Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Keajaiban Nenek 95 Tahun Tawaf dan Sai Mandiri di Musim Haji

Terkait biaya ibadah haji, nenek Bayianmah mengaku anak-anaknya bertani, punya sapi, dan penggilingan padi. Hasil dari itu semua dikumpulkan untuk biaya ibadah haji
Alfi SalamahAlfi Salamah20 Juni 2023 Islami
Nenek Bayianmah Jamaah Haji Lansia Berusia 95 Tahun Didampingi Petugas Jamaah Haji, Nenek Bayianmah Menolak Menggunakan Kursi Roda Saat Tunaikan Tawaf dan Sai
Nenek Bayianmah Jamaah Haji Lansia Berusia 95 Tahun Didampingi Petugas Jamaah Haji, Nenek Bayianmah Menolak Menggunakan Kursi Roda Saat Tunaikan Tawaf dan Sai (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bayianmah jamaah haji lansia berusia 95 tahun sedang tertawa bersama petugas haji layanan lansia di lorong hotel Al Kiswah Towers Hotel di Makkah. Tawa nenek riang, terpancar nuansa ceria meski giginya sudah hilang dimakan usia.

Nenek Bayianmah menjadi penyemangat bagi jamaah haji lain di dalam rombongannya. Banyak jamaah haji yang bersaksi bahwa nenek seorang periang dan jadi bahan bakar semangat bagi jamaah haji lain yang merasa kelelahan.

Menegaskan Tujuan Datang ke Makkah

Nenek berusia 95 tahun ini tidak mengeluh meski rangkaian ibadah haji sangat melelahkan, hal ini yang membuat jamaah haji lain tidak jadi mengeluh.

Nek Bayianmah selalu menegaskan tujuannya datang ke Makkah untuk ibadah, jadi siap dan rela menjalani semua proses rangkaian ibadah haji.

Nenek Bayianmah tidak ingat tahun berapa ia lahir, tapi ia masih ingat saat masih kecil pernah terpaksa belajar baris-berbaris oleh tentara Jepang yang menjajah bangsa Indonesia.

“Zaman dulu kalau lahir tidak mencatat tahun lahirnya jadi tidak tahu lahir tahun berapa, kalau umur kalau tidak salah 95 tahun,” kata nenek Bayianmah menggunakan bahasa Sunda khas Banten, Sabtu (17/6/2023).

12 Tahun Menanti Panggilan ke Baitullah

Saat mendapat pertanyaan tentang penjajahan bangsa Indonesia oleh Belanda dan Jepang, nenek asal Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten ini mengaku sudah duduk di bangku sekolah dasar saat zaman Jepang.

Nenek Bayianmah yang sudah punya 18 cucu dan tiga cicit mengaku bahagia bisa tiba di Makkah dan melihat Kabah. Setelah 12 tahun penantian akhirnya mendapat panggilan dari Allah ke Tanah Suci.

Hanif, petugas haji layanan lansia yang sedang menemani nenek Bayianmah menyampaikan bahwa Bayianmah tidak mau menggunakan kursi roda, dia mau tawaf dan sai dengan berjalan sendiri.

Allah Memberikannya Kesehatan

Meski demikian, teman-temen jamaah haji lainnya tetap menjaga dan mendampingi nenek Bayianmah sambil membawa kursi roda untuk berjaga-jaga.

“Langkah kaki nenek bisa mengimbangi jamaah haji yang lain, jadi tidak tertinggal banget langkah kakinya,” kata Hanif penuh kekaguman.

Saat orang tanya apa rahasia nenek Bayianmah di usia 95 tahun masih mampu tawaf dan sai sendiri tanpa bantuan kursi roda, nenek Bayianmah tertawa dengan tawa khas nenek-nenek yang sudah melintasi zaman.

Kemudian ia mengatakan bahwa rahasia sehatnya karena Allah SWT memberikan kesehatan kepadanya.

“Allah memberi kesehatan, ceria terus,” ujar nenek Bayianmah.

Terbiasa Berjalan Kaki Sejak Masih Muda

Nenek Bayianmah menyampaikan memang sudah terbiasa berjalan kaki sejak masih muda. Zaman dulu bepergian ke mana-mana berjalan kaki. Pekerjaan nenek sewaktu muda juga bertani di sawah sehingga terbiasa dengan pekerjaan fisik yang berat.

“Dulu bertani, ngoyos, tandur di sawah,” ujar nenek Bayianmah.

Terkait biaya ibadah haji, nenek Bayianmah mengaku anak-anaknya bertani, punya sapi, dan penggilingan padi. Hasil dari itu semua dikumpulkan untuk biaya ibadah haji.

Nenek Bayianmah punya delapan anak, empat di antaranya telah meninggal dunia. Kini nenek Bayianmah telah punya 18 cucu dan tiga cicit.

Nenek Bayianmah juga mengaku sudah empat kali menikah. Saat mendapat tanya apakah nenek dulunya adalah kembang desa (wanita paling cantik dan populer di desa). Nenek Bayianmah tertawa dan tersipu malu.

“Ahhh he he he,” kata nenek Bayianmah merasa malu sambil memukul petugas haji layanan lansia yang ada disampingnya, Nenek nampak ceria dan sesekali muncul jiwa kekanak-kanakannya.

Info Haji 2023 Jamaah Haji Lansia Nenek Bayianmah Tawaf dan Sai
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenuju Level Prapandemi Terdekat, Penerbangan Haji ke Saudi
Next Article Kejadian Mencemaskan: Jamaah Haji Kehilangan Kartu Identitas

Informasi lainnya

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

19 Januari 2026

Menghidupkan Kembali Cahaya Keemasan Islam

26 November 2025

Menemukan Jati Diri di Tengah Krisis Moral

26 November 2025

Risiko Seks di Luar Nikah bagi Pria Muslim

28 Agustus 2025

6 Karakter Muslimah High Value Masa Kini

7 Agustus 2025

Empat Kunci Hidup Tenang dalam Islam

7 Agustus 2025
Paling Sering Dibaca

Shin Tae Yong Beri Dampak Positif pada Sepak Bola Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

Doa-doa Istimewa Keberkahan Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir

Islami Alfi Salamah

Memilih Menteri

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Vonis Sepotong, Keadilan Cacat

Editorial Udex Mundzir

Toyota Akui Data Kendaraan 2,15 Juta Pelanggan Bocor

Techno Dexpert Corp
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.