Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 10 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kapolresta Tegaskan Jagung Bantarpanjang Belum Gagal

Kabar miring soal ladang jagung di Tigaraksa ditepis, program disebut masih berjalan dan dievaluasi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati30 Desember 2025 Nasional
Kapolresta Tegaskan Jagung Bantarpanjang Belum Gagal
Ladang jagung program Ketahanan Pangan di Kabupaten Tangerang, Banten ditumbuhi rumput liar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kabupaten Tangerang – Isu gagal panen ladang jagung yang sempat ramai diperbincangkan publik ibarat bara dalam sekam. Di tengah sorotan tajam, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada menepis anggapan tersebut dengan nada tegas, menyebut bahwa kondisi ladang jagung di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, belum dapat dikategorikan sebagai kegagalan.

Ladang yang sebelumnya diresmikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2025 itu, menurutnya, masih berada dalam fase evaluasi teknis.

Penegasan itu disampaikan Indra pada Selasa (30/12/2025) sebagai respons atas beredarnya informasi yang menyebut program ketahanan pangan tersebut tidak membuahkan hasil.

Ia menjelaskan, program budidaya jagung yang digagas sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional masih terus berjalan, dipantau, dan dievaluasi secara berkala.

Dengan kata lain, kondisi tanaman yang tampak belum optimal saat ini belum bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan atau kegagalan program secara keseluruhan.

“Program budidaya jagung ini masih terus berjalan dan dimonitor. Kondisi yang terlihat saat ini bukan indikator berhentinya atau gagalnya program,” ujar Indra dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa evaluasi menjadi bagian tak terpisahkan dari proses, terutama pada tahap awal penanaman.

Ia memaparkan, pertumbuhan jagung pada fase awal memang belum menunjukkan hasil maksimal. Faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah karakteristik lahan di Bantarpanjang yang didominasi tanah merah kekuningan dengan unsur hara terbatas.

Lapisan tanah atas yang tipis serta keberadaan batuan padas membuat tanaman membutuhkan perlakuan khusus agar dapat tumbuh seragam.

Selain kondisi lahan, curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir turut memberi dampak signifikan. Hujan lebat memicu erosi tanah sehingga sebagian unsur hara dan pupuk yang telah diaplikasikan hanyut terbawa air.

Akibatnya, pertumbuhan tanaman menjadi tidak merata. Sebagian jagung tumbuh lebih pendek dengan ukuran tongkol yang masih kecil dan belum seragam.

“Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman belum seragam. Sebagian tanaman tumbuh lebih pendek, dengan ukuran tongkol yang masih relatif kecil dan tidak merata,” lanjut Indra. Ia menilai, situasi ini merupakan tantangan teknis yang lazim dijumpai dalam budidaya pertanian lahan terbuka dan justru menjadi bahan evaluasi penting untuk perbaikan ke depan.

Program tanam jagung ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Polda Banten, Polresta Tangerang, dan PT MSD Corpora Internasional. Total areal yang disiapkan mencapai sekitar 50 hektare, dengan luas tanam aktif sekitar 20 hektare yang terbagi dalam tiga blok utama. Skema tersebut dirancang sebagai program jangka menengah hingga panjang agar hasilnya dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tanaman yang bervariasi. Di bagian depan ladang, sejumlah jagung telah berbuah dengan tinggi sekitar satu meter dan sebagian mulai menguning. Namun, di area belakang, banyak tanaman tumbuh lebih pendek, sebagian roboh, dan rumput liar tampak mendominasi.

Sejumlah warga sekitar bahkan memanfaatkan lokasi tersebut untuk mencari pakan ternak, menandakan aktivitas penjagaan yang mulai berkurang.

Meski demikian, pihak kepolisian menekankan bahwa evaluasi akan terus dilakukan agar program ketahanan pangan ini dapat mencapai tujuan awalnya.

Dengan perbaikan teknis dan pengelolaan yang lebih matang, ladang jagung Bantarpanjang diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional di masa mendatang.

Evaluasi Pertanian Ketahanan Pangan Ladang Jagung Tangerang Program Jagung Banten
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePenyidikan Hampir Rampung, Dua Nama Kunci Kasus Kuota Haji
Next Article Etika Toilet Umum, Cermin Kesadaran Sosial Sehari-hari

Informasi lainnya

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

5 Februari 2026

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026

Gambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat

5 Januari 2026

Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT Selama Dua Hari

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Perselisihan Jabatan dan Integritas Pilkada

Editorial Udex Mundzir

Asal-Usul Shalat Tarawih 8 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat

Islami Ericka

DPR AS Desak Apple dan Google Hapus TikTok Januari 2025

Techno Silva

Politik Kongkow, Rakyat Menunggu

Editorial Udex Mundzir

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Baru

Profil Ericka
Berita Lainnya
Hukum
Ericka6 Agustus 2025

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Optimalisasi Kepemimpinan dalam Transformasi Pelayanan Publik: Peserta Sespimmen Polri Dikreg ke-63 Gelar FGD di Surabaya

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ekskul Pramuka Wajib di Sekolah, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot thailand