Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mensos Pertimbangkan Vasektomi Jadi Syarat Bansos

Menteri Sosial merespons ide Gubernur Jabar soal keterlibatan pria dalam KB demi distribusi bantuan yang merata.
ErickaEricka1 Mei 2025 Nasional
Menteri Sosial Saifullah Yusuf
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Usulan kontroversial Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, soal menjadikan program Keluarga Berencana (KB) pria, termasuk vasektomi, sebagai syarat pemberian bantuan sosial (bansos) mendapat perhatian dari Kementerian Sosial.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan, pihaknya sedang mengkaji lebih dalam gagasan tersebut.

Kepada wartawan pada Rabu (30/4/2025), Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menyebut bahwa ide itu cukup baik dari sisi prinsip pengendalian kelahiran, namun implementasinya perlu melalui proses yang matang.

Ia menekankan, kebijakan bansos tidak bisa diubah secara mendadak tanpa landasan yang kuat.

“Ya ini kami sedang mempelajari ide itu ya. Jadi semua ketentuannya sedang kita pelajari,” ujarnya kepada awak media.

Menurut Gus Ipul, ide Dedi Mulyadi yang mengusulkan agar pria menjalani vasektomi untuk bisa menerima bansos memang terdengar progresif.

Namun, ia menekankan bahwa pemerintah pusat harus mempertimbangkan berbagai aspek teknis, sosial, dan hukum sebelum memutuskan kebijakan tersebut.

“Ide KB itu baik, tapi kalau mau dijadikan syarat bantuan sosial, kita masih perlu kaji secara mendalam,” katanya.

Gus Ipul juga menyoroti ide lain Dedi yang mendorong penerima bansos agar terlibat dalam kegiatan sosial seperti pengelolaan sampah dan kerja bakti.

Menurutnya, itu adalah inisiatif yang patut diapresiasi karena mendorong partisipasi warga secara aktif dalam pembangunan lingkungan.

Sementara itu, Dedi menilai kebijakan tersebut penting untuk menghindari konsentrasi bansos pada keluarga besar tanpa kontrol kelahiran.

Ia juga menyoroti mahalnya biaya melahirkan yang bisa mencapai Rp 25 juta, sebagai alasan tambahan agar masyarakat mempertimbangkan pembatasan kelahiran.

Dengan wacana ini, pemerintah pusat dihadapkan pada dilema antara pendekatan pengendalian populasi dan perlindungan sosial yang inklusif. Apakah kebijakan vasektomi sebagai syarat bansos dapat diterima secara luas, masih menjadi bahan diskusi.

Dedi Mulyadi Kebijakan sosial Keluarga Berencana Mensos 2025 Vasektomi Bansos
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDedi Mulyadi Wacanakan Vasektomi Jadi Syarat Bansos
Next Article Bukan Vasektomi Solusinya

Informasi lainnya

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026

Gambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat

5 Januari 2026

Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT Selama Dua Hari

31 Desember 2025

Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup Saat CFN Malam Tahun Baru

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Keutamaan Puasa Arafah, Ampunan Dosa dan Keselamatan dari Neraka

Islami Alfi Salamah

Liburan Seru Cuma Rp1 Juta?

Travel Alfi Salamah

Bingung Mau Liburan Kemana? Yuk Nikmati Keindahan Wisata Alam Musim Panas di Nikko Jepang

Travel Alfi Salamah

Isra’ Mi’raj dan Problem Solving

Islami Syamril Al-Bugisyi

Kesenjangan di Balik Ketentuan Gaji Dosen PTS

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.