Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pimpinan Viral, Yang Menderita Rakyatnya.

Saat rakyat kehilangan arah, pemimpinnya justru sibuk mencari sorotan.
Udex MundzirUdex Mundzir3 April 2025 Editorial
Pencitraan Pemimpin Daerah dan Kontras Ekonomi Lebaran
Ilustrasi Pencitraan Pemimpin Daerah dan Kontras Ekonomi Lebaran
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Tahun ini jumlah pemudik turun drastis—dari 193 juta menjadi 146 juta orang. Bukan karena orang-orang tak lagi cinta kampung halaman, tapi karena mereka tak punya cukup uang untuk pulang. Namun, di tengah kesulitan ekonomi itu, kita disuguhi pemimpin daerah yang baru dilantik malah tampil layaknya bintang panggung.

Alih-alih bekerja sunyi untuk membenahi daerahnya, mereka justru berlomba tampil di kamera. Menolak gaji, membagikan bansos, membonceng rakyat naik motor, blusukan mendadak—semua dibingkai dalam lensa pencitraan, bukan kinerja.

Padahal, jika dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu, tekanan ekonomi tahun ini jauh lebih berat. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan, upah stagnan, harga pangan tak kunjung turun, dan bantuan sosial justru dipangkas.

Cerita Supriyono dan Hamidah, buruh korban PHK yang tak bisa mudik, hanyalah dua dari ribuan potret warga yang dikorbankan sistem. Mereka yang dulu pulang membawa harapan dan rezeki, kini bahkan tak sanggup membeli tiket pulang.

Namun, pemimpinnya malah menggelar panggung. Yang menjadi simbol, bukan solusi. Yang dikedepankan adalah gestur, bukan kerja.

Baca Juga:
  • Bendera Fiksi, Ketakutan Nyata
  • Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan
  • Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Siapa Masuk Penjara?
  • Generasi Emas, Fondasi Kelas Kacau

Lebih parah lagi, pengawasan melemah. Wartawan lokal, LSM, dan aktivis yang dulu vokal kini “dipaksa antri” parcel dan amplop THR. Suara publik dibungkam bukan dengan represi, tapi dengan bingkisan.Kontrol sosial mandul. Kritik dimatikan dengan keramahan palsu. Ruang diskusi publik diganti dengan siaran langsung penuh tepuk tangan.

Sementara itu, pelayanan dasar tetap buruk. Jalan rusak tak tersentuh, air bersih masih langka, layanan kesehatan tetap antre dan minim obat. Rakyat dibiarkan bergulat sendiri dengan hidupnya, sementara anggaran habis untuk pencitraan.

Benar bahwa arus mudik tahun ini lebih lancar. Data Korlantas menunjukkan kecelakaan turun 31 persen, dan korban meninggal menurun 32 persen dibanding 2024. Tapi jangan sampai lancarnya jalan justru menutupi kenyataan bahwa banyak yang tak bisa mudik karena tak punya ongkos.

Dibandingkan tahun lalu, tidak hanya jumlah pemudik yang menyusut, tetapi perputaran uang selama Ramadan dan Lebaran pun turun drastis: dari Rp157 triliun menjadi Rp137 triliun. Uang tidak bergerak, karena dompet rakyat semakin tipis.

Ironisnya, justru di tengah keterpurukan ini, pemimpin daerah sibuk membangun citra saleh dan merakyat. Menolak gaji sambil tetap menikmati semua fasilitas. Membagikan bansos sambil membawa kamera dan pasukan konten.

Artikel Terkait:
  • Ambisi Politik Bahlil: Kursi Lebih Penting dari Kinerja
  • Prabowo Masih Takut Bayang-Bayang Jokowi
  • Bayang-Bayang Mafia di Sepak Bola Indonesia
  • Yang Mau Lanjutkan Bangun IKN, Silakan Patungan

Rakyat tak butuh pertunjukan. Mereka butuh perubahan nyata. Jika pemimpin ingin menunjukan empati, maka perbaikilah layanan publik. Buka lapangan kerja. Tingkatkan anggaran pendidikan dan kesehatan. Jangan hanya tampil bersih di permukaan, tapi biarkan korupsi, kolusi, dan kemiskinan mengakar di bawah.

Dan jika ingin dihormati, jangan bungkam pengkritik dengan amplop. Beranilah mendengar suara yang tak enak di telinga. Karena dalam demokrasi, lawan bukan musuh. Kritik bukan fitnah.

Hari ini, yang menjaga rakyat bukan lagi lembaga formal, tapi kesadaran publik itu sendiri. Media alternatif, jaringan warga, dan suara-suara kecil harus kembali diberi tempat. Karena jika pengawasan mati, maka kekuasaan akan terus menyalahgunakan panggung.

Jangan Lewatkan:
  • Regulasi Pers Tanpa Arah
  • Tantangannya Kebocoran Data Pribadi
  • Tom Lembong dan Kriminalisasi Kebijakan Publik
  • Sikap PDIP: Antara Prinsip dan Kepentingan

Kita tidak anti pemimpin muda. Kita hanya muak pada pemimpin yang lebih sibuk bergaya daripada bekerja.Pimpinan boleh viral, tapi jangan lupa: yang masih menderita tetap rakyatnya.

Daya Beli Turun Lebaran 2025 Pemimpin Daerah Pencitraan Politik PHK Massal
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAngka Kecelakaan Lalu Lintas Mudik Lebaran Menurun, Menhub Apresiasi Peran Polri
Next Article Eks Tambang Disulap Jadi Peternakan, Loa Raya Gandeng Investor Malaysia

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Gratis Ongkir Dibatasi, Saatnya Bisnis Logistik Lebih Sehat

Bisnis Ericka

Risiko Seks di Luar Nikah bagi Pria Muslim

Islami Udex Mundzir

MPW PP Kaltim Gelar Nuzulul Quran, Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi dan Peduli Sesama

Islami Dexpert Corp

Meski Terlambat, Tetap Harus Dipercepat

Editorial Udex Mundzir

Peraturan Penggunaan Media Sosial untuk Anak di Indonesia

Techno Ericka
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi