Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 16 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Yang Mau Lanjutkan Bangun IKN, Silakan Patungan

Jika ambisi pembangunan tak sejalan dengan logika rakyat, mungkin saatnya diuji: siapa yang benar-benar mau menanggung biayanya?
Udex MundzirUdex Mundzir9 Februari 2025 Editorial
Pembangunan IKN dan Kritik Publik
Pembangunan IKN (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Gagasan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang awalnya dibungkus dengan narasi modernisasi, transformasi, dan kebanggaan nasional, kini justru menjadi bahan olok-olok di ruang publik.

Slogan sarkastis “yang mau lanjutkan bangun IKN, silakan patungan” bukan sekadar guyonan biasa. Itu adalah ekspresi frustrasi yang mencerminkan betapa renggangnya jarak antara kebijakan ambisius pemerintah dan realitas kehidupan sehari-hari rakyat.

Ketika rakyat diminta berhemat, menghadapi harga kebutuhan pokok yang melambung, dan berjuang dengan akses layanan publik yang minim, pemerintah justru sibuk mengurus megaproyek yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan sederhana namun fundamental: siapa sebenarnya yang diuntungkan dari proyek ini?

Jika manfaatnya begitu jelas dan besar, mengapa antusiasme masyarakat justru lebih banyak diwujudkan dalam bentuk sindiran ketimbang dukungan nyata?

Fenomena ini memperlihatkan kegagalan pemerintah dalam membaca suasana kebatinan publik. Warga tidak sekadar menolak karena tidak suka dengan perubahan, tetapi karena mereka melihat ketimpangan antara kebutuhan dasar yang belum terpenuhi dan obsesi pemerintah terhadap pembangunan fisik yang megah.

Publik lelah dengan janji-janji manis yang tidak menyentuh kebutuhan riil mereka. Di tengah inflasi yang menekan daya beli, sulit untuk mengharapkan rakyat bersimpati pada proyek yang terasa jauh dari urgensi hidup mereka.

Apalagi, narasi yang dibangun pemerintah tentang IKN sering kali terdengar klise: “akan menjadi pusat ekonomi baru,” “mendorong pemerataan pembangunan,” atau “menciptakan lapangan kerja.”

Klaim-klaim ini tanpa disertai bukti konkret di lapangan hanya akan menjadi jargon kosong.

Masyarakat sudah cukup kenyang dengan pengalaman masa lalu di mana proyek-proyek besar justru menjadi lahan subur untuk korupsi, pemborosan anggaran, dan ketidaktransparanan.

Baca Juga:
  • Fakta Sebenernya, Inflasi Pejabat
  • Korupsi Makan Bergizi: Kejahatan yang Harus Dihabisi
  • Pimpinan Viral, Yang Menderita Rakyatnya.
  • Hukum yang Dikebut, Rakyat yang Terjebak

Kritik yang muncul di media sosial menunjukkan bahwa masyarakat bukan sekadar apatis, melainkan semakin kritis.

Mereka mempertanyakan transparansi anggaran, akuntabilitas pemerintah, serta urgensi proyek ini di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil.

Warganet dengan sarkas mengatakan, jika IKN memang bermanfaat dan menguntungkan, para politisi, pengusaha besar, dan pendukung setia proyek ini seharusnya rela urunan.

Ironi ini menyentil logika para pengambil kebijakan yang selalu mengklaim proyek ini untuk kepentingan rakyat, namun biaya dan risikonya sepenuhnya dibebankan kepada publik.

Ketidakpercayaan ini diperparah oleh berbagai kasus korupsi yang melibatkan proyek infrastruktur di masa lalu.

Rakyat belajar bahwa anggaran besar selalu membawa risiko besar: dari mark-up, pengadaan fiktif, hingga permainan kotor di balik lelang proyek.

Sikap skeptis ini semakin sulit dihapus tanpa komitmen transparansi yang nyata dari pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah tampak terjebak dalam logika pembangunan yang usang—mengukur kemajuan dari seberapa besar gedung yang dibangun, seberapa panjang jalan yang diaspal, dan seberapa banyak proyek infrastruktur yang diresmikan.

Padahal, esensi pembangunan seharusnya lebih dari sekadar fisik.

Pembangunan yang bermakna adalah yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperluas akses terhadap layanan publik, dan menciptakan rasa keadilan sosial.

Artikel Terkait:
  • Pilkada Sampang 2024: Situasi Ketat, Mandat Diunggulkan
  • Israel Lahir Lewat Teror dan Genosida
  • Bersihkan Warisan Kabinet Jokowi
  • Langkah Utang Pemerintah di Akhir 2024

Sindiran soal “patungan untuk IKN” adalah refleksi dari rasa ketidakadilan itu.

Di satu sisi, rakyat disuruh maklum atas kenaikan harga bahan bakar, tarif listrik, atau kebijakan ekonomi yang membebani.

Di sisi lain, mereka melihat anggaran negara dihamburkan untuk proyek yang manfaatnya masih abu-abu.

Ini bukan hanya tentang angka dalam APBN, melainkan tentang prioritas: mana yang benar-benar mendesak untuk diperjuangkan.

Jika pemerintah percaya diri bahwa proyek ini akan menguntungkan, mengapa tidak membuka opsi investasi publik secara sukarela?

Bukan dalam bentuk pajak atau pungutan wajib, tetapi benar-benar sukarela—lihat seberapa banyak orang yang rela mengeluarkan uang pribadi mereka untuk mendukung IKN.

Jika ternyata responnya minim, itu adalah sinyal bahwa proyek ini tidak memiliki dukungan sosial yang cukup kuat.

Pada akhirnya, proyek IKN bukan hanya soal membangun gedung-gedung baru di tanah kosong.

Ia adalah cermin dari bagaimana pemerintah memandang pembangunan: apakah sebagai alat untuk memuliakan rakyat, atau sekadar monumen ambisi politik.

Jangan Lewatkan:
  • Menghapus Jerat Judi Online Pasca Pilkada
  • Relawan Muda di Arus Mudik
  • Pancasila Bukan Milik Satu Nama
  • Mike Tyson vs Jake Paul, Duel Fenomenal untuk Konten YouTube!

Jika pemerintah tetap bersikeras melanjutkan tanpa evaluasi kritis, maka IKN akan menjadi simbol ketidakpekaan rezim terhadap jeritan warganya sendiri.

Jadi, yang mau lanjutkan bangun IKN, silakan patungan.

Rakyat sudah cukup lelah menjadi penonton sekaligus korban dari mimpi-mimpi besar yang tak pernah berpijak di tanah tempat mereka berdiri.

Anggaran Negara Kritik Publik Pembangunan IKN Proyek Infrastruktur Transparansi Pemerintah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAmbisi Politik Bahlil: Kursi Lebih Penting dari Kinerja
Next Article Pers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Halal Kulture District Ajak Muslim Muda Sambut Ramadan Lebih Mindful

Happy Assyifa

Adam D’Angelo: Pendiri Quora dan Mantan CTO Facebook

Profil Ericka

Bubur Kacang Hijau: Kelezatan Tradisional Selama Puncak Haji

Islami Alfi Salamah

Dulu Dipaksa-Paksa Menggunakan Gas Elpiji 3 Kg, Sekarang Malah Haram

Editorial Udex Mundzir

Kegaduhan yang Disengaja

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Ericka5 Agustus 2025

Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pelayanan Terbaik Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

KUHAP Baru Atur Ketat Penyitaan hingga Penahanan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi