Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB

Fenomena gerhana Bulan total akan dapat disaksikan masyarakat Indonesia pada malam ini hingga dini hari, dengan fase puncaknya terjadi tepat pada Senin (8/9/2025) pukul 01.11 WIB.
ErickaEricka7 September 2025 Saintek
Gerhana
Ilustrasi Gerhana Bulan Total (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Observatorium Bosscha memastikan bahwa gerhana Bulan total 7–8 September 2025 akan melintasi sebagian besar wilayah Indonesia. Fenomena alam ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus, sehingga Bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

Menurut data BMKG, gerhana akan berlangsung selama 5 jam 26 menit 39 detik dengan tujuh fase berbeda. Dimulai dari gerhana penumbral pada Minggu (7/9/2025) pukul 22.28 WIB, gerhana sebagian pada pukul 23.27 WIB, lalu fase totalitas yang dimulai pukul 00.30 WIB. Puncaknya tercatat pada pukul 01.11 WIB, sebelum berakhir pada fase penumbra terakhir pukul 03.55 WIB. Durasi totalitas, saat Bulan tampak merah atau yang dikenal dengan istilah blood moon, akan berlangsung selama 1 jam 22 menit 6 detik.

Peristiwa ini tidak hanya penting dari sisi astronomi, tetapi juga memiliki nilai edukasi tinggi. BMKG bahkan menyiapkan siaran langsung pengamatan gerhana melalui laman resmi mereka, sementara Observatorium Bosscha menggelar livestream kolaborasi dari 22 titik lokasi di Indonesia, termasuk Aceh, Jakarta, Yogyakarta, Malang, Kupang, hingga Maumere.

Baca Juga:
  • Waspada Banjir Rob! Gerhana Matahari Akan Terjadi 29 Maret 2025
  • Akses Bebas Data WNI ke AS, Efisiensi atau Kolonialisasi Digital?
  • Google Tolak Aturan Blokir Akun Anak di Indonesia
  • BRIN Beri Penjelasan Tentang Meteor Jatuh di Cirebon

“Gerhana ini menjadi ajang kolaborasi komunitas astronomi dari berbagai daerah. Selain memberikan edukasi, kegiatan pengamatan bersama juga dapat mempererat keterhubungan masyarakat melalui ilmu pengetahuan,” tulis akun resmi Bosscha Observatory di media sosial.

Bagi umat Islam, gerhana Bulan juga memiliki makna spiritual. Ulama menganjurkan pelaksanaan shalat khusuf saat fenomena ini berlangsung. Beberapa masjid besar di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta telah mengumumkan akan menggelar shalat gerhana berjamaah pada malam ini.

Artikel Terkait:
  • Catat Waktu Lengkap Gerhana Bulan Total September 2025
  • Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia pada 12–13 Agustus
  • Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024

Fenomena blood moon terakhir kali terjadi pada November 2022, sehingga kehadiran gerhana tahun ini menjadi salah satu peristiwa astronomi paling dinanti. Para astronom mengingatkan bahwa meskipun gerhana ini bisa dilihat tanpa alat bantu, masyarakat yang ingin mengabadikan momen dianjurkan menggunakan kamera dengan lensa telefoto atau teleskop untuk mendapatkan hasil visual lebih jelas.

Dengan durasi panjang dan cakupan luas, gerhana Bulan total 7–8 September 2025 diperkirakan akan menjadi momen penting bagi pengamatan astronomi, baik bagi masyarakat umum maupun kalangan ilmuwan.

Jangan Lewatkan:
  • Android Siapkan Mode Desktop Pintar untuk Lawan DeX
  • DeepSeek vs ChatGPT, Mana yang Lebih Unggul?
  • RI Krisis Talenta Digital, Masih Defisit 4 Juta
  • Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya
Blood Moon BMKG Bosscha Observatory Fenomena Astronomi Gerhana Bulan 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePKS Kukar Lantik Pengurus Baru, Musda VI Jadi Ajang Konsolidasi
Next Article Orde Baru Jauh Lebih Baik

Informasi lainnya

Laut Selatan Pangandaran Bergetar, BMKG Rilis Data Gempa

6 Mei 2026

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

25 April 2026

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

14 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

D’MASIV Menuju Panggung Dunia dari Ciledug ke Los Angeles

Happy Ericka

Bukan Sekadar Angka Kemiskinan

Editorial Udex Mundzir

Abolisi Tak Sama Dengan Keadilan

Editorial Udex Mundzir

Juara dari Kebiasaan Kecil 

Profil Adit Musthofa

Bukan Vasektomi Solusinya

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi