Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

Mengapa Universitas Republik Indonesia Jadi Sorotan?

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Kenali Misi Besarnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 24 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PB XIII Hangabehi Wafat, Takhta Keraton Surakarta Tunggu Pewaris Resmi

Kepergian Sinuhun Paku Buwono XIII Hangabehi membuka babak baru dalam sejarah panjang Kasunanan Surakarta.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati3 November 2025 Figur
PB XIII Hangabehi Wafat, Takhta Keraton Surakarta Tunggu Pewaris Resmi
Mendiang Raja Keraton Solo PB XIII Hangabehi. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Solo – Kesedihan menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Raja mereka, Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi, wafat pada Minggu (2/11/2025) setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Indriati akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. Kepergian sang raja meninggalkan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar: siapa penerus sah takhta kerajaan yang kaya tradisi itu?

Dalam tradisi kerajaan Jawa, penerus biasanya adalah putra tertua dari istri resmi atau permaisuri. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak keraton mengenai suksesi. Seluruh keluarga besar, abdi dalem, serta pihak keraton masih memusatkan perhatian pada prosesi pemakaman PB XIII yang dijadwalkan pada 5 November 2025 mendatang.

Dari informasi yang dihimpun, PB XIII Hangabehi pernah menikah sebanyak tiga kali dan memiliki tujuh orang anak. Pernikahan pertama dengan KRAy Endang Kusumaningdyah dikaruniai tiga anak perempuan: GKR Timoer, GRAy Devi Lelyana Dewi, dan GRAy Dewi Ratih Widyasari. Setelah bercerai, ia menikah dengan KRAy Winari Sri Haryani, dari mana lahir tiga anak lagi: GPH Mangkubumi, BRAy Sugih Oceania, dan GRAy Putri Purnaningrum.

Baca Juga:
  • Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur
  • Seno Aji Hadiri RAKORDA Kelitbangan Riset dan Inovasi di NTB
  • SBY Rilis Lagu Save Our World, AHY: Seni Sapa Saat Politik Gagal
  • Politik di Balik Lensa: Perjalanan Fotografer Kartiyono, Dari Studio Keliling Hingga Panggung DPRD Jombang

Pernikahan ketiganya dengan KRAy Adipati Pradapaningsih Asih Winarni atau kini bergelar GKR Pakubuwana XIII, dikaruniai seorang putra: KGPH Purbaya, yang dikenal juga sebagai KGPAA Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.

Pada Minggu (27/2/2022), dalam peringatan Tingalan Dalem Jumenengan ke-18 PB XIII, sang raja menetapkan KGPH Purbaya sebagai putra mahkota dan mengukuhkan Asih Winarni sebagai permaisuri resmi. “Yang istimewa kali ini adalah pengukuhan garwa dalem menjadi Gusti Kanjeng Ratu Paku Buwono, serta penetapan KGPH Purbaya sebagai putra mahkota,” ujar KGPH Dipokusumo, adik PB XIII, kala itu kepada wartawan.

Menurutnya, penetapan tersebut merupakan bentuk regenerasi dan kesinambungan tradisi kerajaan. “Dalam tradisi keraton, regenerasi merupakan bagian penting dari tata adat. KGPH Purbaya diberikan kekancingan sebagai tanda pengukuhan putra mahkota,” jelasnya.

Artikel Terkait:
  • Wakil Rektor II UMJ Raih Guru Besar, Dorong Kemajuan Akademik
  • UAH Temui Prabowo, Dorong Kolaborasi Al Azhar dengan Indonesia
  • Ning Ita Beri Pesan Istimewa untuk Muhammadiyah Kota Mojokerto
  • Patrick Kluivert Pilih Batik dalam Wawancara Eksklusif

Namun, pengangkatan itu sempat menuai penolakan dari sebagian keluarga keraton. Salah satunya datang dari GKR Wandasari atau Gusti Moeng, yang menilai status ibu dari Purbaya belum memenuhi syarat adat untuk diangkat sebagai permaisuri resmi. “Seorang permaisuri harus dinikahkan secara bhayangkari dan dalam kondisi tertentu sesuai pakem keraton. Dalam hal ini, syarat itu belum terpenuhi,” ungkapnya kala itu.

Kini, dengan wafatnya PB XIII Hangabehi, perdebatan mengenai suksesi Keraton Surakarta kemungkinan akan kembali mengemuka. Sementara itu, masyarakat dan keluarga besar keraton masih larut dalam suasana duka, menanti kejelasan siapa yang akan melanjutkan takhta luhur Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Jangan Lewatkan:
  • Gibran Colek Ganjar, Warganet Kritik Gubernur Sibuk Kampanye
  • Gelar Safari Ramadan, Harun Ajak Masyarakat Pererat Silaturahmi
  • Adelio Firdaus: Senam Kreasi Ajarkan Kerja Sama dan Kepercayaan
  • Band Punk Sukatani Viral, Minta Maaf ke Polri Soal Lagu “Bayar Bayar Bayar”
Keraton Surakarta PB XIII Hangabehi Putra Mahkota Purbaya Suksesi Keraton Jawa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePemakaman PB XIII Berdasar Kalender Jawa, Ini Penentuannya
Next Article KPK Cetak Quattrick di Riau, Empat Gubernur Tersandung Korupsi

Informasi lainnya

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

29 Mei 2026

Merajut Kembali Wibawa Keraton Surakarta

5 Januari 2026

Habib Jafar: Poligami Seperti Pintu Darurat, Jangan Asal Buka

24 November 2025

Hamangkunegoro Dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV di Surakarta

15 November 2025

Pemakaman PB XIII Berdasar Kalender Jawa, Ini Penentuannya

2 November 2025

SBY Rilis Lagu Save Our World, AHY: Seni Sapa Saat Politik Gagal

2 Juli 2025
Paling Sering Dibaca

Selamat Tinggal Agustus Kelabu: Tinggalkan Joget-joget di Istana

Editorial Udex Mundzir

Asal-Usul Shalat Tarawih 20 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat

Islami Ericka

Shin Tae Yong Beri Dampak Positif pada Sepak Bola Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

Di Atas Hukum, Di Luar Akal Sehat

Editorial Udex Mundzir

PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase

Techno Ericka
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi