Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

Sidang Isbat Kemenag Putuskan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 19 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kyoto Kerek Tarif Wisata Demi Selamatkan Warisan Budaya

Menyeimbangkan kunjungan dengan keberlanjutan adalah kunci masa depan pariwisata yang cerdas.
Alfi SalamahAlfi Salamah13 November 2025 Travel
Destinasi Wisata Jepang
Kyoto
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Gelombang wisatawan yang tak terkendali membuat Kyoto, kota bersejarah Jepang, mengambil langkah tegas. Pemerintah kota ini resmi menaikkan tarif penginapan dan pajak wisata mulai tahun depan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap krisis overtourism yang memuncak pascapandemi, yang menekan infrastruktur, lingkungan, dan kualitas hidup warga lokal.

Setelah pembatasan perjalanan dilonggarkan, jumlah wisatawan ke Kyoto melonjak tajam. Jalanan di kawasan seperti Gion menjadi penuh sesak, situs-situs budaya seperti Kuil Kiyomizudera kewalahan menerima pengunjung, dan masalah sampah menjadi hal biasa. Penduduk mengeluh kehilangan ruang hidup mereka.

Bukan hanya gangguan visual, krisis overtourism ini berdampak pada pelestarian budaya dan lingkungan. Pemerintah akhirnya memilih bertindak.

Tarif Naik, Wisata Lebih Tertata

Mulai Maret 2026, tarif penginapan dan pajak wisata di Kyoto akan naik signifikan. Pajak akomodasi akan kena berdasarkan harga per malam per orang. Hotel-hotel kelas atas akan menerima pajak tertinggi, mencapai ¥10.000, naik dari sebelumnya ¥1.000.

Kenaikan ini bukan semata demi pemasukan. Wali Kota Kyoto menyatakan, “Kebijakan ini untuk menjaga keseimbangan antara kunjungan wisata dan kenyamanan hidup warga.” Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk memperbaiki transportasi publik, melestarikan situs budaya, dan mendukung usaha lokal.

Baca Juga:
  • Sensasi Tak Terlupakan Menginap Bersama Keluarga di Mercure & Ibis Samarinda
  • Melintasi Kesibukan Pembangunan IKN
  • Mengenal Bukit Kelam, Batu Tertinggi di Dunia dari Indonesia
  • 5 Kota Dingin di Jawa Timur yang Cocok untuk Liburan

Dampak Beragam dari Berbagai Pihak

Reaksi terhadap kebijakan ini beragam. Sebagian wisatawan menganggap biaya tambahan sebagai beban baru. Beberapa agen perjalanan bahkan memperkirakan wisatawan akan berpindah ke kota seperti Osaka dan Nara yang lebih murah.

Namun warga lokal justru menyambut baik langkah ini. Mereka berharap kebijakan ini bisa mengurangi kepadatan dan membawa kembali ketenangan di lingkungan mereka.

“Kami merasa kota ini kembali menjadi milik kami, bukan hanya destinasi selfie turis,” ujar Haruka, warga Kyoto yang tinggal di dekat kawasan wisata Arashiyama.

Mengikuti Jejak Kota Dunia

Kebijakan ini bukan hal baru dalam dunia pariwisata. Kota-kota seperti Venesia dan Barcelona telah lebih dulu menerapkan tarif tambahan untuk wisatawan. Kyoto kini mengikuti jejak serupa dengan pendekatan yang sesuai dengan budaya Jepang.

Selain tarif, Kyoto berencana menerapkan sistem pemesanan online bagi wisatawan yang ingin mengunjungi lokasi-lokasi populer. Ini bertujuan membatasi jumlah pengunjung harian secara efektif.

Artikel Terkait:
  • Curug Malela: Niagara Mini di Jantung Hutan Jawa Barat
  • Menyusuri Heningnya Hutan Bambu Arashiyama
  • Gunung Andong, Primadona Pendaki Pemula
  • Keunikan Budaya dan Kemajuan Teknologi, Inilah Keistimewaan Jepang

Strategi Jangka Panjang untuk Warga

Pendapatan dari pajak dan tarif baru akan berguna untuk mendukung sektor publik dan komunitas. Fokus utama adalah pada pelestarian situs warisan dunia, peningkatan layanan publik, dan promosi wisata berbasis komunitas.

Dengan pengunjung yang lebih tertata, harapannya ekonomi lokal tumbuh dengan inklusif. Warga tidak lagi sekadar menjadi penonton, tapi ikut menikmati manfaat ekonomi dari pariwisata yang lebih berkualitas.

Menjadi Contoh Dunia

Kebijakan ini mencerminkan arah baru dunia pariwisata: dari kuantitas menuju kualitas. Kyoto ingin membangun pariwisata yang sadar budaya dan ramah lingkungan.

Jangan Lewatkan:
  • Kehidupan di Jepang, Perpaduan Tradisi dan Modernitas
  • Menaklukkan Gunung Cikuray, Atap Tertinggi di Garut
  • Kastil Neuschwanstein, Dongeng Itu Nyata
  • Ephesus: Kota Legendaris yang Tak Pernah Mati

Langkah ini bukan bentuk pembatasan, tapi strategi agar kota tetap bisa menyambut pengunjung dengan cara yang menghargai ruang hidup dan warisan sejarah. Jika berhasil, Kyoto bisa menjadi contoh global dalam praktik pariwisata berkelanjutan.

Destinasi Kyoto Destinasi Wisata Jepang Tokyo Travel
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDPRD Kutim Desak Efisiensi Anggaran, Peringatkan Potensi Sanksi
Next Article Curug Malela: Niagara Mini di Jantung Hutan Jawa Barat

Informasi lainnya

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

14 April 2026

Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

13 April 2026

Menyusuri Heningnya Hutan Bambu Arashiyama

12 April 2026

Pesona Kawaguchiko dengan Latar Gunung Fuji

12 April 2026

Menikmati Senja dari Shibuya Sky Tokyo

11 April 2026

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

31 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Hijrah itu Move On

Islami Syamril Al-Bugisyi

Koperasi Desa: Membangun atau Menguras?

Editorial Assyifa

Daniel Kahneman: Akhir Tragis Seorang Peraih Nobel

Profil Ericka

Bahaya Riba dalam Islam dan Cara Menghindarinya

Islami Ericka

Terpidana Dilindungi, Hukum Dipermalukan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi