Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 3 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PHK Naik 30 Persen di 2025, Pemerintah Soroti 7 Faktor Utama

Krisis kerja membayangi 2025, ribuan buruh terimbas PHK dan sektor industri tertekan berat.
ErickaEricka5 Mei 2025 Nasional
Peningkatan PHK Indonesia 2025 dan faktor dominan
Ilustrasi Peningkatan PHK Indonesia 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Tahun 2025 membuka lembaran baru yang suram bagi dunia ketenagakerjaan Indonesia. Pemerintah mencatat peningkatan signifikan dalam kasus pemutusan hubungan kerja (PHK), dengan total korban mencapai 24.036 orang hingga 23 April 2025—naik 30,82% dibanding tahun lalu.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa angka PHK kembali naik sejak tahun 2023 setelah sebelumnya sempat menurun usai pandemi.

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Senin (5/5/2025), ia menyebut ada 25 penyebab PHK yang teridentifikasi, dengan tujuh faktor utama yang paling dominan.

“Hasil data kami menunjukkan ada 25 penyebab diambilnya langkah PHK pada tahun ini, namun ada tujuh alasan yang mendominasi,” ujarnya di Senayan.

Baca Juga:
  • Hindari Konflik, Mahfud MD Mundur dari Menkopolhukam
  • 90 Persen Tenda Jamaah Haji Terpasang, Toilet Diperluas
  • Bahlil Akan Tertibkan BBM Subsidi, Pantang Mundur Meski Picu Polemik
  • Susu Ikan, Inovasi Baru dalam Program Makan Bergizi Gratis

Ketujuh alasan itu meliputi penutupan perusahaan, relokasi usaha, perselisihan hubungan industrial, tindakan balasan atas mogok kerja, efisiensi operasional, transformasi bisnis, dan kondisi pailit.

Tiga provinsi tercatat menyumbang hampir 80% dari jumlah korban PHK, yaitu Jawa Tengah (10.692 orang), DKI Jakarta (4.649 orang), dan Riau (3.546 orang).

Sementara itu, sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta jasa menjadi ladang terbesar pemecatan.

Yassierli menambahkan, subsektor manufaktur seperti tekstil, kayu non-furnitur, dan kendaraan bermotor tengah berada dalam tekanan tinggi dan berpotensi melanjutkan gelombang PHK.

Artikel Terkait:
  • Kompolnas Layangkan Surat ke Prabowo Soal Senjata Api Polisi
  • Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami
  • Stasiun Pengisian Hidrogen Terdepan PLN Siap Diluncurkan
  • Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

Di sisi lain, subsektor makanan, minuman, farmasi, elektronik, dan reparasi diprediksi tumbuh dan mampu menyerap tenaga kerja lebih baik.

Tren PHK ini kembali menyoroti urgensi reformasi ketenagakerjaan serta perbaikan ekosistem industri nasional.

Pemerintah pun membuka opsi membentuk satuan tugas khusus (Satgas PHK) guna menanggulangi gelombang pemutusan hubungan kerja yang semakin luas dan mencegah dampak sosial-ekonomi yang lebih dalam.

Jangan Lewatkan:
  • Kepala Dinkes Lampung Reihana Diklarifikasi KPK Terkait LHKPN, Gaya Hidup Mewah Jadi Sorotan
  • Rapimnas PJS Matangkan Langkah ke Dewan Pers
  • Ribuan Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
  • Kemenag Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 6 Juni 2025
Menaker Pekerja Terkena PHK PHK 2025 Sektor Industri Tertekan Yassierli
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDPR Ngebut Sahkan RUU PPRT, 5 Alasan Jadi Landasan
Next Article Kapal Feri Tenggelam di Perairan PPU, Dua Penumpang Terjebak

Informasi lainnya

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

31 Oktober 2026

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

27 Oktober 2026

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

26 Oktober 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

19 Oktober 2026

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

17 Oktober 2026

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Dating Tanpa Alkohol, Tren Baru Generasi Muda

Happy Alfi Salamah

Amalan Agar Bisa Berjodoh dengan Orang yang Dicintai

Daily Tips Ericka

Rahasia Minyak Zaitun untuk Kulit dan Rambut Sehat

Daily Tips Ericka

Jangan Lempar Beban ke Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Guru ASN di Sekolah Swasta

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi