Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Masalah Fiskal, Rekrutmen dan Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditunda

Keterbatasan kapasitas fiskal membuat pemerintah menunda peluang rekrutmen dan kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) pada 2026.
ErickaEricka16 Agustus 2025 Ekonomi
pegawai negeri sipil (PNS)
Jajaran pegawai negeri sipil (PNS) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah memastikan belum membuka peluang rekrutmen baru maupun kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) pada 2026. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan kebijakan tersebut diambil karena keterbatasan kapasitas fiskal negara yang difokuskan pada pembiayaan program-program prioritas.

“Kami belum melakukan exercise, terutama untuk rekrutmen dan gaji,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Sabtu (16/8/2025).

Ia menjelaskan, meski pemerintah tetap berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) terkait formasi ASN, keputusan akhir akan sangat bergantung pada ruang fiskal. Faktor kebutuhan kementerian, lembaga, dan daerah juga akan menjadi bahan pertimbangan.

Postur RAPBN 2026 dirancang dengan defisit Rp636,8 triliun atau setara 2,48 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Belanja negara ditargetkan Rp3.786,5 triliun, naik 7,3 persen dari outlook 2025. Dari jumlah tersebut, belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp3.136,5 triliun, tumbuh 17,8 persen, sedangkan anggaran transfer ke daerah (TKD) justru dipangkas hingga 24,8 persen menjadi Rp650 triliun.

Sri Mulyani menuturkan, kenaikan belanja negara pada RAPBN 2026 didorong oleh kebutuhan pendanaan delapan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, makan bergizi gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, pembangunan desa, koperasi, dan UMKM, pertahanan semesta, serta percepatan investasi dan perdagangan global. “MBG saja naik Rp330 triliun sendiri. Jadi memang kenaikan belanja untuk beberapa prioritas pemerintah cukup besar,” katanya.

Di sisi lain, pendapatan negara pada RAPBN 2026 diproyeksikan sebesar Rp3.147,7 triliun atau tumbuh 9,8 persen dari outlook 2025. Penerimaan pajak ditargetkan naik 13,5 persen menjadi Rp2.357,7 triliun, sementara penerimaan kepabeanan dan cukai ditetapkan tumbuh 7,7 persen. Namun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) justru turun 4,7 persen akibat hilangnya kontribusi dividen BUMN yang dialihkan ke BPI Danantara.

Dengan postur anggaran seperti ini, Sri Mulyani menegaskan pemerintah harus realistis dan menunda wacana penambahan formasi maupun kenaikan gaji PNS. Kebijakan tersebut dinilai penting agar stabilitas fiskal tetap terjaga di tengah prioritas besar pembangunan.

Fiskal Indonesia Kenaikan Gaji ASN RAPBN 2026 Rekrutmen PNS Sri Mulyani
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDPR Kaji Opsi Naikkan Status BP Haji Jadi Kementerian
Next Article Upacara HUT RI ke-80, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju

Informasi lainnya

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

21 Januari 2026

Mendirikan Yayasan, Cara Orang Kaya Menata Warisan Sosial

20 Januari 2026

Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

5 Januari 2026

Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

4 Januari 2026

Tahun Pajak 2026 Tanpa Kenaikan Tarif, Pemerintah Fokus Digitalisasi dan Insentif

31 Desember 2025

Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS

29 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

8 Manfaat Berhenti Konsumsi Gula bagi Kesehatan

Daily Tips Assyifa

Membentuk Generasi Hebat, Lima Syarat Menjadi Anak Hebat

Opini Alfi Salamah

UU TNI Disahkan, Sipil Terancam Diam

Editorial Udex Mundzir

Koperasi Desa atau Alat Kuasa?

Editorial Udex Mundzir

Sentralisasi Berkedok Nasionalisme

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.