Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari

Diskon Tol Mudik Lebaran 30 Persen Masih Berlaku Hari Ini

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 17 Maret 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mendikdasmen Siapkan Tiga Strategi Atasi Krisis Pustakawan

Kemendikdasmen upayakan solusi lewat prodi baru, pelatihan guru, dan formasi ASN khusus pustakawan.
ErickaEricka7 Juli 2025 Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan tiga strategi utama untuk mengatasi kekurangan tenaga pustakawan profesional di Indonesia. Hal ini ia sampaikan dalam peringatan Hari Pustakawan Nasional yang digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin (7/7/2025).

Mu’ti menjelaskan bahwa profesi pustakawan masih belum populer di kalangan generasi muda, karena kerap dianggap sebagai pekerjaan yang sunyi dan minim sorotan publik. Padahal, keberadaan pustakawan sangat penting dalam mendukung literasi dan pendidikan nasional.

“Kekurangan pustakawan memang menjadi tantangan yang harus dijawab bersama-sama, karena bekerja di perpustakaan menjadi profesi yang tidak terkenal dan nyaris tanpa publikasi,” ujar Mu’ti.

Langkah pertama yang diusulkan adalah menambah program studi (prodi) ilmu perpustakaan di berbagai perguruan tinggi. Menurutnya, hal ini perlu dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).

“Ini nanti kami akan bicara dengan Mendiktisaintek untuk prodi-prodi perpustakaan menurut saya perlu ditambah,” tegasnya.

Langkah kedua, menurut Mu’ti, adalah keberpihakan pemerintah dalam membuka formasi aparatur sipil negara (ASN) untuk pustakawan sebagai tenaga kependidikan. Hal ini dinilai sejalan dengan aspirasi dari Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) yang meminta adanya kepastian karier dan status profesional bagi pustakawan.

“Perlu ada keberpihakan dari pemerintah, seperti yang disampaikan oleh Ketua IPI, untuk ada pengangkatan pustakawan sebagai bagian dari tenaga kependidikan, ada formasinya disediakan,” tambahnya.

Strategi ketiga yang akan diambil adalah pelatihan dasar kepustakawanan bagi guru yang mendapat tugas tambahan sebagai pengelola perpustakaan sekolah. Mu’ti menyadari bahwa banyak guru yang menjalankan peran pustakawan tanpa bekal pendidikan formal di bidang tersebut.

“Sekarang ini kan pustakawan di sekolah itu biasanya guru yang diberikan tugas tertentu. Guru ini harus dilatih,” jelasnya.

Pelatihan ini rencananya akan menggunakan fasilitas Balai Guru Penggerak sebagai pusat pelatihan. Kemendikdasmen akan bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional dan IPI untuk memastikan standar pelatihan sesuai kebutuhan dasar pengelolaan perpustakaan.

Dengan ketiga langkah ini, pemerintah berharap dapat memperkuat posisi pustakawan di sistem pendidikan nasional dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, terutama di sekolah-sekolah.

Abdul Mu’ti Ilmu Perpustakaan Pelatihan Guru Pendidikan Nasional Profesi Pustakawan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBP Haji Ajukan Tambahan Anggaran untuk Sewa Gedung Sendiri
Next Article DPRD Kritik Kesiapan Pramono Hadapi Banjir Kiriman di Jakarta

Informasi lainnya

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

12 Maret 2026

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

10 Maret 2026

Kemenag Salurkan BOS Madrasah Rp4,5 Triliun Tahap Awal

9 Maret 2026

Ekspedisi Jejak Hewan dalam Al-Qur’an, Kelompok Bambu dan Semangat Tak Patah

27 Februari 2026

Jejak Hewan Al-Qur’an Warnai Ekspedisi Siswa

26 Februari 2026

Pramuka SMKN 3 Bone Gelar Laga Palang 2026

4 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Pandemi Berlalu, Industri Film Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan

Happy Ericka

Prabowo-Gibran dan Propaganda 78% Publik Puas

Editorial Udex Mundzir

Bahaya Tersembunyi di Balik Jam Tangan Pintar

Techno Silva

Kisah Hafshah: Kesetiaan, Ilmu, dan Pengamanan Alquran

Islami Ericka

Terpidana Dilindungi, Hukum Dipermalukan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Lisda Lisdiawati14 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Mendagri Tito Wajibkan Siskamling Aktif di Seluruh RT/RW

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi