Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Waktu Takbiran Idul Adha, Kapan Dimulai?

Keindahan syariat terletak pada ketepatan waktu dan ketulusan hati.
Udex MundzirUdex Mundzir27 Mei 2025 Islami
waktu dimulainya takbiran Idul Adha
Ilustrasi takbiran Idul Adha (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Takbir yang menggema menjelang Idul Adha bukan sekadar tradisi, melainkan syiar keagamaan yang sangat dianjurkan. Umat Islam di seluruh dunia menyambut hari besar ini dengan takbir, tahlil, dan tahmid, memuliakan nama Allah SWT. Namun, tak sedikit yang masih bertanya-tanya: kapan waktu dimulainya takbiran Idul Adha yang sesuai dengan syariat?

Fenomena ini berakar dari pemahaman yang beragam di tengah masyarakat. Berdasarkan penjelasan para ulama dan rujukan dari Al-Qur’an serta hadis, takbiran Idul Adha sebenarnya dimulai sejak Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan berakhir setelah salat Asar hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah). Inilah yang menjadi kesepakatan mayoritas ulama dari berbagai madzhab.

Ayat yang menjadi dasar adalah firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 203: “Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”

Menurut tafsir Ibnu Katsir, hari-hari tersebut adalah 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau yang dikenal sebagai hari Tasyrik.

Baca Juga:
  • Menjaga Lisan
  • 10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan
  • Meraih Berkah, Inilah Cara Berbuka Puasa Ala Rasulullah
  • Jamaah Haji Wafat Dibadalkan Gratis dengan Sertifikat Bukti

Hal senada juga tertuang dalam QS. Al-Hajj: 28: “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…”

Ibnu Abbas menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan “hari-hari yang diketahui” meliputi hari Arafah dan Idul Adha.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hiasilah hari-hari raya kalian dengan takbir.”
(HR. Ath-Thabarani)

Madzhab Syafi’i dan Hambali menyatakan bahwa takbir dimulai dari Subuh 9 Dzulhijjah hingga Asar 13 Dzulhijjah, dilakukan setelah salat fardhu (takbir muqayyad). Sementara itu, Madzhab Maliki memulai takbir dari malam Idul Adha dan lebih menekankan takbir mutlak (bebas waktu dan tempat).

Artikel Terkait:
  • Ribuan Jamaah Haji Terjangkit ISPA, KKHI Mendorong Kepatuhan Prokes
  • Jamaah Laksanakan Safari Wukuf, Puskes Haji akan Skrining
  • Lansia dan Buta Boleh Tidak Melaksanakan Sholat Jumat?
  • Petualangan Haji: Masjid Quba sebagai Pintu Gerbang Pertama

Imam Syafi’i berkata dalam Al-Umm: “Takbir setelah salat dimulai dari salat Subuh pada hari Arafah sampai salat Asar pada akhir hari Tasyrik.”

Praktik ini juga dilakukan oleh para sahabat seperti Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Mas’ud. Mereka mengumandangkan takbir sejak fajar 9 Dzulhijjah hingga Asar 13 Dzulhijjah, sebagaimana diriwayatkan dalam Musannaf Ibnu Abi Syaibah.

Takbir terbagi dua:
Takbir Mutlak, bebas dilantunkan kapan saja dan di mana saja sejak malam Idul Adha atau hari Arafah.
Takbir Muqayyad, dibaca setelah salat fardhu, dari Subuh 9 Dzulhijjah sampai Asar 13 Dzulhijjah.

Dengan memahami waktu takbiran secara tepat, umat Islam dapat lebih maksimal dalam menjalankan sunnah ini. Takbir bukan hanya lantunan lisan, tapi juga bentuk pengagungan hati kepada Allah.

Jangan Lewatkan:
  • Adab dan Sunnah Menyambut Ibadah Qurban
  • Kisah Keluarga Imran, Inilah Perempuan Terpilih dan Mulia yang Harus Diketahui!
  • Keajaiban Nenek 95 Tahun Tawaf dan Sai Mandiri di Musim Haji
  • Keistimewaan Haji Lansia: Ihram Pengganti di Gelombang Kedua
Fiqih Ibadah Hari Tasyrik Syiar Islam Takbir Idul Adha Waktu Takbiran
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKemenag Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 6 Juni 2025
Next Article Rahasia Puasa Dzulhijjah dan Keutamaannya

Informasi lainnya

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026

Makna Idul Fitri

20 Maret 2026

Sunnah Sunnah Sholat Ied di Hari Raya

20 Maret 2026

Bolehkah Merekam Khutbah Salat Ied dengan Ponsel?

15 Maret 2026

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

15 Maret 2026

Sahabat Kecil Rasulullah

13 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Menjadi Kepala Daerah

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Bayang-Bayang Mafia di Sepak Bola Indonesia

Editorial Udex Mundzir

Jokowi Ingin Pegang Partai Anak?

Editorial Udex Mundzir

Musik AI Tanpa Hak Cipta

Gagasan Udex Mundzir

Maulid Nabi dan Pemberian Sosial, Menghidupkan Semangat Kepedulian

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi