di Indonesia

Informasi lainnya

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

27 April 2026

Tidur Nanti Saja

21 April 2026

Dalam Diam, Tumbuh Arah

21 April 2026

Jejak Muda, Prestasi Nyata

21 April 2026

Dari Dapur ke Ruang Strategis

21 April 2026

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

31 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

7 Kunci Sukses ala Bill Gates yang Bisa Kamu Terapkan

Bisnis Ericka

Toyota Akui Data Kendaraan 2,15 Juta Pelanggan Bocor

Techno Dexpert Corp

Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

Travel Alfi Salamah

Pramuka Indonesia: Dukungan Solidaritas untuk Palestina

Refleksi Ericka

Zainal Abidin Syah, Sultan Pejuang Papua

Profil Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi