Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 4 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Konflik Iran-Israel Uji Ketahanan Ekonomi Indonesia

Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Iran-Israel memicu tekanan fiskal dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati11 Maret 2026 Ekonomi
Konflik Iran-Israel Uji Ketahanan Ekonomi Indonesia
Ilustrasi penjual sayur dan Rempah yang sedang menunggu pelanggan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah bagaikan riak yang menjalar jauh hingga ke pasar-pasar Indonesia. Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat mulai memberi tekanan pada stabilitas ekonomi nasional, memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi dan melemahnya nilai tukar rupiah.

Eskalasi konflik yang berpotensi memicu blokade Selat Hormuz menjadi sorotan utama. Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak mentah dunia. Jika jalur ini terganggu dalam waktu lama, pasokan energi global bisa tersendat, sehingga harga minyak melonjak tajam. Kondisi ini berdampak langsung pada Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

Data perdagangan internasional menunjukkan harga minyak mentah Brent pada sesi perdagangan di New York, Jumat (6/3/2026), mencapai sekitar 92,69 dolar Amerika per barel. Angka tersebut jauh melampaui asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan sebesar 70 dolar Amerika per barel.

Selisih tersebut menambah tekanan terhadap fiskal negara karena setiap kenaikan satu dolar harga minyak diperkirakan meningkatkan defisit APBN sekitar Rp6,8 triliun.

“Ketahanan ekonomi kita sedang diuji oleh dinamika global, terutama konflik di Timur Tengah yang berdampak pada pasar energi,” kata Wakil Pemimpin Redaksi KompasTV Alexander Wibisono dalam analisisnya yang dipublikasikan Sabtu (8/3/2026).

Baca Juga:
  • Google Tampilkan Rupiah Rp8.170 per Dolar AS, Bank Indonesia Bantah
  • Penghapusan Kuota Impor: Antara Efisiensi dan Ancaman bagi Petani
  • PLTP Ijen Diresmikan, Pemerintah Kucurkan Rp25 Triliun untuk EBT
  • Indonesia Diminta Tegas Pertahankan QRIS dari Tekanan Asing

Menurutnya, dampak konflik tidak hanya dirasakan pada sektor energi. Pelaku industri petrokimia juga mulai menghadapi keterbatasan bahan baku, sementara masyarakat di beberapa daerah dilaporkan melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) karena khawatir terjadi kelangkaan.

Di sisi lain, tekanan terhadap ekonomi nasional juga tercermin dari pergerakan nilai tukar rupiah yang mengalami fluktuasi. Pada perdagangan Jumat (6/3/2026), rupiah tercatat melemah hingga Rp16.919 per dolar Amerika Serikat setelah sehari sebelumnya sempat menguat di kisaran Rp16.886 per dolar.

Meski demikian, pemerintah menegaskan kondisi fiskal negara masih berada dalam batas aman. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan APBN tetap sehat dan pemerintah memiliki kapasitas fiskal untuk menghadapi gejolak global. Namun data menunjukkan defisit APBN per 28 Februari 2026 telah mencapai Rp135,7 triliun atau sekitar 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika defisit hanya sekitar Rp30,7 triliun atau setara 0,13 persen dari PDB. Kenaikan ini menjadi pengingat bahwa pemerintah perlu memperkuat strategi fiskal agar memiliki ruang lebih luas menghadapi ketidakpastian global.

“Pemerintah perlu melakukan penyesuaian kebijakan, seperti menghemat belanja negara dan menunda proyek yang tidak mendesak,” tulis Alexander dalam analisisnya.

Artikel Terkait:
  • Terungkap, Pemilik Modal di Balik Hibisc Fantasy Puncak
  • 10 Juta Keluarga Indonesia Tak Punya Rumah, Backlog Meningkat
  • Belanja Pemerintah Kuartal I Turun, Efisiensi Jadi Sorotan
  • Paylater Jadi Andalan Gen Z & Milenial Atur Keuangan

Selain itu, pemerintah juga diingatkan untuk menjaga disiplin fiskal dengan memastikan defisit APBN tetap berada di bawah batas tiga persen dari PDB, sesuai rekomendasi lembaga pemeringkat internasional. Independensi Bank Indonesia juga dianggap penting untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas sistem keuangan nasional.

Dalam situasi global yang tidak menentu, kepemimpinan pemerintah dinilai memiliki peran krusial untuk menjaga kepercayaan publik dan pelaku pasar. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di dalam negeri dinilai penting untuk memastikan koordinasi kebijakan ekonomi berjalan efektif serta memberikan sinyal positif bahwa pemerintah serius mengantisipasi potensi krisis.

Di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus berkembang, Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah antisipatif, disiplin fiskal, dan koordinasi kebijakan menjadi kunci agar dampak konflik global tidak berkembang menjadi krisis ekonomi domestik.

Jangan Lewatkan:
  • Revisi RUU BUMN Dibahas Besok, Bakal Perkuat Tata Kelola
  • Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu
  • Google Hentikan Sementara Fitur Konversi Mata Uang Akibat Kesalahan Data
  • Prabowo Alokasikan Rp48,8 Triliun untuk Fasilitas IKN

APBN Ekonomi Indonesia Harga Minyak Dunia Perang Timur Tengah Rupiah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePajak THR 2026: Aturan, Besaran, dan Cara Menghitungnya
Next Article Utang Jatuh Tempo atau Zakat Fitrah, Mana Prioritas?

Informasi lainnya

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Tips Terbaru Kementerian Haji Saudi, Hati-hati Travel Haji-Umroh

Islami Alfi Salamah

Bulu Kucing Rontok, Najis atau Tidak?

Islami Udex Mundzir

Dapur Rapi, Pikiran Tertata

Perspektif Alfi Salamah

Berhenti Pakai Satu Handuk untuk Badan dan Wajah

Daily Tips Lisda Lisdiawati

Mindset Penghambat Investasi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Saintek
Ericka28 April 2025

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi