Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pimpinan Viral, Yang Menderita Rakyatnya.

Saat rakyat kehilangan arah, pemimpinnya justru sibuk mencari sorotan.
Udex MundzirUdex Mundzir3 April 2025 Editorial
Pencitraan Pemimpin Daerah dan Kontras Ekonomi Lebaran
Ilustrasi Pencitraan Pemimpin Daerah dan Kontras Ekonomi Lebaran
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tahun ini jumlah pemudik turun drastis—dari 193 juta menjadi 146 juta orang. Bukan karena orang-orang tak lagi cinta kampung halaman, tapi karena mereka tak punya cukup uang untuk pulang. Namun, di tengah kesulitan ekonomi itu, kita disuguhi pemimpin daerah yang baru dilantik malah tampil layaknya bintang panggung.

Alih-alih bekerja sunyi untuk membenahi daerahnya, mereka justru berlomba tampil di kamera. Menolak gaji, membagikan bansos, membonceng rakyat naik motor, blusukan mendadak—semua dibingkai dalam lensa pencitraan, bukan kinerja.

Padahal, jika dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu, tekanan ekonomi tahun ini jauh lebih berat. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan, upah stagnan, harga pangan tak kunjung turun, dan bantuan sosial justru dipangkas.

Cerita Supriyono dan Hamidah, buruh korban PHK yang tak bisa mudik, hanyalah dua dari ribuan potret warga yang dikorbankan sistem. Mereka yang dulu pulang membawa harapan dan rezeki, kini bahkan tak sanggup membeli tiket pulang.

Namun, pemimpinnya malah menggelar panggung. Yang menjadi simbol, bukan solusi. Yang dikedepankan adalah gestur, bukan kerja.

Baca Juga:
  • Indonesia dan Dua Periode Jokowi yang Memalukan
  • Coba Vaksin? Wakil Rakyat Dulu!
  • Larangan Study Tour: Solusi atau Masalah Baru?
  • Dari Memalukan ke Menakutkan

Lebih parah lagi, pengawasan melemah. Wartawan lokal, LSM, dan aktivis yang dulu vokal kini “dipaksa antri” parcel dan amplop THR. Suara publik dibungkam bukan dengan represi, tapi dengan bingkisan.Kontrol sosial mandul. Kritik dimatikan dengan keramahan palsu. Ruang diskusi publik diganti dengan siaran langsung penuh tepuk tangan.

Sementara itu, pelayanan dasar tetap buruk. Jalan rusak tak tersentuh, air bersih masih langka, layanan kesehatan tetap antre dan minim obat. Rakyat dibiarkan bergulat sendiri dengan hidupnya, sementara anggaran habis untuk pencitraan.

Benar bahwa arus mudik tahun ini lebih lancar. Data Korlantas menunjukkan kecelakaan turun 31 persen, dan korban meninggal menurun 32 persen dibanding 2024. Tapi jangan sampai lancarnya jalan justru menutupi kenyataan bahwa banyak yang tak bisa mudik karena tak punya ongkos.

Dibandingkan tahun lalu, tidak hanya jumlah pemudik yang menyusut, tetapi perputaran uang selama Ramadan dan Lebaran pun turun drastis: dari Rp157 triliun menjadi Rp137 triliun. Uang tidak bergerak, karena dompet rakyat semakin tipis.

Ironisnya, justru di tengah keterpurukan ini, pemimpin daerah sibuk membangun citra saleh dan merakyat. Menolak gaji sambil tetap menikmati semua fasilitas. Membagikan bansos sambil membawa kamera dan pasukan konten.

Artikel Terkait:
  • Israel vs Iran: Medan Dominasi, Bukan Lagi Proxy
  • Prabowo Tak Berani Pecat Bahlil: Stabilitas Koalisi Mengalahkan Kepentingan Rakyat
  • Larangan Baju Bekas: Tegas Boleh, Serampangan Jangan
  • PDIP Pecat Jokowi: Dinamika Baru

Rakyat tak butuh pertunjukan. Mereka butuh perubahan nyata. Jika pemimpin ingin menunjukan empati, maka perbaikilah layanan publik. Buka lapangan kerja. Tingkatkan anggaran pendidikan dan kesehatan. Jangan hanya tampil bersih di permukaan, tapi biarkan korupsi, kolusi, dan kemiskinan mengakar di bawah.

Dan jika ingin dihormati, jangan bungkam pengkritik dengan amplop. Beranilah mendengar suara yang tak enak di telinga. Karena dalam demokrasi, lawan bukan musuh. Kritik bukan fitnah.

Hari ini, yang menjaga rakyat bukan lagi lembaga formal, tapi kesadaran publik itu sendiri. Media alternatif, jaringan warga, dan suara-suara kecil harus kembali diberi tempat. Karena jika pengawasan mati, maka kekuasaan akan terus menyalahgunakan panggung.

Jangan Lewatkan:
  • Revisi Dam: Ibadah atau Administrasi?
  • Prabowo Akan Kehilangan Kesempatan Emas
  • Prabowo Masih Takut Bayang-Bayang Jokowi
  • Keadilan Dibelokkan oleh Kekuasaan

Kita tidak anti pemimpin muda. Kita hanya muak pada pemimpin yang lebih sibuk bergaya daripada bekerja.Pimpinan boleh viral, tapi jangan lupa: yang masih menderita tetap rakyatnya.

Daya Beli Turun Lebaran 2025 Pemimpin Daerah Pencitraan Politik PHK Massal
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAngka Kecelakaan Lalu Lintas Mudik Lebaran Menurun, Menhub Apresiasi Peran Polri
Next Article Eks Tambang Disulap Jadi Peternakan, Loa Raya Gandeng Investor Malaysia

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Ijazah Asli (KataPolisi), Proses Masih Abu-Abu

Editorial Udex Mundzir

Titik Berat Indonesia dalam Konflik Timur Tengah

Perspektif Udex Mundzir

Prabowo Tidak Peka Terhadap Derita Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Antara Harapan dan Kekecewaan

Editorial Udex Mundzir

Prabowo dan Titiek Soeharto, Cinta Lama Bersemi Kembali?

Happy Assyifa
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi