Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MK Tegaskan Sikap soal Nikah Beda Agama

Politisi dan Nafsu Menguasai Institusi

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 Februari 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Nusron Wahid Jamin Keamanan Sertifikat Elektronik, Data Center Anti Bobol

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menepis kekhawatiran publik terkait keamanan sertifikat elektronik, memastikan sistemnya kuat dan berlapis.
AssyifaAssyifa21 Februari 2025 Nasional
Keamanan Sertifikat Tanah Elektronik 2025
Nusron Wahid (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Keamanan sertifikat elektronik kembali menjadi sorotan, dengan sejumlah pihak meragukan ketahanannya dari risiko peretasan. Menanggapi hal ini, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan bahwa sistem sertifikat elektronik memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi dan sulit dibobol.

“Kalau ada yang bilang sertifikat tanah elektronik tidak aman, itu berita sesat dan menyesatkan,” ujar Nusron dalam konferensi pers di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Jumat (21/2/2025).

Nusron menjelaskan bahwa data sertifikat elektronik disimpan di lima lokasi berbeda, dengan sistem pengamanan berlapis yang memastikan informasi tetap utuh meski terjadi gangguan atau percobaan peretasan.

“Sistem ini punya backup berlapis, jadi kalau ada yang mencoba membobol, nggak mungkin. Data tersimpan di beberapa titik, ada first line, second line, sampai lapis kelima,” jelasnya.

Menurut Nusron, tuduhan mengenai ketidakamanan sertifikat elektronik berasal dari pihak-pihak yang ingin melemahkan kebijakan pemerintah. Ia menilai bahwa program digitalisasi pertanahan justru memperkuat sistem pertanahan dan mengurangi risiko kehilangan sertifikat akibat pencurian, bencana alam, atau penyalahgunaan.

“Kalau masih pakai sertifikat kertas, begitu rumahnya kebakaran atau kemalingan, hilang semua. Tapi kalau ini (elektronik), dicek di laptop bisa, di HP bisa, sistemnya firewall-nya kuat, data centernya berlapis,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nusron mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat dan memastikan bahwa sertifikat elektronik merupakan solusi modern yang aman dan efisien dalam perlindungan aset properti.

Transformasi menuju sertifikat elektronik telah berlangsung sejak 2021 melalui Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021. Saat ini, 104 kantor pertanahan di berbagai wilayah Indonesia telah siap menerapkan sistem ini.

Sertifikat elektronik menawarkan beberapa manfaat utama, seperti keamanan lebih tinggi dibandingkan sertifikat fisik, verifikasi lebih cepat dengan QR Code untuk mengecek keabsahan sertifikat, mengurangi risiko sertifikat palsu dan duplikasi, serta mempercepat proses pengurusan tanah, termasuk jual beli dan sertifikasi ulang.

Di Kabupaten Bekasi, sistem ini telah diterapkan dengan sukses, dan berbagai pengembang properti seperti Kota Jababeka Cikarang menyambut baik kebijakan tersebut.

“Dengan adanya sertifikat elektronik, keamanan legalitas properti meningkat, memberikan kenyamanan lebih bagi penghuni maupun calon pembeli,” ujar Robin Riduan, Head of Legal PT Graha Buana Cikarang.

Pemerintah terus mendorong digitalisasi sertifikat tanah guna meningkatkan transparansi, mempercepat pelayanan, dan mengurangi praktik mafia tanah yang kerap merugikan masyarakat.

Agraria Digital ATR/BPN Mafia Tanah Nusron Wahid Sertifikat Elektronik
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJokowi Kritik Boikot Retret PDIP, Said Abdullah: Itu Urusan Partai
Next Article 456 Kepala Daerah Hadiri Retret di Magelang, 47 Masih Belum Datang

Informasi lainnya

Usai Dituduh Pakai Spons, Pedagang Es Gabus Dapat Kulkas dari TNI

29 Januari 2026

Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026

17 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

5 Januari 2026

Gambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat

5 Januari 2026

Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT Selama Dua Hari

31 Desember 2025

Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup Saat CFN Malam Tahun Baru

31 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Samarinda ke Bontang: Di Atas Aspal Berliku, Menuju Kota di Ujung Timur

Travel Alfi Salamah

Kunci Hidup Tenang: Belajar Bertanggung Jawab pada Diri Sendiri

Happy Assyifa

10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan

Islami Alfi Salamah

Membeli Oleh-Oleh yang Bermanfaat dan Bernilai: Tips Agar Tidak Menjadi Sampah

Opini Alfi Salamah

Ledakan Wisata Labuan Bajo

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Lisda Lisdiawati28 Januari 2026

Workshop Transformasi Tugas Akhir menjadi Artikel Ilmiah di Politeknik Triguna

Gus Yaqut Disorot KPK di Balik Skema 50:50 Kuota Haji

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Workshop Visi SMPN 1 Cisayong Tekankan Karakter Murid

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kaltim Turun Rp2.099,15 per Kilogram

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.