Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Aura Farming Viral, Mengapa Semua Ingin Terlihat Keren?

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Usai Karhutla

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Isu, Skandal, dan Politik Panggung

Ketika skandal dibuka di panggung publik tanpa arah penyelesaian, publik hanya dijadikan penonton drama yang tak tahu siapa penulis naskahnya.
Udex MundzirUdex Mundzir5 April 2025 Editorial
Skandal Politik Ridwan Kamil dan Lisa Mariana
Ilustrasi Skandal Politik
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kasus Lisa Mariana dan Ridwan Kamil menyeret perhatian publik ke tengah pusaran skandal, sensasi, dan spekulasi politik. Seorang selebgram yang dulunya model majalah dewasa mengklaim memiliki anak dari mantan Gubernur Jawa Barat.

Ia hadir membawa cerita lengkap: kronologi, tempat pertemuan, bentuk komunikasi, hingga pengakuan soal pembiayaan hidup saat hamil.

Namun narasi itu dibantah keras oleh pihak Ridwan Kamil. Kuasa hukumnya bahkan menyebut isu ini bukan baru pertama kali muncul. Empat tahun lalu, kata mereka, tuduhan serupa pernah dilontarkan oleh orang yang sama—dan berakhir dengan permintaan maaf.

Kini kasus lama itu muncul lagi, justru ketika Ridwan Kamil mulai masuk dalam radar politik nasional.

Apa yang sebenarnya terjadi? Apa tujuan dari kemunculan ulang cerita ini? Dan pertanyaan paling penting: siapa yang berkepentingan?Pertanyaan-pertanyaan ini tidak bisa dijawab hanya dengan simpati atau benci. Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi, bukan hanya siapa yang sedang trending.

Sayangnya, hingga kini belum ada investigasi terbuka dari media arus utama. Isu ini terus bergulir di media sosial, dalam bentuk potongan video konferensi pers, narasi dramatis, atau serangan balasan yang membentuk opini.

Tak sedikit yang percaya Lisa adalah korban. Tapi tak sedikit pula yang meyakini ia hanya alat dalam operasi pembusukan karakter.

Baca Juga:
  • Dilema Profesi Guru di Tengah Ancaman Kriminalisasi
  • Ladang Ganja di Bromo: Polisi Tidak Tahu atau Tutup Mata?
  • Hibah untuk Aparat, Buat Apa?
  • Prabowo Tidak Peka Terhadap Derita Rakyat

Inilah masalahnya. Ketika kebenaran hanya ditentukan oleh narasi yang paling viral, maka yang kalah adalah keadilan dan akal sehat.

Lisa Mariana kini didampingi tim kuasa hukum yang cukup aktif bicara ke media. Tapi siapa pendananya? Siapa yang memfasilitasi strategi komunikasinya? Mengapa ia memilih muncul kembali sekarang?

Kita tidak bisa menuduh tanpa bukti. Tapi kita juga tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan bahwa skandal ini bisa saja digerakkan oleh kekuatan yang lebih besar.

Apalagi, Ridwan Kamil adalah nama yang tengah dipoles oleh partainya untuk menempati posisi strategis dalam pemerintahan atau Pilkada besar. Tak menutup kemungkinan, isu ini muncul untuk merusak ritme elektoralnya.

Di sisi lain, jika klaim Lisa Mariana benar, maka publik juga berhak mendapat kejelasan, bukan hanya bantahan. Tes DNA bisa menjadi jalan pembuktian objektif, bukan sekadar manuver konferensi pers.

Namun, apakah kita benar-benar menginginkan penyelesaian? Atau kita hanya menikmati drama ini sebagai hiburan politik menjelang kontestasi?

Artikel Terkait:
  • Hakim Bisa Dibeli? Ini Darurat!
  • Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi
  • Koperasi Desa: Membangun atau Menguras?
  • e-KTP: Teknologi Tanpa Arah

Sebab yang paling berbahaya bukanlah skandal itu sendiri, melainkan publik yang terbiasa menerima sensasi sebagai kebenaran.

Dalam sistem demokrasi, karakter dan integritas pejabat publik adalah fondasi utama kepercayaan. Tapi jika verifikasi disubstitusi dengan viralitas, maka politik tak lagi soal kepercayaan—tapi soal siapa yang lebih cepat memainkan narasi.

Penting untuk dicatat: setiap orang punya hak atas reputasi dan pembelaan. Lisa Mariana berhak mengungkap kisahnya. Ridwan Kamil berhak membela diri. Tapi ketika semua ini dimainkan di ruang publik tanpa arah hukum yang jelas, yang dirusak adalah rasa percaya rakyat pada sistem.

Jika tuduhan ini palsu, maka hukum harus berjalan. Jika tuduhan ini benar, maka konsekuensinya pun harus nyata. Tapi jika ini hanya strategi untuk mengaburkan agenda politik, maka publik sedang diperalat secara masif.

Editorial ini tidak berpihak pada siapa pun, kecuali pada kepentingan agar kebenaran tidak diputuskan oleh noise.

Jangan Lewatkan:
  • Pendidikan Tersedot Program MBG
  • Selamat Tinggal Agustus Kelabu: Tinggalkan Joget-joget di Istana
  • Bayang-Bayang Mafia di Sepak Bola Indonesia
  • Jabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?

Karena ketika isu pribadi dijadikan alat politik, dan publik dibiarkan menebak-nebak siapa dalangnya, maka demokrasi sedang dijalankan seperti panggung sandiwara.

Isu Lisa Mariana Pencitraan Publik Ridwan Kamil Skandal Politik Viralitas dan Kekuasaan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePesta Laut Kuala Samboja: Tradisi Pesisir Jadi Sorotan Nusantara
Next Article Masa WFA ASN Diperpanjang hingga 8 April 2025

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Mindset Hack to Stop Overthinking

Happy Assyifa

Pergi Haji atau Umroh Dulu? Ini Jawaban Ustadz Abdul Somad

Islami Alfi Salamah

Cara Efektif Menghitung Dana Pensiun di Indonesia

Daily Tips Assyifa

Refleksi Kemenangan dan Kekalahan dalam Pilkada 2024

Editorial Udex Mundzir

Relawan Muda di Arus Mudik

Editorial Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi