Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 6 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Prabowo Tidak Peka Terhadap Derita Rakyat

Pertimbangan politik dan pengalaman lebih diutamakan daripada mendengarkan keluhan publik
Udex MundzirUdex Mundzir22 Oktober 2024 Editorial
Prabowo Subianto tidak peka terhadap derita rakyatnya
Ilustrasi Pemimpin tidak peka derita rakyatnya
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sejak menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di era Presiden Joko Widodo, Luhut kerap menjadi sorotan, terutama karena perannya dalam kebijakan yang dianggap merugikan rakyat dan lingkungan.

Banyak pihak menilai bahwa Prabowo, yang dikenal memiliki basis dukungan dari masyarakat bawah dan mengusung visi perubahan, tidak peka terhadap kegelisahan rakyat ketika ia tetap memberikan jabatan penting kepada Luhut. Keputusan ini tampaknya tidak sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan wajah-wajah baru di pemerintahan dan perubahan kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat kecil.

Ketidaksukaan masyarakat terhadap Luhut Binsar Panjaitan bukanlah hal baru. Sejak bertahun-tahun, Luhut telah menjadi figur yang sering disoroti karena kebijakan-kebijakan kontroversial yang ia dukung.

Salah satu yang paling mencolok adalah perannya dalam percepatan proyek strategis nasional, termasuk proyek tambang dan infrastruktur besar yang seringkali dianggap merusak lingkungan. Salah satu contoh yang sering dikritik adalah keterlibatan Luhut dalam kebijakan pengelolaan tambang emas di Papua dan proyek tambang di berbagai wilayah lain.

Banyak aktivis lingkungan dan masyarakat adat menentang proyek-proyek ini karena dampaknya terhadap kerusakan alam dan hilangnya sumber penghidupan masyarakat lokal.

Selain itu, dalam beberapa kesempatan, Luhut juga dikenal sebagai salah satu menteri yang kerap berseberangan dengan para aktivis. Pandangan-pandangannya tentang isu lingkungan dan pembangunan seringkali dianggap tidak sejalan dengan semangat keberlanjutan yang semakin disuarakan oleh masyarakat sipil.

Dalam beberapa survei, khususnya yang dilakukan oleh lembaga independen, Luhut kerap mendapatkan penilaian rendah dari publik terkait isu-isu lingkungan dan tata kelola sumber daya alam.

Sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi di era Jokowi, Luhut bertanggung jawab atas banyak kebijakan ekonomi yang mempengaruhi kehidupan masyarakat luas. Salah satu kebijakan yang paling sering dikritik adalah strategi percepatan investasi asing di berbagai sektor, terutama di bidang energi dan sumber daya alam. Dalam beberapa kasus, masyarakat merasa bahwa kebijakan yang didorong Luhut terlalu menguntungkan investor asing dan merugikan kepentingan rakyat. Isu ini menjadi salah satu sumber utama ketidakpuasan terhadap Luhut.

Misalnya, kebijakan terkait Omnibus Law yang sangat didukung oleh Luhut sempat menjadi kontroversi besar. Masyarakat pekerja dan buruh menentang keras undang-undang ini karena dianggap mengurangi hak-hak mereka. Demonstrasi besar-besaran terjadi di berbagai daerah pada tahun 2020 dan 2021, menunjukkan ketidakpuasan publik terhadap kebijakan ini. Sebagai figur kunci di balik Omnibus Law, Luhut menjadi sasaran kritik masyarakat, terutama buruh dan aktivis hak asasi manusia.

Bahkan, dalam survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia pada 2021, hanya 27 persen responden yang menyatakan puas dengan kinerja pemerintah terkait pengelolaan sumber daya alam, sebuah sektor yang diawasi Luhut. Sebagian besar masyarakat menyatakan kekhawatiran tentang dampak investasi asing yang terlalu besar pada ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat kecil.

Saat Luhut dirawat di Singapura pada pertengahan 2022 karena masalah kesehatan, sebagian besar netizen di media sosial menunjukkan reaksi yang mengejutkan. Alih-alih mendapatkan simpati, Luhut malah menjadi sasaran hujatan. Banyak yang mendoakan agar ia tidak kembali memegang jabatan penting di pemerintahan. Hashtag #LuhutMenyerah sempat menjadi trending di Twitter, menunjukkan betapa besarnya ketidaksukaan masyarakat terhadapnya.

Baca Juga:
  • Bersih-Bersih Kabinet Prabowo Dimulai
  • Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa
  • Regulasi Pers Tanpa Arah
  • Prabowo Akan Kehilangan Kesempatan Emas

Namun, keputusan Prabowo Subianto untuk tetap memberikan jabatan strategis kepada Luhut menunjukkan bahwa presiden terpilih ini tidak mendengarkan suara rakyat yang meminta perubahan. Bagi sebagian besar rakyat, Luhut adalah simbol kebijakan lama yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil dan hanya menguntungkan kalangan tertentu.

Ketika Prabowo pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden, banyak yang berharap bahwa ia akan membawa angin segar bagi pemerintahan, dengan mengusung tokoh-tokoh baru yang lebih berpihak pada kepentingan rakyat. Namun, dengan masuknya kembali Luhut ke lingkaran kekuasaan, harapan tersebut seolah pupus. Prabowo, yang didukung oleh mayoritas pemilih dari kalangan rakyat kecil dan nasionalis, tampaknya gagal menangkap aspirasi tersebut.

Keputusan Prabowo untuk mempertahankan Luhut di posisi strategis ini mengindikasikan bahwa pertimbangan politik dan pengalaman lebih diutamakan daripada mendengarkan keluhan publik. Prabowo mungkin merasa bahwa pengalaman Luhut dalam mengelola ekonomi dan investasi tetap dibutuhkan di tengah tantangan ekonomi global. Namun, keputusan ini juga menunjukkan bahwa Prabowo belum sepenuhnya menyadari pentingnya mendengarkan suara rakyat yang menginginkan perubahan nyata di pemerintahan.

Meskipun keputusan ini mungkin didasari oleh pertimbangan teknokratis, tidak bisa dipungkiri bahwa kekecewaan masyarakat terhadap Luhut bisa berdampak pada legitimasi pemerintahan Prabowo. Jika kebijakan-kebijakan yang diusung Luhut kembali menuai kritik, maka Prabowo akan turut menjadi sasaran kemarahan rakyat.

Sebagai pemimpin yang pernah berjanji untuk memperjuangkan kepentingan rakyat kecil, Prabowo harus lebih peka terhadap suara rakyat dan memperhatikan kegelisahan mereka. Mengandalkan figur lama seperti Luhut, yang telah berkali-kali menuai kontroversi, hanya akan memperkuat persepsi bahwa pemerintahan ini tidak mendengar aspirasi rakyat dan lebih berpihak pada kepentingan elit.

Luhut Binsar Panjaitan mungkin memiliki pengalaman dan kemampuan dalam mengelola ekonomi nasional, tetapi ketidaksukaan masyarakat terhadapnya tidak bisa diabaikan. Prabowo Subianto, sebagai presiden, harus menunjukkan bahwa ia mampu mendengarkan kegelisahan rakyat yang menginginkan perubahan. Memberikan jabatan penting kepada tokoh yang banyak menyakiti publik hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Prabowo harus berhati-hati agar keputusan-keputusannya tidak justru memperkuat kesan bahwa ia tidak peka terhadap derita rakyat.

Pelantikan Luhut Binsar Panjaitan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional dalam Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto memunculkan banyak reaksi di kalangan masyarakat. Keputusan ini menuai kritik tajam, terutama dari kalangan yang sudah lama menyuarakan ketidakpuasan terhadap kiprah Luhut di pemerintahan.

Sejak menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di era Presiden Joko Widodo, Luhut kerap menjadi sorotan, terutama karena perannya dalam kebijakan yang dianggap merugikan rakyat dan lingkungan.

Banyak pihak menilai bahwa Prabowo, yang dikenal memiliki basis dukungan dari masyarakat bawah dan mengusung visi perubahan, tidak peka terhadap kegelisahan rakyat ketika ia tetap memberikan jabatan penting kepada Luhut. Keputusan ini tampaknya tidak sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan wajah-wajah baru di pemerintahan dan perubahan kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat kecil.

Ketidaksukaan masyarakat terhadap Luhut Binsar Panjaitan bukanlah hal baru. Sejak bertahun-tahun, Luhut telah menjadi figur yang sering disoroti karena kebijakan-kebijakan kontroversial yang ia dukung.

Salah satu yang paling mencolok adalah perannya dalam percepatan proyek strategis nasional, termasuk proyek tambang dan infrastruktur besar yang seringkali dianggap merusak lingkungan. Salah satu contoh yang sering dikritik adalah keterlibatan Luhut dalam kebijakan pengelolaan tambang emas di Papua dan proyek tambang di berbagai wilayah lain.

Artikel Terkait:
  • Prabowo Masih Takut Bayang-Bayang Jokowi
  • IKN: Jawaban atas Pesimisme
  • Bukan Sekadar Angka Kemiskinan
  • Gelar Akademik dan Integritas Pejabat Publik

Banyak aktivis lingkungan dan masyarakat adat menentang proyek-proyek ini karena dampaknya terhadap kerusakan alam dan hilangnya sumber penghidupan masyarakat lokal.

Selain itu, dalam beberapa kesempatan, Luhut juga dikenal sebagai salah satu menteri yang kerap berseberangan dengan para aktivis. Pandangan-pandangannya tentang isu lingkungan dan pembangunan seringkali dianggap tidak sejalan dengan semangat keberlanjutan yang semakin disuarakan oleh masyarakat sipil.

Dalam beberapa survei, khususnya yang dilakukan oleh lembaga independen, Luhut kerap mendapatkan penilaian rendah dari publik terkait isu-isu lingkungan dan tata kelola sumber daya alam.

Sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi di era Jokowi, Luhut bertanggung jawab atas banyak kebijakan ekonomi yang mempengaruhi kehidupan masyarakat luas. Salah satu kebijakan yang paling sering dikritik adalah strategi percepatan investasi asing di berbagai sektor, terutama di bidang energi dan sumber daya alam. Dalam beberapa kasus, masyarakat merasa bahwa kebijakan yang didorong Luhut terlalu menguntungkan investor asing dan merugikan kepentingan rakyat. Isu ini menjadi salah satu sumber utama ketidakpuasan terhadap Luhut.

Misalnya, kebijakan terkait Omnibus Law yang sangat didukung oleh Luhut sempat menjadi kontroversi besar. Masyarakat pekerja dan buruh menentang keras undang-undang ini karena dianggap mengurangi hak-hak mereka. Demonstrasi besar-besaran terjadi di berbagai daerah pada tahun 2020 dan 2021, menunjukkan ketidakpuasan publik terhadap kebijakan ini. Sebagai figur kunci di balik Omnibus Law, Luhut menjadi sasaran kritik masyarakat, terutama buruh dan aktivis hak asasi manusia.

Bahkan, dalam survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia pada 2021, hanya 27 persen responden yang menyatakan puas dengan kinerja pemerintah terkait pengelolaan sumber daya alam, sebuah sektor yang diawasi Luhut. Sebagian besar masyarakat menyatakan kekhawatiran tentang dampak investasi asing yang terlalu besar pada ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat kecil.

Saat Luhut dirawat di Singapura pada pertengahan 2022 karena masalah kesehatan, sebagian besar netizen di media sosial menunjukkan reaksi yang mengejutkan. Alih-alih mendapatkan simpati, Luhut malah menjadi sasaran hujatan. Banyak yang mendoakan agar ia tidak kembali memegang jabatan penting di pemerintahan. Hashtag #LuhutMenyerah sempat menjadi trending di Twitter, menunjukkan betapa besarnya ketidaksukaan masyarakat terhadapnya.

Namun, keputusan Prabowo Subianto untuk tetap memberikan jabatan strategis kepada Luhut menunjukkan bahwa presiden terpilih ini tidak mendengarkan suara rakyat yang meminta perubahan. Bagi sebagian besar rakyat, Luhut adalah simbol kebijakan lama yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil dan hanya menguntungkan kalangan tertentu.

Ketika Prabowo pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden, banyak yang berharap bahwa ia akan membawa angin segar bagi pemerintahan, dengan mengusung tokoh-tokoh baru yang lebih berpihak pada kepentingan rakyat. Namun, dengan masuknya kembali Luhut ke lingkaran kekuasaan, harapan tersebut seolah pupus. Prabowo, yang didukung oleh mayoritas pemilih dari kalangan rakyat kecil dan nasionalis, tampaknya gagal menangkap aspirasi tersebut.

Jangan Lewatkan:
  • Zakat Ternoda, Amanah Diperdagangkan
  • SPMB: Reformasi atau Sekadar Rebranding?
  • Suara Moral yang Tersisa
  • Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Keputusan Prabowo untuk mempertahankan Luhut di posisi strategis ini mengindikasikan bahwa pertimbangan politik dan pengalaman lebih diutamakan daripada mendengarkan keluhan publik. Prabowo mungkin merasa bahwa pengalaman Luhut dalam mengelola ekonomi dan investasi tetap dibutuhkan di tengah tantangan ekonomi global. Namun, keputusan ini juga menunjukkan bahwa Prabowo belum sepenuhnya menyadari pentingnya mendengarkan suara rakyat yang menginginkan perubahan nyata di pemerintahan.

Meskipun keputusan ini mungkin didasari oleh pertimbangan teknokratis, tidak bisa dipungkiri bahwa kekecewaan masyarakat terhadap Luhut bisa berdampak pada legitimasi pemerintahan Prabowo. Jika kebijakan-kebijakan yang diusung Luhut kembali menuai kritik, maka Prabowo akan turut menjadi sasaran kemarahan rakyat.

Sebagai pemimpin yang pernah berjanji untuk memperjuangkan kepentingan rakyat kecil, Prabowo harus lebih peka terhadap suara rakyat dan memperhatikan kegelisahan mereka. Mengandalkan figur lama seperti Luhut, yang telah berkali-kali menuai kontroversi, hanya akan memperkuat persepsi bahwa pemerintahan ini tidak mendengar aspirasi rakyat dan lebih berpihak pada kepentingan elit.

Luhut Binsar Panjaitan mungkin memiliki pengalaman dan kemampuan dalam mengelola ekonomi nasional, tetapi ketidaksukaan masyarakat terhadapnya tidak bisa diabaikan. Prabowo Subianto, sebagai presiden, harus menunjukkan bahwa ia mampu mendengarkan kegelisahan rakyat yang menginginkan perubahan. Memberikan jabatan penting kepada tokoh yang banyak menyakiti publik hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Prabowo harus berhati-hati agar keputusan-keputusannya tidak justru memperkuat kesan bahwa ia tidak peka terhadap derita rakyat.

Joko Widodo Luhut Binsar Panjaitan Prabowo Subianto
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji Unggul di Survei Pilgub Kaltim 2024
Next Article Pentingnya Gaya Hidup Berkelanjutan, Munaqib Berikan Edukasi Kepada Pelajar SMAN 2 Sidoarjo

Informasi lainnya

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

4 November 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Generasi Tua dan Muda Berkolaborasi untuk Indonesia Emas 2045

Profil Silva

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Daily Tips Alfi Salamah

MBG dan Risiko Cobra Effect

Editorial Udex Mundzir

Menunda Beban, Mengutamakan Rakyat

Refleksi Assyifa

SPMB: Reformasi atau Sekadar Rebranding?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi