Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ramadan 2026: Kemenag Tetapkan Batas Volume Toa Masjid

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Golkar di Persimpangan Jalan

Udex MundzirUdex Mundzir4 Desember 2024 Editorial
Kekalahan Golkar di Pilkada 2024
Kekalahan Golkar di Pilkada 2024 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pilkada Serentak 2024 menjadi titik kritis dan apes bagi Partai Golkar, partai besar yang kini menghadapi kenyataan pahit kehilangan basis tradisionalnya. Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Utara, yang selama ini menjadi benteng kekuatannya, kini jatuh ke tangan partai lain, terutama Gerindra. Kegagalan merebut Jakarta semakin memperburuk kondisi, memperlihatkan strategi yang tidak efektif dan melemahkan pengaruh politiknya.

Di Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang kini bernaung di bawah Gerindra berhasil memenangkan pertarungan. Banten juga tak lagi menjadi milik Golkar setelah pasangan Andra Soni-Dimyati mengalahkan Airin Rachmi Diany. Di Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang berafiliasi dengan Gerindra, unggul dari Edy Rahmayadi. Basis tradisional Golkar kini bergeser ke tangan pesaingnya, meninggalkan kekosongan yang sulit diisi dalam waktu singkat.

Strategi memindahkan Ridwan Kamil (RK) dari Jawa Barat ke Jakarta pun menjadi bumerang. RK, yang seharusnya menjadi senjata andalan, gagal meraih kemenangan. Dengan hanya mengumpulkan 40,35 persen suara, pasangan RK-Suswono tertinggal cukup jauh dari Pramono-Rano Karno yang didukung PDIP dengan 49,29 persen suara. Langkah ini tidak hanya gagal merebut Jakarta, tetapi juga menyebabkan Golkar kehilangan pijakan kuat di Jawa Barat.

Pengamat politik Ray Rangkuti menyebut kekalahan ini sebagai salah satu yang terburuk bagi Golkar. Partai ini dinilai tidak mampu beradaptasi dengan perubahan dinamika politik, terutama dengan meningkatnya pemilih muda yang lebih kritis dan pragmatis. Golkar terjebak dalam pola lama, sementara pesaingnya lebih lincah dalam membaca kebutuhan lokal dan memanfaatkan momentum.

Kegagalan ini juga menjadi refleksi dari kelemahan dalam konsolidasi internal. Ketergantungan pada figur tertentu tanpa membangun kekuatan kolektif membuat Golkar rentan terhadap perubahan politik yang dinamis. Hal ini terlihat jelas ketika figur-figur kunci seperti Dedi Mulyadi dan Bobby Nasution beralih ke partai lain dan justru menjadi ancaman bagi Golkar.

Untuk bangkit dari kekalahan, Golkar harus melakukan reformasi mendalam. Memperkuat kaderisasi di tingkat lokal dan membangun komunikasi politik yang lebih relevan dengan pemilih muda adalah langkah yang tidak bisa ditunda. Golkar juga harus memperbaiki strategi pencalonan, memastikan kandidat yang diusung memiliki rekam jejak yang kuat dan mampu merepresentasikan kepentingan masyarakat.

Pilkada 2024 bukan hanya tentang kekalahan, tetapi juga peluang untuk belajar dan berbenah. Golkar, sebagai salah satu partai tertua di Indonesia, memiliki modal sejarah dan struktur yang masih bisa diandalkan. Namun, tanpa pembaruan yang signifikan, partai ini berisiko tenggelam di tengah perubahan peta politik yang semakin cepat.

Kekalahan Golkar Pilkada 2024 strategi politik Golkar
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDominasi Tim Voli Kutai Timur di Turnamen Paser: Strategi dan Semangat Jadi Kunci Sukses
Next Article Optimalisasi Pajak di Kutai Timur: Sinergi Baru Pemkab dan KPP Pratama Bontang

Informasi lainnya

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

31 Januari 2026

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

26 Januari 2026

Warisan Masalah Era Jokowi

19 Januari 2026

ASEAN di Tengah Preseden Maduro

5 Januari 2026

Menguji Gelar Pahlawan Soeharto

13 November 2025

Insentif MBG: Jangan Alihkan Beban

2 November 2025
Paling Sering Dibaca

Ubah Lontar Jadi Pemanis Sehat: Inovasi Hebat Mahasiswa UPER!

Bisnis Udex Mundzir

Penyebab dan Dampak Kesombongan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Opini Udex Mundzir

Nikah Anti Ribet: Cara Mudah Daftar di KUA

Lifestyles Assyifa

Abolisi Tak Sama Dengan Keadilan

Editorial Udex Mundzir

ASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital

Bisnis Assyifa
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.