Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 7 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

KPK Ungkap Dugaan Keterlibatan Travel dalam Korupsi Kuota Haji

KPK menyatakan ada pembagian kuota haji khusus yang tidak sesuai regulasi dan menguntungkan pengusaha travel.
ErickaEricka7 Agustus 2025 Hukum
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan korupsi dalam pembagian kuota haji yang melibatkan pengusaha travel haji dan umrah. Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa praktik ini bermula dari tambahan kuota haji tahun 2023 setelah pemerintah Indonesia melakukan negosiasi dengan Arab Saudi.

Hasil negosiasi tersebut menghasilkan penambahan sebanyak 20.000 kuota haji. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018, pembagian kuota tersebut seharusnya terdiri atas 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus. Namun, pada kenyataannya, pembagian yang dilakukan justru setara, yakni 10.000 kuota untuk masing-masing jenis.

Asep menyebut penyimpangan inilah yang menjadi fokus penyidikan. “Hal itu tidak sesuai dengan regulasi. Dari total 20 ribu kuota tambahan, 10 ribu didistribusikan ke haji khusus, yang biaya penyelenggaraannya lebih tinggi dan berpotensi memberikan keuntungan besar bagi pihak travel,” ujar Asep pada Rabu (6/8/2025).

Ia menambahkan, keuntungan tersebut diperoleh karena biaya penyelenggaraan haji khusus bisa jauh lebih mahal dibandingkan haji reguler. Dana yang terkumpul dari penyelenggaraan haji khusus pun menjadi lebih besar dan diduga dimanfaatkan oleh pelaku untuk kepentingan pribadi maupun korporasi.

Baca Juga:
  • Ma’ruf Amin Absen, Sidang Perdana Esemka Ditunda
  • UU BUMN Disahkan, KPK Tak Lagi Berwenang? Ini Kata Eks Penyidik
  • Diperiksa KPK, Nadiem Tak Jawab soal Investasi Google
  • DPP PJS Kecam Teror ke Tempo, Desak Kapolri Usut Tuntas Pelaku

Pihak travel, menurut Asep, menerima pembagian kuota dari asosiasi penyelenggara haji. “Pembagian dilakukan oleh asosiasi. Travel besar mendapatkan porsi lebih besar, travel kecil memperoleh lebih sedikit. Ini sesuai dengan posisi dan kapasitas mereka dalam asosiasi,” katanya.

Saat ini, KPK tengah menelusuri aliran dana yang diterima oleh sejumlah travel dari pembagian kuota tambahan tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai pihak, termasuk Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Muhammad Farid Aljawi, serta Ketua Umum Kesatuan Travel Haji Umrah Indonesia (Kesthuri) Asrul Aziz.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa proses penyidikan terus berlanjut untuk membuktikan indikasi korupsi. “Kami mengumpulkan data mengenai berapa tambahan kuota haji khusus yang diterima setiap travel. Ini dilakukan untuk memastikan jumlah kuota 10 ribu itu benar-benar tersebar ke pihak-pihak tertentu secara melawan hukum,” kata Budi pada Selasa (5/8/2025).

Artikel Terkait:
  • Kejari Jaksel Digugat karena Belum Eksekusi Silfester Matutina
  • Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla
  • Penyidikan Hampir Rampung, Dua Nama Kunci Kasus Kuota Haji
  • KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Korupsi Ridwan Kamil

KPK juga sedang mendalami berbagai laporan dan informasi tambahan dari masyarakat serta pihak lain yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan haji. Budi menegaskan bahwa fokus utama KPK saat ini adalah menelusuri kemungkinan adanya praktik suap dan gratifikasi terkait pembagian kuota tersebut.

Dengan temuan ini, KPK menyoroti pentingnya penataan kembali sistem pembagian kuota haji agar tidak disalahgunakan. Langkah ini dianggap perlu untuk mencegah praktik serupa terulang di masa mendatang dan untuk menjaga integritas penyelenggaraan ibadah haji oleh negara.

Jangan Lewatkan:
  • DPR Janji RUU Aset Dibahas Setelah KUHAP Rampung
  • Uang Tunai USD1,6 Juta Disita KPK dalam Kasus Kuota Haji
  • KPK Sita Rp26,26 Miliar dan Lima Bidang Tanah Kasus Kuota Haji
  • Pakar Hukum Sebut PP 24/2025 Tak Sejalan dengan UU Perlindungan Saksi
Amphuri Kesthuri Haji 2025 Kasus Korupsi Travel KPK Kuota Haji
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePrabowo Masih Takut Bayang-Bayang Jokowi
Next Article Penuhi Panggilan KPK, Yaqut Bungkam soal Pembagian Kuota Haji

Informasi lainnya

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

2 November 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

27 Oktober 2026

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

26 Agustus 2026

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda

23 Agustus 2026

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

1 Juli 2026
Paling Sering Dibaca

Childfree dalam Pandangan Islam

Islami Alfi Salamah

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

Perspektif Udex Mundzir

Juara dari Kebiasaan Kecil 

Profil Adit Musthofa

Jangan Lupa! Palestina Dirampas, Israel Berdiri

Editorial Udex Mundzir

Thrifting: Gaya Stylish yang Ramah Lingkungan

Happy Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi