Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Masalah Fiskal, Rekrutmen dan Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditunda

Keterbatasan kapasitas fiskal membuat pemerintah menunda peluang rekrutmen dan kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) pada 2026.
ErickaEricka16 Agustus 2025 Ekonomi
pegawai negeri sipil (PNS)
Jajaran pegawai negeri sipil (PNS) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah memastikan belum membuka peluang rekrutmen baru maupun kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) pada 2026. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan kebijakan tersebut diambil karena keterbatasan kapasitas fiskal negara yang difokuskan pada pembiayaan program-program prioritas.

“Kami belum melakukan exercise, terutama untuk rekrutmen dan gaji,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Sabtu (16/8/2025).

Ia menjelaskan, meski pemerintah tetap berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) terkait formasi ASN, keputusan akhir akan sangat bergantung pada ruang fiskal. Faktor kebutuhan kementerian, lembaga, dan daerah juga akan menjadi bahan pertimbangan.

Postur RAPBN 2026 dirancang dengan defisit Rp636,8 triliun atau setara 2,48 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Belanja negara ditargetkan Rp3.786,5 triliun, naik 7,3 persen dari outlook 2025. Dari jumlah tersebut, belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp3.136,5 triliun, tumbuh 17,8 persen, sedangkan anggaran transfer ke daerah (TKD) justru dipangkas hingga 24,8 persen menjadi Rp650 triliun.

Sri Mulyani menuturkan, kenaikan belanja negara pada RAPBN 2026 didorong oleh kebutuhan pendanaan delapan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, makan bergizi gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, pembangunan desa, koperasi, dan UMKM, pertahanan semesta, serta percepatan investasi dan perdagangan global. “MBG saja naik Rp330 triliun sendiri. Jadi memang kenaikan belanja untuk beberapa prioritas pemerintah cukup besar,” katanya.

Di sisi lain, pendapatan negara pada RAPBN 2026 diproyeksikan sebesar Rp3.147,7 triliun atau tumbuh 9,8 persen dari outlook 2025. Penerimaan pajak ditargetkan naik 13,5 persen menjadi Rp2.357,7 triliun, sementara penerimaan kepabeanan dan cukai ditetapkan tumbuh 7,7 persen. Namun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) justru turun 4,7 persen akibat hilangnya kontribusi dividen BUMN yang dialihkan ke BPI Danantara.

Dengan postur anggaran seperti ini, Sri Mulyani menegaskan pemerintah harus realistis dan menunda wacana penambahan formasi maupun kenaikan gaji PNS. Kebijakan tersebut dinilai penting agar stabilitas fiskal tetap terjaga di tengah prioritas besar pembangunan.

Fiskal Indonesia Kenaikan Gaji ASN RAPBN 2026 Rekrutmen PNS Sri Mulyani
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDPR Kaji Opsi Naikkan Status BP Haji Jadi Kementerian
Next Article Upacara HUT RI ke-80, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju

Informasi lainnya

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

17 Maret 2026

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

16 Maret 2026

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

14 Maret 2026

Prabowo dan Gibran Terima THR, Nominalnya Disorot Publik

13 Maret 2026

Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja

12 Maret 2026

Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil

12 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Mengelola WhatsApp Channel, Panduan Lengkap untuk Kesuksesan dalam Komunikasi Bisnis

Techno Udex Mundzir

Pelajaran dari Ju Ji Hoon: Mengenali Penyebab Asam Urat

Daily Tips Assyifa

Kalau Taman Bisa Dibuka 24 Jam, Mengapa Masjid Tidak?

Opini Udex Mundzir

Cara Efektif Menyusun To-Do List agar Tidak Sekadar Jadi Hiasan Meja

Daily Tips Ericka

Jangan Lempar Beban ke Rakyat

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi