Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

Mengapa Universitas Republik Indonesia Jadi Sorotan?

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Kenali Misi Besarnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 24 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ekonomi Digital Indonesia Mengalami Lonjakan 78,19 Persen

Nilai ekonomi digital Indonesia tercatat sebesar 77 miliar dolar AS atau sekitar 40 persen dari total ekonomi digital Asia Tenggara
Alfi SalamahAlfi Salamah25 Januari 2024 Nasional
Ekonomi Digital Indonesia
Ilustrasi Ekonomi Digital Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Peneliti di Center of Digital Economy and SMEs, INDEF, Izzudin Al Farras mengungkapkan perkembangan positif dalam ekonomi digital Indonesia.

Farras mencatat bahwa tingkat penetrasi internet di Indonesia mengalami peningkatan, meningkat dari 51,8 persen pada tahun 2016 menjadi 78,19 persen pada tahun 2023. 

“Nilai ekonomi digital juga naik, terlihat dari nilai Gross Merchandise Value (GMV) industri ekonomi digital sebesar 82 miliar dolar AS 2023 atau naik hampir 30 miliar dolar AS dalam dua tahun terakhir,” ungkap Farras dalam diskusi publik Indef bertajuk “Transformasi UMKM Menggenggam Peluang Digital di 2024” di Jakarta, Kamis (25/1/2024).

GMV Indonesia akan Capai 109 Dolar AS

Farras memperkirakan, GMV Indonesia akan mencapai 109 miliar dolar AS pada 2025 dan 210 miliar dolar AS pada 2030. Saat ini, lanjut Farras, ekonomi digital Indonesia menjadi yang terbesar dan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Guru Besar Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Puji Wahono, mengatakan, Indonesia harus mampu memanfaatkan momentum sebagai pemimpin pasar ekonomi digital di Asia Tenggara.

Baca Juga:
  • Hari Bhakti Kejaksaan RI Ke-78, Kejagung : Kejaksaan Barometer Penegakan Hukum Humanis
  • 4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta
  • Optimalkan Distribusi Kuota Haji Tambahan untuk Mengurangi Antrian
  • Tanpa Rafaksi dan HPP Baru, Stok Beras Nasional Meningkat Tajam

Nilai ekonomi digital Indonesia tercatat sebesar 77 miliar dolar AS atau sekitar 40 persen dari total ekonomi digital Asia Tenggara. 

“Angka ini jauh melampaui Thailand yang berada di nomor dua dengan hanya 17,2 persen,” katanya.

Banyak BUMN yang Mulai Bertransformasi

Puji mengatakan, pelaku UMKM juga harus mampu beradaptasi dengan memanfaatkan platform digital. Puji menyebut banyak BUMN yang mulai bertransformasi merambah pasar digital akibat dampak pandemi covid-19 beberapa waktu lalu. 

“Peran UMKM kita semua sangat krusial, karena 99 persen bentuk usaha di Indonesia adalah UMKM dan UMKM menyumbang sekitar 60 persen dari PDB nasional. Ini menjadi pemain utama untuk ekonomi kita,” imbuhnya.

Puji menilai kebijakan pemerintah sudah sejalan dengan digitalisasi yaitu meningkatkan nilai tambah dan membangun kemitraan sesama UMKM. UMKM dengan usaha besar, menciptakan peluang usaha, memudahkan akses pembiayaan, dan meningkatkan kapasitas serta inovasi.

Artikel Terkait:
  • Libur Lebaran 2025 Selama 11 Hari, Simak Jadwalnya!
  • Haji Berdaya Menyucikan Diri, Mendidik Lingkungan, Merajut Kehidupan
  • MUI Dukung Program Penguatan Kompetensi Juru Dakwah
  • Evaluasi Perizinan Perusahaan yang Melecehkan Karyawan di Cikarang

Digitalisasi UMKM Tidak Terbatas pada Aspek Pemasaran

Namun, Puji mengingatkan digitalisasi UMKM tidak terbatas pada aspek pemasaran, melainkan juga sistem administrasi dan manajemen. 

“Dari gambaran tersebut, digitalisasi sangat penting tapi praktiknya pelaku UMKM banyak yang masih mengandalkan pemasaran tradisional apalagi setelah pandemi,” sambung Puji.

Puji menilai pemerintah harus memberikan solusi dalam mengatasi tantangan UMKM yang terkait keterbatasan literasi, modal, dan akses pasar.

Pemerintah, ucap Puji, harus meningkatkan kapabilitas digital pelaku UMKM, pengembangan infrastruktur, serta kebijakan dan regulasi untuk mendukung pertumbuhan UMKM. 

Jangan Lewatkan:
  • Kedatangan 7 Kloter 6.983 Jamaah dan Petugas Haji ke Madinah
  • Tasreh Masuk Raudhah Tanpa Batasan Usia bagi 23 Kloter
  • JMSI Gelar Deklarasi Dukungan untuk IKN Nusantara di Depan Istana Garuda
  • Prabowo Rancang Perkampungan Indonesia Dekat Masjidil Haram

“Pemerintah perlu menyediakan yang yang aman bagi UMKM untuk berkembang dengan membuat regulasi yang mendukung UMKM. Dan menyediakan platform khusus yang nyaman dan aman bagi UMKM dan konsumen dalam bertransaksi,” pungkas Puji.

GVM Izzudin Al Farras UMKM
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHasto Tekankan Menteri PDIP Berfokus Cegah Instabilitas Politik
Next Article KPU RI Tegaskan Teknis Debat Kelima Pilpres Tidak Berubah

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026

Dandhy Laksono Soroti Dugaan Pembajakan Film

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal

Editorial Udex Mundzir

Lelah Beribadah

Islami Syamril Al-Bugisyi

Menikmati Senja dari Shibuya Sky Tokyo

Travel Alfi Salamah

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Food Lisda Lisdiawati

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

Profil Richard Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi