Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Main Character Energy, Saat Hidup Terasa Seperti Film

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Main Character Energy, Saat Hidup Terasa Seperti Film

Menjadi tokoh utama bukan berarti orang lain harus berubah menjadi pemeran pendukung.
Alfi SalamahAlfi Salamah27 Agustus 2026 Lainnya
Main character energy
Ilustrasi Main character energy
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Hidup terasa sinematik ketika seseorang mulai memperlakukan kesehariannya seperti adegan dalam sebuah film. Kopi pagi terasa lebih istimewa. Jalan pulang ditemani musik favorit. Bahkan duduk sendirian dapat berubah menjadi momen penuh makna. Inilah dunia main character energy.

Istilah tersebut kembali ramai dibicarakan sepanjang 2026. Tren ini sangat dekat dengan TikTok dan Instagram. Pengguna mengubah aktivitas sederhana menjadi potongan kehidupan yang terlihat seperti film. Jalan kaki, membaca buku, hingga berbelanja bisa menjadi “main character moment”.

Fenomena ini sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru.

Istilah main character energy mulai berkembang kuat melalui media sosial sekitar 2020. Konsep dasarnya sederhana. Seseorang melihat dirinya sebagai protagonis dalam perjalanan hidup sendiri.

Namun, tren tersebut mengalami perkembangan.

Dulu, pesan utamanya banyak berkaitan dengan kepercayaan diri. Sekarang, estetika juga memainkan peran besar.

Seseorang tidak hanya menjalani hidup

Ia juga mulai memikirkan bagaimana kehidupan itu terlihat.

Kamera ponsel membuat aktivitas sehari-hari mudah diubah menjadi cerita. Musik memberikan suasana. Penyuntingan video membuat perjalanan sederhana tampak dramatis.

Hasilnya kemudian dibagikan kepada ribuan orang.

Di satu sisi, konsep tersebut terasa menyenangkan.

Main character energy mendorong seseorang berhenti menjadi penonton dalam kehidupannya sendiri. Ia mulai berani membuat keputusan. Ia juga belajar menikmati waktu sendirian.

Bahkan momen kecil menjadi lebih dihargai.

Generasi muda mulai melakukan solo date. Mereka makan sendiri tanpa merasa aneh. Sebagian pergi ke museum atau menonton film sendirian.

Aktivitas tersebut dapat menjadi bentuk kemandirian.

Main character energy juga berkaitan dengan konsep romanticizing your life.

Gagasannya adalah menemukan sesuatu yang menarik dalam kehidupan biasa.

Sarapan sederhana bisa dinikmati dengan lebih perlahan. Perjalanan menggunakan transportasi umum dapat ditemani playlist favorit.

Hari biasa tidak harus menunggu peristiwa besar agar terasa bermakna.

Itulah salah satu alasan tren ini disukai Gen Z.

Media Indonesia juga masih mencatat main character energy sebagai tren Gen Z pada Juni 2026. Konsep tersebut dikaitkan dengan kepercayaan diri dan kemampuan menghargai kehidupan sendiri.

Namun, ada garis tipis yang mulai menjadi perhatian.

Main character energy berbeda dengan istilah main character syndrome.

Main character syndrome bukan diagnosis medis resmi.

Medical News Today menegaskan istilah tersebut berasal dari budaya internet. Istilah ini menggambarkan seseorang yang memperlakukan orang lain seperti karakter pendukung dalam hidupnya.

Artinya, menikmati hidup sendiri bukan masalah.

Masalah muncul ketika kehidupan orang lain dianggap kurang penting.

Seseorang bisa merasa kebutuhannya selalu harus didahulukan. Percakapan berubah menjadi tentang dirinya. Kesuksesan teman hanya menjadi latar bagi cerita pribadinya.

Empati kemudian mulai berkurang

“Main character syndrome bukan kondisi medis yang nyata,” tulis Medical News Today.

Namun, perilaku tertentu dapat menyerupai sifat narsistik. Contohnya termasuk kebutuhan berlebihan terhadap kekaguman dan kurangnya empati.

Cleveland Clinic juga membedakan antara rasa percaya diri dan perilaku yang merugikan orang lain.

Psikolog Susan Albers menjelaskan bahwa main character energy bisa terasa memberdayakan. Namun, dampaknya bergantung pada cara seseorang memperlakukan lingkungan sekitarnya.

Media sosial membuat batas tersebut semakin menarik.

Setiap orang kini memiliki panggung pribadi.

Unggahan bisa menjadi trailer kehidupan. Instagram Stories menjadi potongan adegan. TikTok bahkan memungkinkan kehidupan dibuat seperti serial tanpa akhir.

Ada penonton.

Ada komentar.

Ada jumlah tayangan.

Ada pula algoritma yang menentukan seberapa menarik kehidupan tersebut terlihat.

Di sinilah kehidupan dapat berubah menjadi pertunjukan.

Seseorang mungkin mulai memilih aktivitas berdasarkan potensi konten. Tempat makan dipilih karena fotogenik. Perjalanan dilakukan karena mudah diunggah.

Bahkan kesedihan bisa dikemas secara estetis.

Psychology Today membahas sisi tersebut pada Kamis (7/8/2025). Menurut pembahasannya, main character energy awalnya menawarkan rasa kendali. Namun, media sosial dapat mengubah proses penyembuhan menjadi sebuah pertunjukan.

Seseorang akhirnya terlihat berkembang tanpa benar-benar memproses masalah.

Fenomena itu menunjukkan sesuatu yang menarik

Manusia selalu memiliki kebutuhan untuk membangun cerita tentang dirinya sendiri. Kita mengingat masa lalu melalui rangkaian kejadian.

Kita juga membayangkan masa depan sebagai sebuah perjalanan. Namun, media sosial membuat cerita tersebut mempunyai penonton.

Ketika ada penonton, muncul godaan untuk mempercantik cerita. Tidak semua hal buruk perlu diperlihatkan. Hari membosankan dapat dihapus. Konflik bisa disembunyikan.

Hasil akhirnya adalah kehidupan yang tampak seperti film. Masalahnya, hidup sebenarnya jarang memiliki pencahayaan sempurna.

Tidak setiap keputusan menghasilkan perkembangan karakter. Tidak semua perjalanan memberikan jawaban.

Kadang seseorang hanya mengalami hari biasa

Dan itu seharusnya tidak menjadi masalah. Menariknya, budaya internet mulai memperlihatkan reaksi terhadap obsesi menjadi tokoh utama.

Pada Februari 2026, muncul pembicaraan mengenai side quest life. Tren tersebut mengajak Gen Z menikmati pengalaman kecil tanpa mengejar narasi kesuksesan besar.

Istilahnya berasal dari dunia permainan

Main quest merupakan misi utama. Sementara itu, side quest adalah kegiatan tambahan yang tidak menentukan akhir cerita. Dalam kehidupan nyata, side quest bisa sangat sederhana.

Belajar membuat roti. Pergi ke kota baru. Mengikuti kelas melukis. Berkenalan dengan komunitas baru. Tidak semua kegiatan harus menghasilkan uang atau meningkatkan personal branding. Perubahan ini menarik karena menunjukkan kelelahan terhadap kehidupan yang terlalu terkurasi.

Generasi muda tetap ingin menikmati hidup. Namun, mereka tidak selalu ingin menjadikannya sebuah pertunjukan.

Main character energy kemudian mulai menemukan bentuk yang lebih sehat. Menjadi tokoh utama berarti bertanggung jawab terhadap keputusan sendiri. Bukan meminta seluruh dunia mengikuti cerita kita.

Kita boleh mengatakan tidak

Kita boleh mengejar pekerjaan yang diinginkan. Kita juga boleh meninggalkan hubungan yang tidak sehat. Namun, orang lain tetap mempunyai cerita mereka sendiri.

Teman bukan sekadar karakter pendukung. Pasangan bukan aksesori kehidupan. Orang tua juga memiliki ketakutan dan impian mereka sendiri. Bahkan orang asing mempunyai kehidupan yang sama rumitnya.

Kesadaran tersebut membuat konsep main character energy menjadi lebih matang. Seseorang dapat menghargai dirinya tanpa kehilangan empati. Ia dapat menikmati sorotan tanpa merebut panggung orang lain. Ia juga dapat membuat hidup terasa indah tanpa merekam setiap detik.

Main character energy mungkin akan terus berubah mengikuti bahasa internet. Hari ini, orang menyebutnya sebagai cara untuk menghargai kehidupan. Besok, istilah baru mungkin muncul. Namun, kebutuhan di baliknya tampaknya tetap sama.

Manusia ingin merasa kehidupannya berarti

Kita ingin mengetahui bahwa keputusan kita mempunyai arah. Tidak ada yang salah dengan keinginan tersebut. Hanya saja, kehidupan yang baik tidak membutuhkan penonton setiap saat.

Terkadang, momen terbaik justru tidak pernah masuk kamera. Menjadi tokoh utama berarti berani menjalani cerita sendiri.

Namun, cerita yang baik selalu mempunyai karakter lain yang sama pentingnya.

Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi
Paling Sering Dibaca

Dinasti Umayyah, Fondasi Kejayaan Islam yang Melintasi Zaman

Islami Alfi Salamah

Wartawan Garda Terdepan Bela Negara di Era Informasi

Daily Tips Assyifa

Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

Techno Alfi Salamah

Traveling Sendiri, Kenapa Tidak?

Travel Ericka

Cara Memilih Hewan Qurban, Jenis, Usia, dan Kesehatan yang Harus Diperhatikan

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi