Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tips Hindari FOMO Agar Tetap Kalem dan Bahagia

Ketenangan sejati datang ketika kita berhenti membandingkan diri dengan orang lain.
ErickaEricka27 April 2025 Daily Tips
Fear of Missing Out
Ilustrasi Fear of Missing Out (FOMO) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Fenomena sosial bernama FOMO atau Fear of Missing Out kini makin sering terdengar di era digital. Banyak orang merasa cemas dan takut tertinggal hanya karena tidak mengikuti aktivitas atau tren tertentu, terutama di media sosial.

Jika tidak diwaspadai, FOMO bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan kehidupan sosial kita.

Beberapa gejala FOMO antara lain sulit melepaskan diri dari gadget, menghabiskan banyak waktu di media sosial, selalu merasa gelisah tanpa akses internet, ingin selalu mengikuti tren terbaru, dan ingin tahu aktivitas orang lain terus-menerus.

Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat berujung pada masalah kesehatan fisik dan mental, produktivitas yang menurun, hubungan sosial yang memburuk, hingga masalah keuangan akibat gaya hidup konsumtif.

Agar terhindar dari jebakan FOMO, ada strategi sederhana yang bisa dilakukan dengan prinsip “KALEM”:

  • Kurangi akses ke gadget dan media sosial. Luangkan waktu untuk menikmati dunia nyata tanpa gangguan notifikasi.
  • Ayo, berpikir lebih positif. Fokus pada kelebihan dan pencapaian diri sendiri, bukan membandingkan dengan orang lain.
  • Lebih bersyukur dan menghargai diri sendiri. Sadari bahwa tidak semua hal harus diikuti atau dimiliki.
  • Enyahkan pikiran untuk selalu mengikuti tren. Percayalah bahwa kebahagiaan tidak bergantung pada validasi orang lain.
  • Membangun koneksi nyata dengan orang sekitar. Bertemu teman, keluarga, atau beraktivitas sosial secara langsung jauh lebih bermakna daripada hanya interaksi virtual.

Mengelola rasa takut tertinggal memang butuh kesadaran diri dan latihan mental. Namun dengan pendekatan “KALEM”, kita bisa menjalani hidup lebih tenang, fokus, dan bahagia, tanpa tekanan sosial yang tak perlu.

Cara Mengatasi FOMO Hindari Kecanduan Media Sosial Kesehatan Mental Digital Strategi Anti FOMO Tips Hidup Tenang
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRahasia Minyak Zaitun untuk Kulit dan Rambut Sehat
Next Article Mengenal Bukit Kelam, Batu Tertinggi di Dunia dari Indonesia

Informasi lainnya

Digital Nomad, Hidup atau Ilusi?

20 Januari 2026

Film Korea Komedi Pilihan untuk Malam Tahun Baru 2026

31 Desember 2025

Etika Toilet Umum, Cermin Kesadaran Sosial Sehari-hari

30 Desember 2025

Mau Upgrade Diri? Inilah 5 Buku yang Wajib Kamu Baca di Awal Tahun

24 Desember 2025

Saat Bahasa Membentuk Hirarki: Ucapan ‘Mohon Izin’ dan ‘Siap’

24 Desember 2025

Tips Mengatur Waktu agar Gak Overwhelmed Tiap Hari

12 November 2025
Paling Sering Dibaca

Harta Ilmu di Perpustakaan Masjid Nabawi Menanti Eksplorasi

Islami Alfi Salamah

Generasi Emas, Fondasi Kelas Kacau

Editorial Udex Mundzir

Menyesap Filosofi di Balik Secangkir Teh Jepang

Travel Alfi Salamah

Etika Menemukan Barang di Jalan

Islami Ericka

Kenali Self-Love Language Kamu, Biar Lebih Sayang Diri Sendiri

Daily Tips Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.