Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Usai Karhutla

Dating Tanpa Alkohol, Tren Baru Generasi Muda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tiga Pekerjaan Masa Depan yang Paling Dibutuhkan Dunia

Mereka yang menguasai teknologi, menguasai masa depan.
AssyifaAssyifa1 Februari 2025 Techno
Pekerjaan paling dicari di masa depan
Tiga pekerjaan ini merupakan yang paling banyak diminati di seluruh dunia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Perubahan cepat dalam dunia kerja menuntut tenaga profesional dengan keahlian khusus yang sesuai dengan tren global. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa ada tiga pekerjaan yang saat ini paling banyak dicari di dunia, namun masih langka di Indonesia, yaitu Big Data Specialist, Fintech Engineers, dan AI Machine Learning Specialist.

Menurut Yassierli, keterbatasan jumlah lulusan dengan keahlian ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Banyak perguruan tinggi ingin membuka program studi di bidang tersebut, tetapi masih kekurangan tenaga pengajar yang kompeten.

“Tiga keahlian itu masih langka di Indonesia. Program studi di Indonesia juga masih jarang, kampus ingin membuat tapi dosennya tak ada yang mengajar. Sementara negara India sudah menyiapkan itu,” ujar Yassierli dalam kuliah umum bertema Membangun Future Workforce Indonesia: Tren dan Tantangan Global di Institut Teknologi Sumatera (Itera), Lampung Selatan, Sabtu (1/2/2025).

Kekurangan tenaga ahli dalam bidang ini bisa berdampak serius pada daya saing tenaga kerja Indonesia. Jika tidak segera diantisipasi, Indonesia akan lebih banyak mengimpor tenaga kerja asing untuk mengisi posisi-posisi strategis dalam industri teknologi.

“Indonesia akan mengimpor pekerja dengan tiga keahlian tersebut, sedangkan kita mengekspor asisten rumah tangga dan tenaga konstruksi ke luar negeri. Itu yang terjadi jika tidak diantisipasi dari sekarang,” tambahnya.

Baca Juga:
  • 7 Aplikasi Jahat yang Harus Segera Anda Hapus
  • 7 Cara Efektif Mempromosikan WhatsApp Channel
  • Panduan Memilih dan Merawat Ban Motor untuk Keselamatan Berkendara
  • Mengelola WhatsApp Channel, Panduan Lengkap untuk Kesuksesan dalam Komunikasi Bisnis

Untuk menghadapi tantangan ini, Yassierli menekankan perlunya perubahan dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Kurikulum harus menyesuaikan dengan kebutuhan industri digital, dan mahasiswa harus dibekali dengan keterampilan yang relevan dengan tren global.

Ia juga menyarankan agar setiap lulusan memiliki tiga kompetensi utama, yakni kompetensi general, kompetensi spesialis utama, dan kompetensi spesialis pendukung.

“Jika adik-adik mahasiswa telah mengambil S1 Mesin, MIPA, atau Arsitektur, itu baru satu kompetensi. Dua kompetensi lagi harus terkait Teknologi Informasi dan people relations. Tiga kompetensi ini wajib ada jika ingin sukses di dunia kerja,” jelasnya.

Selain menyoroti pekerjaan yang banyak dicari, Yassierli juga mengingatkan bahwa beberapa pekerjaan akan hilang dalam beberapa tahun ke depan akibat otomatisasi dan perkembangan teknologi. Beberapa di antaranya adalah Portal Service Clerks, Bank Teller Related Clerks, Data Entry Clerks, dan Cashiers and Ticket Clerks.

Kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi otomatisasi menggeser kebutuhan tenaga kerja manual ke arah tenaga kerja yang lebih berbasis digital. Dengan munculnya chatbot, asisten virtual, serta algoritma cerdas yang mampu menganalisis dan memproses data secara otomatis, pekerjaan yang bersifat repetitif dan administratif semakin berkurang.

Artikel Terkait:
  • Makin Canggih, Ini Alasan Warga Indonesia Pilih HP dengan Fitur AI
  • Bahaya Tersembunyi di Balik Jam Tangan Pintar
  • Ubox: Solusi Sewa Powerbank Praktis di Bandara
  • Fenomena Langit 2025: Gerhana Bulan Total Hiasi Malam Indonesia

Tidak hanya itu, dunia industri kini bergerak menuju transformasi digital secara menyeluruh. Banyak perusahaan yang mulai mengadopsi sistem berbasis data besar (big data) untuk mengoptimalkan operasional mereka. Fintech juga semakin berkembang, menuntut lebih banyak tenaga ahli yang memahami teknologi keuangan digital. Sementara itu, AI dan pembelajaran mesin (machine learning) menjadi komponen utama dalam pengambilan keputusan berbasis data di berbagai sektor.

Kurangnya tenaga profesional di Indonesia dalam bidang ini membuat banyak perusahaan akhirnya mencari tenaga kerja dari luar negeri. Akibatnya, potensi besar bagi lulusan dalam negeri tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, Indonesia akan tertinggal dalam persaingan global.

Perguruan tinggi di Indonesia perlu segera beradaptasi dengan tren ini. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah dengan menghadirkan program studi berbasis digital yang lebih relevan dengan kebutuhan industri. Selain itu, kolaborasi antara akademisi dan dunia industri juga harus diperkuat agar lulusan siap kerja dengan keterampilan yang sesuai dengan permintaan pasar.

Pemerintah juga diharapkan berperan aktif dalam mendorong ekosistem pembelajaran berbasis teknologi dengan memberikan insentif bagi kampus dan lembaga pendidikan yang berfokus pada pengembangan kompetensi digital. Dengan demikian, generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam revolusi industri digital, tetapi juga menjadi pemain utama yang mampu bersaing di tingkat global.

Jangan Lewatkan:
  • DeepSeek AI: Alternatif AI Murah dari Cina yang Saingi ChatGPT
  • AISNESIA Luncurkan Virtual Buoy untuk Efisiensi Navigasi Maritim
  • Komdigi: Permohonan Merger XL-Smartfren Belum Diterima
  • China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di bidang Big Data, Fintech, dan AI Machine Learning, inilah saatnya bagi perguruan tinggi, industri, dan pemerintah untuk bekerja sama dalam menciptakan ekosistem pendidikan dan pelatihan yang lebih siap menghadapi masa depan.

AI Machine Learning Big Data Fintech Ketenagakerjaan Pekerjaan Masa Depan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDiberi Waktu Sebulan, Pengecer LPG 3 Kg Bisa Beralih Jadi Pangkalan
Next Article Harga BBM Pertamina Naik, Ini Daftar Terbarunya

Informasi lainnya

Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

21 Januari 2026

China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki

28 April 2025

PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase

27 April 2025

Peraturan Penggunaan Media Sosial untuk Anak di Indonesia

29 Maret 2025

Persaingan Global dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

18 Maret 2025

Pemerintah Siapkan Skema 8.400 Karyawan PHK Sritex Kembali Bekerja

3 Maret 2025
Paling Sering Dibaca

Savoy Homann Hotel, Saksi Bisu Kejayaan Bandung

Travel Assyifa

Sabar dan Doa: Kunci Mengubah Hidup Menjadi Lebih Baik

Islami Assyifa

Kenali Self-Love Language Kamu, Biar Lebih Sayang Diri Sendiri

Daily Tips Alfi Salamah

5 Kota Dingin di Jawa Timur yang Cocok untuk Liburan

Travel Alfi Salamah

Mengagumkan Kiswah Mengalami Transformasi dalam 10 Fase

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi