Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Temaram di Khalifa

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 17 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bahlil Memang Tidak Punya Urat Malu

Ketika gelar akademik menjadi alat gengsi, bukan cerminan intelektualitas, dunia pendidikan kehilangan marwahnya.
Udex MundzirUdex Mundzir8 Maret 2025 Editorial
Integritas akademik pejabat publik
Disertasi Bahlil: Ketika Gelar Akademik Dipertaruhkan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Publik kembali disuguhi drama akademik yang melibatkan pejabat tinggi. Kali ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia harus menerima kenyataan bahwa disertasinya di Universitas Indonesia (UI) dinyatakan perlu diperbaiki.

Namun, alih-alih merasa malu, ia justru dengan santai menyatakan bahwa dirinya akan “melihat dulu” keputusan UI sebelum mengambil langkah berikutnya. Pernyataan ini seolah menunjukkan bahwa bagi Bahlil, gelar akademik bukanlah soal keilmuan, melainkan hanya simbol status yang bisa dinegosiasikan.

Fenomena ini bukan pertama kali terjadi. Di Indonesia, tak sedikit pejabat yang berlomba-lomba meraih gelar akademik, tetapi minim kontribusi intelektual.

Gelar doktor bukan lagi buah dari penelitian mendalam, melainkan sekadar formalitas yang bisa dikejar sambil tetap sibuk berpolitik. Ketika seorang menteri menjalani program doktoral di tengah kesibukannya mengurus negara, wajar jika publik bertanya: kapan ia benar-benar meneliti dan menulis?

Kasus Bahlil mengingatkan kita pada problem kronis di dunia akademik Indonesia: bagaimana kampus sering kali tunduk pada figur berkuasa. UI, sebagai salah satu kampus terbaik di negeri ini, kini diuji kredibilitasnya.

Jika keputusan memperbaiki disertasi Bahlil benar-benar didasarkan pada standar akademik, maka itu patut diapresiasi. Namun, jika ada kompromi demi menjaga hubungan baik dengan penguasa, maka itu adalah cerminan bahwa kampus tak lebih dari sekadar pelayan bagi elite politik.

Baca Juga:
  • Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi
  • Celah Curang Layanan Rumah Sakit
  • Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)
  • Golkar di Persimpangan Jalan

Yang lebih menyedihkan, kasus ini semakin mempertegas bahwa UI mengalami down grade serius. Kampus yang selama ini disebut sebagai “kampus nomor satu anak bangsa” kini dipertanyakan integritasnya.

UI tak lagi berfungsi sebagai benteng akademik yang menjaga keilmuan, tetapi justru memberi ruang bagi kepentingan politik. Bahlil adalah setitik noda yang merusak kredibilitas UI secara keseluruhan. Jika standar akademik bisa dinegosiasikan, bagaimana UI bisa tetap menyandang predikat kampus terbaik?

Banyak akademisi UI yang selama ini berjuang mempertahankan kualitas riset dan pendidikan kini terpaksa menanggung dampak dari kasus ini. Mereka yang bekerja keras untuk menjaga standar keilmuan harus melihat kampusnya terseret dalam polemik murahan.

Jika UI benar-benar serius menjaga marwah akademiknya, maka tidak cukup hanya meminta perbaikan disertasi. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap bagaimana kampus memperlakukan pejabat yang ingin meraih gelar akademik.

Kritik terhadap Bahlil bukanlah semata soal disertasinya, melainkan soal etika akademik dan kepantasan moral seorang pejabat publik. Seorang akademisi sejati akan merasa terpukul jika karyanya dianggap belum layak.

Artikel Terkait:
  • Koperasi Rasa Franchise
  • Bayang-Bayang Dwifungsi
  • Bisnis Militer: Jalan Menuju Politik?
  • Ijazah Pejabat Harus Diverifikasi Ulang

Mereka akan berusaha keras untuk memperbaiki, bukan dengan dalih “melihat dulu keputusan UI.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa gelar akademik bagi Bahlil hanyalah aksesori, bukan hasil perjuangan intelektual.

Dunia akademik harus kembali menegaskan marwahnya. Gelar doktor bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan dengan mudah hanya karena seseorang memiliki jabatan tinggi.

UI dan kampus-kampus lain harus berani menjaga independensi dan menolak intervensi politik. Jika pejabat ingin berkuliah, mereka harus tunduk pada standar akademik yang sama dengan mahasiswa lainnya.

Bahlil mungkin tidak merasa malu, tetapi publik yang peduli pada integritas akademik seharusnya marah.

Jangan Lewatkan:
  • Merince Kogoya dan Batas Ekspresi
  • Ilmu yang Terasing di Negeri Sendiri
  • Kalau Mau Selamat, Jadilah Koruptor di Indonesia
  • Tom Lembong dan Kriminalisasi Kebijakan Publik

Jika dunia pendidikan terus menerus dikotori oleh mentalitas instan dan kepentingan politik, maka kita sedang menuju kehancuran intelektual. Inilah saatnya kampus bersikap tegas: ilmu pengetahuan tidak boleh tunduk pada kekuasaan.

Bahlil Lahadalia Disertai UI integritas akademik Pejabat dan Gelar Politik dan Pendidikan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleFIFA Perkenalkan TiKay, Maskot Piala Dunia Sepak Bola Pantai
Next Article UI Mesin Gelar Doktor Pejabat

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal

Editorial Udex Mundzir

Jangan Goyang Pemerintah Sah

Editorial Udex Mundzir

Senyum di Tengah Derita

Islami Alfi Salamah

DPR AS Desak Apple dan Google Hapus TikTok Januari 2025

Techno Silva

Prabowo itu Bayang-Bayang Jokowi atau Pemimpin Baru?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi