Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 26 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Yang Mau Lanjutkan Bangun IKN, Silakan Patungan

Jika ambisi pembangunan tak sejalan dengan logika rakyat, mungkin saatnya diuji: siapa yang benar-benar mau menanggung biayanya?
Udex MundzirUdex Mundzir9 Februari 2025 Editorial
Pembangunan IKN dan Kritik Publik
Pembangunan IKN (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Gagasan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang awalnya dibungkus dengan narasi modernisasi, transformasi, dan kebanggaan nasional, kini justru menjadi bahan olok-olok di ruang publik.

Slogan sarkastis “yang mau lanjutkan bangun IKN, silakan patungan” bukan sekadar guyonan biasa. Itu adalah ekspresi frustrasi yang mencerminkan betapa renggangnya jarak antara kebijakan ambisius pemerintah dan realitas kehidupan sehari-hari rakyat.

Ketika rakyat diminta berhemat, menghadapi harga kebutuhan pokok yang melambung, dan berjuang dengan akses layanan publik yang minim, pemerintah justru sibuk mengurus megaproyek yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan sederhana namun fundamental: siapa sebenarnya yang diuntungkan dari proyek ini?

Jika manfaatnya begitu jelas dan besar, mengapa antusiasme masyarakat justru lebih banyak diwujudkan dalam bentuk sindiran ketimbang dukungan nyata?

Fenomena ini memperlihatkan kegagalan pemerintah dalam membaca suasana kebatinan publik. Warga tidak sekadar menolak karena tidak suka dengan perubahan, tetapi karena mereka melihat ketimpangan antara kebutuhan dasar yang belum terpenuhi dan obsesi pemerintah terhadap pembangunan fisik yang megah.

Publik lelah dengan janji-janji manis yang tidak menyentuh kebutuhan riil mereka. Di tengah inflasi yang menekan daya beli, sulit untuk mengharapkan rakyat bersimpati pada proyek yang terasa jauh dari urgensi hidup mereka.

Apalagi, narasi yang dibangun pemerintah tentang IKN sering kali terdengar klise: “akan menjadi pusat ekonomi baru,” “mendorong pemerataan pembangunan,” atau “menciptakan lapangan kerja.”

Klaim-klaim ini tanpa disertai bukti konkret di lapangan hanya akan menjadi jargon kosong.

Masyarakat sudah cukup kenyang dengan pengalaman masa lalu di mana proyek-proyek besar justru menjadi lahan subur untuk korupsi, pemborosan anggaran, dan ketidaktransparanan.

Baca Juga:
  • Pilwalkot Samarinda 2024: Formalitas Saja
  • Angin Segar bagi Narapidana
  • Gema Impian di Tengah Asa: Piala AFF 2024
  • Kegaduhan yang Disengaja

Kritik yang muncul di media sosial menunjukkan bahwa masyarakat bukan sekadar apatis, melainkan semakin kritis.

Mereka mempertanyakan transparansi anggaran, akuntabilitas pemerintah, serta urgensi proyek ini di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil.

Warganet dengan sarkas mengatakan, jika IKN memang bermanfaat dan menguntungkan, para politisi, pengusaha besar, dan pendukung setia proyek ini seharusnya rela urunan.

Ironi ini menyentil logika para pengambil kebijakan yang selalu mengklaim proyek ini untuk kepentingan rakyat, namun biaya dan risikonya sepenuhnya dibebankan kepada publik.

Ketidakpercayaan ini diperparah oleh berbagai kasus korupsi yang melibatkan proyek infrastruktur di masa lalu.

Rakyat belajar bahwa anggaran besar selalu membawa risiko besar: dari mark-up, pengadaan fiktif, hingga permainan kotor di balik lelang proyek.

Sikap skeptis ini semakin sulit dihapus tanpa komitmen transparansi yang nyata dari pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah tampak terjebak dalam logika pembangunan yang usang—mengukur kemajuan dari seberapa besar gedung yang dibangun, seberapa panjang jalan yang diaspal, dan seberapa banyak proyek infrastruktur yang diresmikan.

Padahal, esensi pembangunan seharusnya lebih dari sekadar fisik.

Pembangunan yang bermakna adalah yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperluas akses terhadap layanan publik, dan menciptakan rasa keadilan sosial.

Artikel Terkait:
  • Lebih 12 Persen Tidak Mau Andi Harun Jadi Wali Kota!
  • Integritas di Balik Gelar Akademik
  • Sikap PDIP: Antara Prinsip dan Kepentingan
  • Koperasi Rasa Franchise

Sindiran soal “patungan untuk IKN” adalah refleksi dari rasa ketidakadilan itu.

Di satu sisi, rakyat disuruh maklum atas kenaikan harga bahan bakar, tarif listrik, atau kebijakan ekonomi yang membebani.

Di sisi lain, mereka melihat anggaran negara dihamburkan untuk proyek yang manfaatnya masih abu-abu.

Ini bukan hanya tentang angka dalam APBN, melainkan tentang prioritas: mana yang benar-benar mendesak untuk diperjuangkan.

Jika pemerintah percaya diri bahwa proyek ini akan menguntungkan, mengapa tidak membuka opsi investasi publik secara sukarela?

Bukan dalam bentuk pajak atau pungutan wajib, tetapi benar-benar sukarela—lihat seberapa banyak orang yang rela mengeluarkan uang pribadi mereka untuk mendukung IKN.

Jika ternyata responnya minim, itu adalah sinyal bahwa proyek ini tidak memiliki dukungan sosial yang cukup kuat.

Pada akhirnya, proyek IKN bukan hanya soal membangun gedung-gedung baru di tanah kosong.

Ia adalah cermin dari bagaimana pemerintah memandang pembangunan: apakah sebagai alat untuk memuliakan rakyat, atau sekadar monumen ambisi politik.

Jangan Lewatkan:
  • UI di Puncak Ranking, Tercoreng Predator Tambang
  • Tarif Trump: Senjata Makan Tuan
  • Harga BBM Turun, Asal Bukan Oplosan
  • Indonesia dan Dua Periode Jokowi yang Memalukan

Jika pemerintah tetap bersikeras melanjutkan tanpa evaluasi kritis, maka IKN akan menjadi simbol ketidakpekaan rezim terhadap jeritan warganya sendiri.

Jadi, yang mau lanjutkan bangun IKN, silakan patungan.

Rakyat sudah cukup lelah menjadi penonton sekaligus korban dari mimpi-mimpi besar yang tak pernah berpijak di tanah tempat mereka berdiri.

Anggaran Negara Kritik Publik Pembangunan IKN Proyek Infrastruktur Transparansi Pemerintah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAmbisi Politik Bahlil: Kursi Lebih Penting dari Kinerja
Next Article Pers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik

Informasi lainnya

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

26 April 2026

e-KTP: Teknologi Tanpa Arah

25 April 2026

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

23 April 2026

UKT dan Ilusi Kesejahteraan ASN

19 April 2026

War Ticket: Ilusi Akses Setara

12 April 2026

Fakta Sebenernya, Inflasi Pejabat

12 April 2026
Paling Sering Dibaca

Celah Curang Layanan Rumah Sakit

Editorial Udex Mundzir

Strategi Penggunaan WhatsApp Channel untuk Membangun Personal Branding

Techno Udex Mundzir

Thrifting: Gaya Stylish yang Ramah Lingkungan

Happy Alfi Salamah

Nomor HP Tidak Pernah Ganti 10 Tahun? Ini Tanda Kamu Layak Dipercaya

Daily Tips Ericka

Hukum Jual Beli Emas Digital dalam Islam

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi