Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Efisiensi atau Salah Kelola?

Diding Boneng Meninggal di Usia 76 Tahun, Dunia Lawak Berduka

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 6 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Prabowo-Gibran dan Propaganda 78% Publik Puas

Angka bisa dibentuk, opini bisa diarahkan, tapi kepercayaan publik tak bisa dibeli dengan survei instan.
Udex MundzirUdex Mundzir8 April 2025 Editorial
Prabowo gibran
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Narasi kepuasan publik kembali diangkat dengan megah. Poster bergambar Prabowo dan Gibran menampilkan klaim: “78% publik puas terhadap kinerja 6 bulan pemerintahan.” Tidak dijelaskan siapa yang melakukan survei, bagaimana metodologinya, atau apa indikatornya. Tapi angka ini disebarluaskan sebagai narasi tunggal: rakyat bahagia, pemerintah sukses.

Padahal, publik tidak lupa. Pada 2018, Prabowo pernah menyatakan dengan tegas bahwa “survei itu tergantung siapa yang bayar.” Ucapan itu keluar sebagai bentuk kritik keras terhadap lembaga-lembaga survei yang dianggap menjadi alat pembentuk persepsi demi kepentingan politik lawan.

Kini, ketika posisi sudah berbalik, narasi yang sama justru dipakai untuk membentuk citra diri. Angka 78% diangkat tinggi-tinggi, diulang dalam grafis yang viral, dan dijadikan dasar pembenaran segala kebijakan. Ironis, sekaligus menyedihkan.

Yang lebih mengkhawatirkan, ini bukan sekadar perubahan sikap seorang tokoh. Ini adalah pola propaganda yang sudah terbukti berjalan selama satu dekade pemerintahan Jokowi. Sebuah pola yang kini sedang diwarisi dan diterapkan ulang oleh Prabowo-Gibran.

Selama 10 tahun terakhir, kita menyaksikan bagaimana pemerintahan Jokowi membentuk persepsi lebih daripada menghadirkan solusi. Kebijakan dikemas dengan acara meriah. Pencitraan dibangun lewat kunjungan mendadak, pakaian rakyat, humor sesaat, dan narasi keberhasilan yang tidak selalu relevan dengan kondisi rakyat.

Baca Juga:
  • Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan
  • Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin
  • Di Balik Pagar yang Menyandera Laut
  • Gelar Akademik dan Integritas Pejabat Publik

Hal serupa kini mulai dilakukan oleh Prabowo-Gibran. Poster penuh angka, baliho penuh senyum, dan berita-berita manis tentang “kepuasan publik” mulai menggantikan perdebatan substansi dan dialog kebijakan. Apa yang dulu dikritik, kini diwarisi.

Lebih parah lagi, angka-angka itu tidak mencerminkan realitas di lapangan. Jumlah pemudik Lebaran 2025 turun drastis hampir 50 juta orang dibanding tahun lalu. Ini bukan hal sepele, karena momen mudik selama ini selalu menjadi indikator perputaran ekonomi nasional.

Data dari Kadin menyebutkan bahwa perputaran uang saat Ramadan dan Lebaran turun hingga Rp20 triliun dibanding 2024. Harga bahan pokok naik, sementara daya beli masyarakat terus merosot.

Pemutusan hubungan kerja juga makin marak, terutama di sektor manufaktur dan ritel. Sepanjang 2024, lebih dari 80.000 orang kehilangan pekerjaan. Sementara program bantuan sosial justru dipangkas hingga Rp28 triliun tahun ini.

Artikel Terkait:
  • Orde Baru Jauh Lebih Baik
  • Makan Gratis, Simbol Negara Gagal
  • Jamnas Bukan Ajang Si Punya Uang
  • Polres Sampang Kecolongan

Semua itu adalah fakta. Namun rakyat diminta percaya pada angka survei yang tidak jelas asal-usulnya. Sebuah strategi lama, dibungkus baru.

Maka kita harus bertanya: apakah Prabowo-Gibran sedang membangun pemerintahan, atau hanya melanjutkan warisan pencitraan Jokowi? Apakah tujuan utama kekuasaan adalah menghadirkan keadilan, atau hanya memenangkan persepsi publik melalui manipulasi data?

Karena pada akhirnya, rakyat tidak hidup dari survei. Mereka hidup dari harga beras yang terjangkau, lapangan kerja yang layak, dan pelayanan publik yang manusiawi.

Jangan Lewatkan:
  • Generasi Emas, Fondasi Kelas Kacau
  • Bukan Lalai, Tapi Sinyal Korupsi
  • Lumbung Korupsi dalam Demokrasi yang Terganjal
  • Tegakkan Hukum, Bukan Cari Kambing Hitam

Jika pemerintah hanya mengejar kepuasan virtual, maka mereka sedang gagal memahami kebutuhan nyata rakyat. Jika mereka terus mengandalkan strategi gimmick dan propaganda, maka mereka bukan pemimpin perubahan, tapi hanya penguasa daur ulang.

Manipulasi Persepsi Publik Pencitraan Politik Prabowo Gibran Survei Kepuasan Warisan Jokowi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRaqsat al-Batriq, Tarian Pinguin yang Bikin Pesta Makin Meriah
Next Article Tarif Trump: Senjata Makan Tuan

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Negeri yang Tak Kekurangan Lembaga, Tapi Kekurangan Kejelasan

Perspektif Udex Mundzir

Mengakhiri Bayang Jokowi

Editorial Udex Mundzir

Provokator di Balik Api Jalanan

Editorial Udex Mundzir

Korupsi Kuota Haji Tak Boleh Dimaafkan

Editorial Udex Mundzir

Ilmu yang Terasing di Negeri Sendiri

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Global
Ericka10 Mei 2023

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Gus Iqdam Mengaku Dipersekusi Petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Disbun Kaltim Sambut Hangat Kontingen MTQ Nasional XXX dari Provinsi Riau

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi