Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Relawan Muda di Arus Mudik

Takbiran Diminta di Rumah Saat Nyepi di Bali

Libur Lebaran, Program MBG Hemat Rp5 Triliun

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 18 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Golkar di Persimpangan Jalan

Udex MundzirUdex Mundzir4 Desember 2024 Editorial
Kekalahan Golkar di Pilkada 2024
Kekalahan Golkar di Pilkada 2024 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pilkada Serentak 2024 menjadi titik kritis dan apes bagi Partai Golkar, partai besar yang kini menghadapi kenyataan pahit kehilangan basis tradisionalnya. Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Utara, yang selama ini menjadi benteng kekuatannya, kini jatuh ke tangan partai lain, terutama Gerindra. Kegagalan merebut Jakarta semakin memperburuk kondisi, memperlihatkan strategi yang tidak efektif dan melemahkan pengaruh politiknya.

Di Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang kini bernaung di bawah Gerindra berhasil memenangkan pertarungan. Banten juga tak lagi menjadi milik Golkar setelah pasangan Andra Soni-Dimyati mengalahkan Airin Rachmi Diany. Di Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang berafiliasi dengan Gerindra, unggul dari Edy Rahmayadi. Basis tradisional Golkar kini bergeser ke tangan pesaingnya, meninggalkan kekosongan yang sulit diisi dalam waktu singkat.

Strategi memindahkan Ridwan Kamil (RK) dari Jawa Barat ke Jakarta pun menjadi bumerang. RK, yang seharusnya menjadi senjata andalan, gagal meraih kemenangan. Dengan hanya mengumpulkan 40,35 persen suara, pasangan RK-Suswono tertinggal cukup jauh dari Pramono-Rano Karno yang didukung PDIP dengan 49,29 persen suara. Langkah ini tidak hanya gagal merebut Jakarta, tetapi juga menyebabkan Golkar kehilangan pijakan kuat di Jawa Barat.

Pengamat politik Ray Rangkuti menyebut kekalahan ini sebagai salah satu yang terburuk bagi Golkar. Partai ini dinilai tidak mampu beradaptasi dengan perubahan dinamika politik, terutama dengan meningkatnya pemilih muda yang lebih kritis dan pragmatis. Golkar terjebak dalam pola lama, sementara pesaingnya lebih lincah dalam membaca kebutuhan lokal dan memanfaatkan momentum.

Kegagalan ini juga menjadi refleksi dari kelemahan dalam konsolidasi internal. Ketergantungan pada figur tertentu tanpa membangun kekuatan kolektif membuat Golkar rentan terhadap perubahan politik yang dinamis. Hal ini terlihat jelas ketika figur-figur kunci seperti Dedi Mulyadi dan Bobby Nasution beralih ke partai lain dan justru menjadi ancaman bagi Golkar.

Untuk bangkit dari kekalahan, Golkar harus melakukan reformasi mendalam. Memperkuat kaderisasi di tingkat lokal dan membangun komunikasi politik yang lebih relevan dengan pemilih muda adalah langkah yang tidak bisa ditunda. Golkar juga harus memperbaiki strategi pencalonan, memastikan kandidat yang diusung memiliki rekam jejak yang kuat dan mampu merepresentasikan kepentingan masyarakat.

Pilkada 2024 bukan hanya tentang kekalahan, tetapi juga peluang untuk belajar dan berbenah. Golkar, sebagai salah satu partai tertua di Indonesia, memiliki modal sejarah dan struktur yang masih bisa diandalkan. Namun, tanpa pembaruan yang signifikan, partai ini berisiko tenggelam di tengah perubahan peta politik yang semakin cepat.

Kekalahan Golkar Pilkada 2024 strategi politik Golkar
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDominasi Tim Voli Kutai Timur di Turnamen Paser: Strategi dan Semangat Jadi Kunci Sukses
Next Article Optimalisasi Pajak di Kutai Timur: Sinergi Baru Pemkab dan KPP Pratama Bontang

Informasi lainnya

Relawan Muda di Arus Mudik

17 Maret 2026

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

16 Maret 2026

Ketika Narkoba Dilindungi Oknum

15 Februari 2026

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

31 Januari 2026

Gaduh Ijazah dan Politik Adu Domba

26 Januari 2026

Warisan Masalah Era Jokowi

19 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Sosok Mulia Ciptaan Allah, Inilah Peran Perempuan dalam Islam

Islami Alfi Salamah

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Food Lisda Lisdiawati

Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi

Editorial Udex Mundzir

Sejarah Perjalanan Haji Masa Kerajaan Nusantara

Islami Ericka

Peran dan Pengaruh Kucing dalam Film, Buku, dan Musik

Opini Alfi Salamah
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Diskon Tarif Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi