Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Olah Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 26 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kemenhut Berhasil Repatriasi Empat Orangutan Korban Perdagangan Ilegal ke Indonesia

Orangutan ditempatkan dalam kandang khusus yang sesuai dengan standar internasional dan didampingi oleh dokter hewan
Richard MundzirRichard Mundzir24 Desember 2025 Nasional
Raja Juli Antoni
Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan (Menhut) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah Indonesia kembali mengambil langkah besar dalam konservasi satwa liar dengan berhasil merepatriasi empat orangutan yang sebelumnya menjadi korban perdagangan ilegal di Thailand. Keempat orangutan yang terdiri dari tiga individu Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan satu individu Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) ini kini telah tiba di Indonesia setelah melalui perjalanan panjang.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap masih berlanjutnya kejahatan jual beli satwa liar yang merusak ekosistem dan keberlanjutan spesies langka.

“Saya terpukul dan merasa sedih karena kejahatan jual beli satwa liar masih terus terjadi. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja keras dan sinergi antar kementerian dan lembaga untuk menjaga perbatasan kita agar kejahatan ini tidak terulang,” ungkap Menhut.

Orangutan Tiba di Indonesia, Lanjutkan Proses Rehabilitasi

Keempat orangutan yang baru saja tiba di Indonesia pada Selasa (23/12/2025) pukul 17.30 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-867, diserahkan secara resmi oleh Pemerintah Thailand kepada Pemerintah Indonesia melalui KBRI Bangkok. Selama perjalanan, orangutan ditempatkan dalam kandang khusus yang sesuai dengan standar internasional dan didampingi oleh dokter hewan untuk memastikan kesehatan mereka tetap terpantau.

Baca Juga:
  • Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hanguskan Gedung Rektorat UIN Jakarta
  • Bahlil Akan Tertibkan BBM Subsidi, Pantang Mundur Meski Picu Polemik
  • Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat
  • Komdigi Bekukan Worldcoin karena Diduga Langgar Regulasi PSE

Keempat individu orangutan tersebut disita oleh otoritas Thailand pada Januari dan Mei 2025 dalam operasi yang menggagalkan perdagangan satwa liar ilegal. Setelah disita, orangutan tersebut dirawat di Khao Pratubchang Wildlife Rescue Centre di Provinsi Ratchaburi, Thailand.

Setelah tiba di Indonesia, orangutan akan menjalani perawatan di Pusat Rehabilitasi Sumatran Rescue Alliance (SRA) yang terletak di Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Rencananya, orangutan ini akan kembali dilepasliarkan ke habitat alaminya di hutan Sumatera setelah proses rehabilitasi yang sesuai.

Komitmen Pemerintah Indonesia dalam Konservasi Satwa Liar

Menhut Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa repatriasi ini merupakan bukti komitmen pemerintah Indonesia dalam melindungi dan melestarikan satwa liar yang dilindungi, terutama orangutan yang kini statusnya semakin terancam. Menhut juga menyoroti kondisi hutan Sumatera yang masih menghadapi berbagai tekanan, baik dari bencana alam maupun deforestasi.

Artikel Terkait:
  • Ekonomi Digital Indonesia Mengalami Lonjakan 78,19 Persen
  • BPPA Tetapkan Sembilan Anggota Dewan Pers 2025-2028
  • Kejaksaan Agung Terima Penghargaan Sebagai Pengelola Rekening Pemerintah dalam Bentuk Virtual Account
  • Basarnas Intensifkan Operasi SAR di Sibolga-Tapanuli Raya

“Kesedihan kedua adalah kondisi hutan Sumatera yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana dan tekanan lainnya. Repatriasi ini menjadi pengingat bagi Kemenhut untuk melakukan evaluasi komprehensif dan memastikan hutan dapat dijaga sebaik-baiknya, sehingga orangutan dapat tetap hidup aman di habitat alaminya,” ujar Menhut.

Dukungan Dunia Usaha untuk Konservasi

Proses repatriasi ini juga menunjukkan peran aktif dunia usaha, di mana Garuda Indonesia Airlines turut serta dalam memfasilitasi perjalanan orangutan dengan menyediakan penerbangan khusus untuk memastikan keselamatan satwa tersebut. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Dengan kembalinya empat individu orangutan tersebut ke Indonesia, pemerintah berharap dapat melakukan rehabilitasi secepat mungkin agar orangutan tersebut dapat kembali ke alam liar di hutan Sumatera, tempat yang merupakan rumah alami mereka. Proses ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap konservasi satwa liar dan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan ekosistem Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Utang Jatuh Tempo atau Zakat Fitrah, Mana Prioritas?
  • 1.084 TNI-Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Wapres
  • Rakyat Kesulitan LPG 3 Kg, Polri Turun Langsung Cek Ketersediaan
  • DPRD Jakarta Tolak Rencana Kenaikan Tarif TransJakarta
Hutan Sumatera Kemenhut Konservasi Satwa Liar Perdagangan Ilegal Satwa Liar Repatriasi Orangutan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSerakah-nomics, Presiden Prabowo Serahkan Hasil Sitaan Rp6,6 Triliun dan 4 Juta Hektar Lahan
Next Article Tak Perlu Selebgram, Politri Bekali UMKM Cisayong Trik Keranjang Kuning Meski Follower di Bawah 1.000

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Kontroversi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Antikritik dan Kemewahan Helikopter

Refleksi Udex Mundzir

Makan Siang Gratis, Solusi Nutrisi?

Perspektif Lina Marlina

Narasi Globalis dan Politik Ketakutan

Editorial Udex Mundzir

Pegeseran Makna Staycation dan Arti Sebenarnya

Happy Alfi Salamah

Kebebasan Pers yang Dikikis Diam-Diam

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi