Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Api Pancasila dari Cisayong

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 3 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Konflik Iran-Israel Uji Ketahanan Ekonomi Indonesia

Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Iran-Israel memicu tekanan fiskal dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati11 Maret 2026 Ekonomi
Konflik Iran-Israel Uji Ketahanan Ekonomi Indonesia
Ilustrasi penjual sayur dan Rempah yang sedang menunggu pelanggan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah bagaikan riak yang menjalar jauh hingga ke pasar-pasar Indonesia. Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat mulai memberi tekanan pada stabilitas ekonomi nasional, memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi dan melemahnya nilai tukar rupiah.

Eskalasi konflik yang berpotensi memicu blokade Selat Hormuz menjadi sorotan utama. Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak mentah dunia. Jika jalur ini terganggu dalam waktu lama, pasokan energi global bisa tersendat, sehingga harga minyak melonjak tajam. Kondisi ini berdampak langsung pada Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

Data perdagangan internasional menunjukkan harga minyak mentah Brent pada sesi perdagangan di New York, Jumat (6/3/2026), mencapai sekitar 92,69 dolar Amerika per barel. Angka tersebut jauh melampaui asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan sebesar 70 dolar Amerika per barel.

Selisih tersebut menambah tekanan terhadap fiskal negara karena setiap kenaikan satu dolar harga minyak diperkirakan meningkatkan defisit APBN sekitar Rp6,8 triliun.

“Ketahanan ekonomi kita sedang diuji oleh dinamika global, terutama konflik di Timur Tengah yang berdampak pada pasar energi,” kata Wakil Pemimpin Redaksi KompasTV Alexander Wibisono dalam analisisnya yang dipublikasikan Sabtu (8/3/2026).

Baca Juga:
  • PPATK: 1 Juta Rekening Terlibat Kejahatan, Rp2,1 T Dana Bansos Mengendap
  • BEI Targetkan Tambahan 10 Ribu Investor Syariah di 2025
  • BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan Jemaah Haji di Arab Saudi
  • Danantara Diapresiasi Haji Isam, Disebut Mesin Ekonomi Baru

Menurutnya, dampak konflik tidak hanya dirasakan pada sektor energi. Pelaku industri petrokimia juga mulai menghadapi keterbatasan bahan baku, sementara masyarakat di beberapa daerah dilaporkan melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) karena khawatir terjadi kelangkaan.

Di sisi lain, tekanan terhadap ekonomi nasional juga tercermin dari pergerakan nilai tukar rupiah yang mengalami fluktuasi. Pada perdagangan Jumat (6/3/2026), rupiah tercatat melemah hingga Rp16.919 per dolar Amerika Serikat setelah sehari sebelumnya sempat menguat di kisaran Rp16.886 per dolar.

Meski demikian, pemerintah menegaskan kondisi fiskal negara masih berada dalam batas aman. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan APBN tetap sehat dan pemerintah memiliki kapasitas fiskal untuk menghadapi gejolak global. Namun data menunjukkan defisit APBN per 28 Februari 2026 telah mencapai Rp135,7 triliun atau sekitar 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika defisit hanya sekitar Rp30,7 triliun atau setara 0,13 persen dari PDB. Kenaikan ini menjadi pengingat bahwa pemerintah perlu memperkuat strategi fiskal agar memiliki ruang lebih luas menghadapi ketidakpastian global.

“Pemerintah perlu melakukan penyesuaian kebijakan, seperti menghemat belanja negara dan menunda proyek yang tidak mendesak,” tulis Alexander dalam analisisnya.

Artikel Terkait:
  • Lonjakan Transaksi Digital Dorong Sinergi Plink–J Trust Bank
  • Harga BBM Non-Subsidi Turun, Kado Lebaran dari Pemerintah
  • Erick Thohir Ajak Masyarakat Awasi BBM Lewat Konten Digital
  • Penerimaan Pajak Anjlok, DJP Genjot Strategi Pengejaran Target

Selain itu, pemerintah juga diingatkan untuk menjaga disiplin fiskal dengan memastikan defisit APBN tetap berada di bawah batas tiga persen dari PDB, sesuai rekomendasi lembaga pemeringkat internasional. Independensi Bank Indonesia juga dianggap penting untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas sistem keuangan nasional.

Dalam situasi global yang tidak menentu, kepemimpinan pemerintah dinilai memiliki peran krusial untuk menjaga kepercayaan publik dan pelaku pasar. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di dalam negeri dinilai penting untuk memastikan koordinasi kebijakan ekonomi berjalan efektif serta memberikan sinyal positif bahwa pemerintah serius mengantisipasi potensi krisis.

Di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus berkembang, Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah antisipatif, disiplin fiskal, dan koordinasi kebijakan menjadi kunci agar dampak konflik global tidak berkembang menjadi krisis ekonomi domestik.

Jangan Lewatkan:
  • Dato Sri Tahir: Purbaya Sosok Tepat Atasi Tantangan Ekonomi Nasional
  • Indonesia Diminta Tegas Pertahankan QRIS dari Tekanan Asing
  • 44 Emiten Terancam Delisting, Termasuk Bakrie Telecom & Waskita
  • Zulhas Mendag Larang TikTok Shop Jualan Revisi PMPT 50/2020

APBN Ekonomi Indonesia Harga Minyak Dunia Perang Timur Tengah Rupiah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePajak THR 2026: Aturan, Besaran, dan Cara Menghitungnya
Next Article Utang Jatuh Tempo atau Zakat Fitrah, Mana Prioritas?

Informasi lainnya

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026
Paling Sering Dibaca

Sekolah Jam 6, Jam Malam Jam 9

Editorial Udex Mundzir

Makin Canggih, Ini Alasan Warga Indonesia Pilih HP dengan Fitur AI

Techno Assyifa

Hasil Pilkada Jakarta Dua Putaran Ditepis KPU

Kroscek Silva

Peta Jalan Pendidikan: Benang Kusut yang Perlu Diurai

Opini Udex Mundzir

Musim Haji Penjualan Sarung Tenun Goyor di Jombang Meningkat

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Nasional
Ericka3 Mei 2025

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Perspektif Ulama Mengenai Waktu Tawaf Ifadah

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi