Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rapimnas PJS Matangkan Langkah ke Dewan Pers

Hujan Deras Picu Longsor di Cisayong Tasikmalaya

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 7 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Golkar di Persimpangan Jalan

Udex MundzirUdex Mundzir4 Desember 2024 Editorial
Kekalahan Golkar di Pilkada 2024
Kekalahan Golkar di Pilkada 2024 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pilkada Serentak 2024 menjadi titik kritis dan apes bagi Partai Golkar, partai besar yang kini menghadapi kenyataan pahit kehilangan basis tradisionalnya. Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Utara, yang selama ini menjadi benteng kekuatannya, kini jatuh ke tangan partai lain, terutama Gerindra. Kegagalan merebut Jakarta semakin memperburuk kondisi, memperlihatkan strategi yang tidak efektif dan melemahkan pengaruh politiknya.

Di Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang kini bernaung di bawah Gerindra berhasil memenangkan pertarungan. Banten juga tak lagi menjadi milik Golkar setelah pasangan Andra Soni-Dimyati mengalahkan Airin Rachmi Diany. Di Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang berafiliasi dengan Gerindra, unggul dari Edy Rahmayadi. Basis tradisional Golkar kini bergeser ke tangan pesaingnya, meninggalkan kekosongan yang sulit diisi dalam waktu singkat.

Strategi memindahkan Ridwan Kamil (RK) dari Jawa Barat ke Jakarta pun menjadi bumerang. RK, yang seharusnya menjadi senjata andalan, gagal meraih kemenangan. Dengan hanya mengumpulkan 40,35 persen suara, pasangan RK-Suswono tertinggal cukup jauh dari Pramono-Rano Karno yang didukung PDIP dengan 49,29 persen suara. Langkah ini tidak hanya gagal merebut Jakarta, tetapi juga menyebabkan Golkar kehilangan pijakan kuat di Jawa Barat.

Pengamat politik Ray Rangkuti menyebut kekalahan ini sebagai salah satu yang terburuk bagi Golkar. Partai ini dinilai tidak mampu beradaptasi dengan perubahan dinamika politik, terutama dengan meningkatnya pemilih muda yang lebih kritis dan pragmatis. Golkar terjebak dalam pola lama, sementara pesaingnya lebih lincah dalam membaca kebutuhan lokal dan memanfaatkan momentum.

Kegagalan ini juga menjadi refleksi dari kelemahan dalam konsolidasi internal. Ketergantungan pada figur tertentu tanpa membangun kekuatan kolektif membuat Golkar rentan terhadap perubahan politik yang dinamis. Hal ini terlihat jelas ketika figur-figur kunci seperti Dedi Mulyadi dan Bobby Nasution beralih ke partai lain dan justru menjadi ancaman bagi Golkar.

Untuk bangkit dari kekalahan, Golkar harus melakukan reformasi mendalam. Memperkuat kaderisasi di tingkat lokal dan membangun komunikasi politik yang lebih relevan dengan pemilih muda adalah langkah yang tidak bisa ditunda. Golkar juga harus memperbaiki strategi pencalonan, memastikan kandidat yang diusung memiliki rekam jejak yang kuat dan mampu merepresentasikan kepentingan masyarakat.

Pilkada 2024 bukan hanya tentang kekalahan, tetapi juga peluang untuk belajar dan berbenah. Golkar, sebagai salah satu partai tertua di Indonesia, memiliki modal sejarah dan struktur yang masih bisa diandalkan. Namun, tanpa pembaruan yang signifikan, partai ini berisiko tenggelam di tengah perubahan peta politik yang semakin cepat.

Kekalahan Golkar Pilkada 2024 strategi politik Golkar
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDominasi Tim Voli Kutai Timur di Turnamen Paser: Strategi dan Semangat Jadi Kunci Sukses
Next Article Optimalisasi Pajak di Kutai Timur: Sinergi Baru Pemkab dan KPP Pratama Bontang

Informasi lainnya

Omong Kosong Industri Kreatif

30 Maret 2026

Logika Nol yang Menyesatkan

30 Maret 2026

Peluang Usaha di Balik Batas Medsos

29 Maret 2026

Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa

29 Maret 2026

Koperasi Desa Tanpa Arah Nyata

28 Maret 2026

Relawan Muda di Arus Mudik

17 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Cara Efektif Menghitung Dana Pensiun di Indonesia

Daily Tips Assyifa

Golkar di Persimpangan Jalan

Editorial Udex Mundzir

Wae Rebo, Desa di Atas Awan yang Menyimpan Pesona Budaya dan Alam

Travel Alfi Salamah

Senyum di Tengah Derita

Islami Alfi Salamah

Bebas Bertanggung Jawab

Gagasan Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Daerah
Lisda Lisdiawati20 Maret 2026

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Prabowo Targetkan Penerimaan Negara Rp3.000 Triliun di 2025

Imtihan MDTU Al Barokah Cihuni Capai Puncak Acara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi