Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 13 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Prabowo-Gibran dan Propaganda 78% Publik Puas

Angka bisa dibentuk, opini bisa diarahkan, tapi kepercayaan publik tak bisa dibeli dengan survei instan.
Udex MundzirUdex Mundzir8 April 2025 Editorial
Prabowo gibran
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Narasi kepuasan publik kembali diangkat dengan megah. Poster bergambar Prabowo dan Gibran menampilkan klaim: “78% publik puas terhadap kinerja 6 bulan pemerintahan.” Tidak dijelaskan siapa yang melakukan survei, bagaimana metodologinya, atau apa indikatornya. Tapi angka ini disebarluaskan sebagai narasi tunggal: rakyat bahagia, pemerintah sukses.

Padahal, publik tidak lupa. Pada 2018, Prabowo pernah menyatakan dengan tegas bahwa “survei itu tergantung siapa yang bayar.” Ucapan itu keluar sebagai bentuk kritik keras terhadap lembaga-lembaga survei yang dianggap menjadi alat pembentuk persepsi demi kepentingan politik lawan.

Kini, ketika posisi sudah berbalik, narasi yang sama justru dipakai untuk membentuk citra diri. Angka 78% diangkat tinggi-tinggi, diulang dalam grafis yang viral, dan dijadikan dasar pembenaran segala kebijakan. Ironis, sekaligus menyedihkan.

Yang lebih mengkhawatirkan, ini bukan sekadar perubahan sikap seorang tokoh. Ini adalah pola propaganda yang sudah terbukti berjalan selama satu dekade pemerintahan Jokowi. Sebuah pola yang kini sedang diwarisi dan diterapkan ulang oleh Prabowo-Gibran.

Selama 10 tahun terakhir, kita menyaksikan bagaimana pemerintahan Jokowi membentuk persepsi lebih daripada menghadirkan solusi. Kebijakan dikemas dengan acara meriah. Pencitraan dibangun lewat kunjungan mendadak, pakaian rakyat, humor sesaat, dan narasi keberhasilan yang tidak selalu relevan dengan kondisi rakyat.

Baca Juga:
  • PDIP Pecat Jokowi: Dinamika Baru
  • Menakar Usia Ideal Penggunaan HP bagi Anak
  • Pilkada Sampang 2024: Situasi Ketat, Mandat Diunggulkan
  • Di Balik Kegelapan yang Diteriakkan

Hal serupa kini mulai dilakukan oleh Prabowo-Gibran. Poster penuh angka, baliho penuh senyum, dan berita-berita manis tentang “kepuasan publik” mulai menggantikan perdebatan substansi dan dialog kebijakan. Apa yang dulu dikritik, kini diwarisi.

Lebih parah lagi, angka-angka itu tidak mencerminkan realitas di lapangan. Jumlah pemudik Lebaran 2025 turun drastis hampir 50 juta orang dibanding tahun lalu. Ini bukan hal sepele, karena momen mudik selama ini selalu menjadi indikator perputaran ekonomi nasional.

Data dari Kadin menyebutkan bahwa perputaran uang saat Ramadan dan Lebaran turun hingga Rp20 triliun dibanding 2024. Harga bahan pokok naik, sementara daya beli masyarakat terus merosot.

Pemutusan hubungan kerja juga makin marak, terutama di sektor manufaktur dan ritel. Sepanjang 2024, lebih dari 80.000 orang kehilangan pekerjaan. Sementara program bantuan sosial justru dipangkas hingga Rp28 triliun tahun ini.

Artikel Terkait:
  • Bayang Luhut di Tubuh Prabowo
  • Koperasi Desa atau Alat Kuasa?
  • SPMB: Reformasi atau Sekadar Rebranding?
  • ASEAN di Tengah Preseden Maduro

Semua itu adalah fakta. Namun rakyat diminta percaya pada angka survei yang tidak jelas asal-usulnya. Sebuah strategi lama, dibungkus baru.

Maka kita harus bertanya: apakah Prabowo-Gibran sedang membangun pemerintahan, atau hanya melanjutkan warisan pencitraan Jokowi? Apakah tujuan utama kekuasaan adalah menghadirkan keadilan, atau hanya memenangkan persepsi publik melalui manipulasi data?

Karena pada akhirnya, rakyat tidak hidup dari survei. Mereka hidup dari harga beras yang terjangkau, lapangan kerja yang layak, dan pelayanan publik yang manusiawi.

Jangan Lewatkan:
  • Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda
  • Ketika Vape Jadi Narkoba Baru
  • Kebakaran di Kementerian ATR/BPN: Asap Padam, Kecurigaan Membara
  • Bukan Sekadar Angka Kemiskinan

Jika pemerintah hanya mengejar kepuasan virtual, maka mereka sedang gagal memahami kebutuhan nyata rakyat. Jika mereka terus mengandalkan strategi gimmick dan propaganda, maka mereka bukan pemimpin perubahan, tapi hanya penguasa daur ulang.

Manipulasi Persepsi Publik Pencitraan Politik Prabowo Gibran Survei Kepuasan Warisan Jokowi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRaqsat al-Batriq, Tarian Pinguin yang Bikin Pesta Makin Meriah
Next Article Tarif Trump: Senjata Makan Tuan

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Berhenti Pakai Satu Handuk untuk Badan dan Wajah

Daily Tips Lisda Lisdiawati

Warisan Masalah Era Jokowi

Editorial Udex Mundzir

Sejarah Perjalanan Haji Masa Kerajaan Nusantara

Islami Ericka

Titik Kritis Kepemimpinan Prabowo

Editorial Udex Mundzir

Di Balik Kegelapan yang Diteriakkan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi